Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label buku

Kisah 1001 Malam Jilid 8

Kisah 1001 Malam Jilid 8

Pamungkas dari sederet jilid Kisah 1001 Malam, jilid tertipis dengan 420 halaman berwarna merah menggoda menjadi penutup kisah yang manis dan menjadi hal yang selalu diambil hikmahnya. 1001 Kisah telah diceritakan dengan keunikan cerita masing-masing baik dari segi agama, sosial, budaya, klenik, perang, tipu daya, hukum dan lain sebagainya semuanya tumpah ruah di rangkaian Kisah 1001 Malam. Ada beberapa yang saya perhatikan setiap cerita sang tokoh saking sedihnya, gembiranya atau saking takjubnya selalu diceritakan mengalami pingsan.  Mengawali jilid terakhir disajikan hikayat Raja Julayad, Pangeran Widhurkan & Wazir Shammas. Cerita ini lumayan panjang dengan 188 halaman, berawal dari kesejahteraan Raja dan rakyat yang dipimpin oleh Raja Julayad dengan Wazir Shammas. Kerjaan yang penuh berkat dan rakyat yang makmur, namun sang raja belum mempunyai keturunan satupun. Pada suatu hari dikumpulkanlah seluruh ahli nujum, peramal, penasehat kerjaan dan lain sebagainya un...

Kisah 1001 Malam Jilid 7

Berdasarkan catatan yang saya buat untuk mengklasifikasikan berdasarkan ketebalan buku dari jilid 1—8 sebagai berikut: 1. Jilid 4 tertebal dengan 760 halaman  2. Jilid 3 dengan 652 halaman  3. Jilid 6 dengan 604 halaman  4. Jilid 5 dengan 588 halaman  5. Jilid 7 dengan 532 halaman  6. Jilid 2 dengan 480 halaman  7. Jilid 1 dengan 432 halaman  8. Jilid 8 tertipis dengan 420 halaman  Halaman yang tebal pasti menimbulkan kejenuhan, begitu pula yang tipis membawa kita gemas karena waktunya terlalu cepat habis saat membaca. Kejenuhan membaca buku tebal sirna karena otak kita selalu berputar-putar layaknya roll film yang diputar dan memancarkan drama pada layar sinema. Sungguh menakjubkan, tiap halaman, tiap hikayat memberikan kejutan. Sungguh! Beberapa cara untuk mempercepat baca biasanya saya melewatkan paragraf awal dan akhir dari sebuah cerita. Paragraf tersebut copy paste setiap awal dan akhir cerita selalu ada kalimat tersebut. Jadi le...

Kisah 1001 Malam Jilid 6

Sampai ke jilid ke-6 mempunyai upaya yang tak mudah, dengan segala kerelaan waktu, pikiran dan semangat merupakan kunci. Halaman hingga halaman terakhir menjadi bukti nyata untuk menyelam penuh ketakjuban dari 1001 Malam haruslah ber-effort. Merupakan jilid tertebal ke-3 dari serangkaian Kisah 1001 Malam yang berjumlah 8 jilid.  Jilid ke-6 diawali dari sambungan cerita perihal tipu daya perempuan, hikayat ini bermula di akhir jilid ke-5 dimana banyak tipuan dari permaisuri raja untuk membunuh atau menghukum mati putra mahkota. Berbagai cara tipuan telah diutarakan oleh permaisuri baik melalui kisah yang diceritakan ataupun rayuan mautnya, namun semua dipatahkan oleh sang wazir dengan segala cerita pendukung agar hukuman mati pada putra mahkota gagal.  Walaupun masuk dalam bab Hikayat Tipu Daya Perempuan, tidak sepenuhnya cerita tentang kelicikan perempuan. Pada bab ini sebenarnya adu cerita kelicikan antara perempuan dan laki-laki, hanya saja judul lebih menyudutka...

