Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Corat Coret Di Toilet - Eka Kurniawan

Kartu Pos RTI Seksi Bahasa Inggris

Datang di pertengahan bulan September, kartu pos edisi ke-delapan dari RTI. Kali ini menampilkan sejenis donat, namun bukan persis donat. Nama kue ini Chinese Bagels kalau diterjemahkan mungkin akan Kue Bagel China. Dalam keterangan disebutkan: "Kadang disebut sebagai ' Peace Pastries' kudapan ini dibuat sepenuhnya dengan tepung. Kudapan ini merupakan hal yang penting saat perayaan keagamaan di Taiwan".

Hitungan Honorer

Satu setengah bulan yang lalu kembali menjadi honorer dengan niatan membantu perekonomian keluarga di tengah pandemi. Berapapun duitnya saya terima untuk meringankan risakan ekonomi akibat pandemi ini. Menjadi pekerja ada beberapa titik kehidupan, mulai dari titik ngenes, seneng, datar dan bosan. Aku pun begitu, terlebih saat menemukan fakta penghasilan dan juga tuntutan hidup yang selalu melibatkan ekonomi. Hari ini saya menulis untuk diri saya sendiri dan sebagai cerita bagiamana kehidupan pekerjaan seorang honorer.  Kukus sebagai ahli madya dalam bidang keperawatan dengan segala nominal tercurah dan predikat yang baik, semua itu katanya mempunyai nilai jual yang baik. Saya yakini demikian di suatu sudut lain, namun sayang di sudut ini kami kalah dan menjadi golongan yang nasibnya mengerikan. Biar tidak disangka ngadi-ngadi mari kita hitung seperti apa keringat yang keluar dan uang yang diterima. Ini adalah hitungan saya yang berdomisili dengan rumah keluarga, tak jauh dari tempat ke

Kubangpari Kala Pagi

Gunung Slamet dilihat dari Kubangpari - Pamarican Sebelum Matahari Tampil Matahari di Timur Kalangan Dara

Dijual

Bukan, ini bukan hak saya untuk mengatur apapun tentang orang lain. Dua bulan kebelakang tepat tanggal 9 Juli, terlayang dengan janji dan segenap uang yang terkumpul untuk menghargai seseorang atas prestasi yang diperoleh. Dan kembali lagi aku juga terlalu bodoh, prestasi yang bukan prestasi sepenuhnya. Ada aku di situ.  Saat krisis pada masa pandemi, dimana orang saling mengencangkan saku untuk penghematan uang. Aku mengumpulkan untuk sebuah janji pada orang yang mengejar prestasi dan mimpi. Aku merasa sebagai yang tua untuknya. Aku bodoh dan tolol jika ditarik detik ini. Aku memberi dan aku sakit hati. Barang itu dijual/ditukar tambah. Hal yang menyakitkan bagiku. Jelas sudah di status WhatsApp iklan itu membuat kecewa dalam. Ya walaupun barang itu sudah menjadi miliknya, namun jadi sangat menyakitkan bagiku yang memberikan sebagai sebuah hadiah atas prestasi.