Kisah 1001 Malam Jilid 5

Berbagai cerita birahi telah terbaca pada jilid yang lalu, mulai dari sebuah perselingkuhan, homoseksualitas, insest dan juga bestiality (seks dengan hewan) menjadi puncak segala hal perkara duniawi. Lembar demi lembar halaman terlewati dengan cerita-cerita menakjubkan hingga akhirnya masuk pada halaman 600 menjelang akhir sebuah buku. Setelah lelah dengan keduniawian Shahrazad menceritakan berbagai kisah spiritual, mukjizat-mukjizat para perindu Allah pada jilid kali ini. Diawali dengan kisah malaikat maut yang menjemput ajal dari para raja dan perindu-Nya. Hikmah yang tampak lebih sederhana, namun kematian adalah hal yang pasti dan tidak ada tawaran apapun. Dikisahkan segala sifat raja yang menawar waktu, kesempatan dan juga menawarkan hal lainnya untuk memperpanjang masa pencabutan nyawa. Namun semuanya itu tertolak. Berbeda dengan kisah kekasih Allah yang ditawarkan segala kemudahan untuk menghadapi maut, saking cintanya pada Allah. Tawaran perpanjangan umur ditolak kar...

Kisah 1001 Malam Jilid 4

Dari 8 jilid tersedia, inilah jilid tertebal dengan jumlah halamannya 760. Ketebalan sampai 4,5 cm mudah-mudahan punggung jilidnnya kokoh, jauh dari kerusakan berat. Beberapa kali saya membeli buku dengan ketebalan lebih dari 500 halaman banyak yang berujung rusak. Mungkin jugaa tergantung pada kualitas penjilidan, ya semoga penerbit Diva Press mempertahankan kualitasnya. Dengan ketebalan sing ora umum  jelas buku ini menyajikan sederet hikayat-hikayat menarik untuk dibaca, direnungkan hingga mengambil hikmahnya. Jilid Ke-4 juga sebagai penanda dari kisah 1001 Malam yang diadopsi oleh dunia modern dengan masyhurnya cerita Aladin. Hikayat Aladin atau Alaudin Abu Syamat tersaji dalam 131 halaman. Sungguh hal ajaib apa dilakukan Aladin sehingga dunia kagum padanya.  Bermula dari saudagar kaya penuh dengan rahmat-Nya, namun ada satu kekurangan yang diidamkan oleh segenap suami istri yakni kehadiran seorang anak. Dengan rasa penasaran saudagar tersebut mencari tabib yan...

Kissah 1001 Malam Jilid 3

Merupakan jilid tertebal ke-2 setelah beberapa jilid dengan ketebalan yang cukup menguras hari dalam sebulan membaca. Untuk membaca buku setebal 400 halaman lebih, baiknya dibaca di meja baca di rumah dengan perlakuan khusus agar buku masih dalam keadaan sehat. Buku dengan ketebalan lebih dari 400 jalan sangat rawan rusak terlebih pada punggung buku yang banyak menopang lembaran halaman. Dan balik lagi pada pencetak buku tersebut, apakah dalam kategori baik atau penjilidan yang ngasal.  Memasuki malam ke-129 Jilid ini terbentuk dan mencipta dari dongeng ke dongeng. Adapun isi daripada cerita bertajuk Hikayat Tajul Muluk dan Sayyidah Dunya hingga malam ke-173. Pada hikayat ini saya baru sadar ada desir percintaan sesama lelaki pada halaman 115. "Kemudian, keduanya mencium tangan kepala pasar dan berjalan hingga sampai ke toko. Keduanya amat menghormatinya, sebab ia adalah sesepuh pasar dan telah berbuat baik dengan menyediakan toko buat mereka berdagang. Saat kepala pas...

W.R Van Höevell Bercerita Hindia Belanda Abad Ke-19

Merupakan buku ke-5 dari Project Junghuhn karya terjemahan Kang Maliek Arrahim. Dari keseluruhan karya Kang Maliek rata-rata mengenai Junghuhn, seorang geolog termasyhur di Eropa dan di Hindia Belanda pada eranya. Sejauh ini alam Hindia Belanda masih menjadi topik karya Kang Maliek, walaupun sebelumnya beliau telah melahirkan beberapa buku tentang tanah gambut. Buku ini terdiri dari 12 judul cerita terkandung, seperti pada judulnya.  Pedati sebagai konsep slow living  "Baru saja mulai, tahu-tahu sudah di akhir!  Tidak, silakan saja kalau Anda menginginkan hidup yang seperti itu. Aku lebih memilih pedati yang ditarik oleh kerbau yang lamban, langkah demi langkah, menyusuri jalan yang panjang. Aku ingin menghabiskan hari-hariku seperti itu. Setidaknya, kita punya waktu untuk menikmati hidup, serta tidak terlalu cepat bosan dengan segala kesenangan yang ditawarkan bumi kepada semua orang yang berbudi". Van Höevell sangat mengagumi pedati bermesin kerbau, berjalan...

Kisah 1001 Malam Jilid 2

Tiada hari tanpa hikmah dari dongen klasik Timur Tengah, setiap malamnya mempunyai hikmah yang diambil oleh siapapun yang membacanya. Pada jilid ke-2 terkandung banyak cerita, namun cerita paling panjang berada di akhir buku yakni Hikayat Raja Umar an-Numan. Hikayat tersebut memborong 346 halaman dari total halaman jilid 2 sebanyak 480 halaman.  Hikayat Raja Umar an-Numan sungguh membuat hati pembaca merasa iba pada kisah dari Pangeran Dhau'ul Makaan & Putri Nuzhatuz Zaman, dimana kedua kakak beradik berpisah dalam kondisi sengsara, terlebih-lebih kisah pangeran Dhau'ul Makaan yang ditolong oleh seorang tukang sampah di Baitul Maqdis. Selain itu ada bagian yang membuat turun naik desir darah saat membaca akhir halaman, karena di situ ada peperangan antar pasukan Islam dan Kristen yang silih berganti menang dan kalah. Hingga akhirnya pasukan Islam menjadi pemenangnya. Penggalan cerita erotis pun terdapat di jilid 2, disuguhkan dalam bahasa yang apik nan membara. ...

Kisah 1001 Malam Jilid 1

Enam bulan sudah delapan buku teronggok di pojokan meja belajar, dua kali mondar-mandir dus dan ditutup kresek sampah demi kertas tak rusak karena renovasi rumah. Sungguh hal yang membuat greget bagi para pecinta buku, buku yang disebut daging teronggok seperti membusuk terbawa derasnya detik menghujam usia.  Kisah 1001 Malam adalah warisan sastra dunia, hampir setiap sastrawan paham apa itu 1001 Malam. Berbagai kisah dari seluruh sastrawan dunia pun kadang terinspirasi dari 1001 Malam yang sangat menakjubkan. Sungguh. Terlahir pada zaman kejayaan Islam tepatnya pada abad pertengahan, zaman kekhalifahan Abbasiyah. Jilid I berisikan banyak cerita yang dibagi dalam beberapa babak (malam), Syahrazad sebagai pencerita kepada raja (suaminya) Syahrayar. Cerita 1001 Malam adalah upaya cerdik dari Syahrazad dan Dunrazad (adiknya) untuk menghentikan penjagalan pada setiap istri dari raja Syahrayar. Awal cerita Syahrayar dikhianati cintanya oleh permaisuri yang berzinah degan bud...

Anak Rusa Mencari Tuhan: Novel Filsafat Khusus Kanak-kanak

Sejauh ini masyarakat masih terkagum-kagum pada novel filsafat seperti Dunia Shopie, salah satu novel filsafat paling dahsyat sedunia. Dunia Shopie menjelaskan apa itu filsafat secara sederhana melalui sebuah cerita. Kali ini saya mempunyai novel filsafat juga, tapi bukan perkara menjelaskan cabang ilmu filsafat dalam sebuah novel. Melainkan paada sebuah makna hidup, keberadaan, ketuhanan, dan banyak lagi.  Novel yang didedikasikan untuk kanak-kanak dan remaja awal. Cerita yang terkandung merupakan saduran dari karya besar Ibn Thufail seorang ilmuwan, filosof dan dokter kelahiran Andalusia. Judul aslinya Hayy bin Yaqzhan disadur dengan bahasa yang mudah dan enak oleh Sabine Wassenberg dan Kamel Essabene diterbitkan di negeri Belanda. Di sana buku ini disambut dengan baik oleh masyarakat, bahkan mendapatkan penghargaan Ludoq Prize 2022 dan Berrie Heesen Prize 2023. Sungguh antusiasme pada karya klasik peradaban Islam mulai bangkit kembali di tanah Eropa.  Berawal da...

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Menjelang ramadan berbagai upaya untuk mensucikan, mengistimewakan bulan suci mulai dipetakan seperti uninstall aplikasi media sosial, rencana-rencana tarawih keliling ke setiap masjid beda organisasi keagamaan hingga membeli buku sebagai 'bekal' sebelum dan saat ramadan. Diantara rencana tersebut ada satu yang sudah dilakoni yakni membeli buku spiritual dan keagamaan khususnya Islam. Buku yang saya beli dari market place dan dikirim   dari Malang - Jawa Timur, buku ini termasuk sangat murah. Mungkin karena halamannya hanya 50 lembar saja, sungguh cukup tipis. Cukup 15.000 rupiah buku tersebut sudah menjadi milik kita, sangat murah. Jangan lupa ini kondisi baru ya! Buku ini merupakan terjemahan dari Hayy Ibn Yaqzan karya Ibnu Sina, seorang filsuf, sastrawan, dokter dan berbagai profesi keilmuan yang disematkan padanya. Buku tersebut diterjemahkan oleh Lutfi Mardiansyah dan diterbitkan Penerbit Pondok Pesantren Al Ma'aarij Sumedang, sungguh saya kagum pada pesantrèn yang tel...

Belantik - Perjalanan Lasi Menjadi Bekisar Merah

Muka depan Belantik - Novel lanjutan dari Bekisar Merah Lasi telah lama meninggalkan Karangsoga , desa permai di wilayah Banyumasan . Kedamaian yang 'panas' oleh ulah mantan suaminya, hingga akhirnya Lasi minggat ke Jakarta dan jatuh menjadi Bekisar Merah tuan Handarbeni . Kehidupan yang serba mewah dan serba mudah layaknya bekisar yang dirawat dengan segala kemewahan dan menjadi pajangan untuk setiap insan berduit di ibukota. Di sisi terdalam Lasi masih diterkam kesepian, hampa dan tanpa tujuan dalam hidup. Layaknya bekisar nan ayu, Lasi masih saja menjadi barang dagangan Bu Lanting. Perkara hidup Lasi semakin rumit, permainan tangan pembesar semakin nyata. Kini dirinya dicerai oleh Handarbeni melalui informasi dari Bu Lanting dan yakinkan kembali oleh Handarbeni sendiri. Handarbeni menjual Lasi ke Pak Bambung dengan imbalan menjadi direktur dan menerima keuntungan lebih besar lainnya. Dari penjualan bekisar merah ini yang paling diuntungkan adalah Bu Lanting s...

Sumatera Tempo Doeloe - Anthony Reid

Membaca sejarah dari buku ke buku, seakan menyusuri waktu dari cerita seseorang dengan cerita yang dialami sendiri atau orang (sumber) lainnya lagi. Sungguh seperti menyusun sebuah teka teki yang terpecah dan kembali disatukan oleh beberapa sumber yang sama apa yang diceritakan. Kali ini saya bergeser ke barat, pulau tetangga dari Jawa. Merupakan salah satu pulau terbesar di Indonesia dan juga dunia, Sumatra . Pulau yang menjulur dari barat daya ke selatan (tenggara), dikenal sebagai pulau emas dengan berbagai kekayaan alam dan sejarahnya. Seminggu sudah membaca biografi Franz Wilhelm Junghuhn , kini dikuatkan kembali pada surat-surat atau laporan dari berbagai sumber tentang Sumatra kala itu. Dan inilah pengungkapan sejarah dari berbagai sumber dan apa yang mereka tulis satu sama lain hampir sama. Seperti Junghuhn tulis tentang keadaan suku Batak kala itu dan oleh laporan dari beberapa orang seperti misionaris Ginsberg hampir sama. Nama Junghuhn sendiri disebut sekali sa...

Dua Buku Karya C.W Wormer Tentang Gunung & Junghuhn

Carel Willem Wormser atau C.W Wormser adalah seorang sarjana hukum sekaligus pecinta gunung, dia hidup pada tahun 1876 - 1946 terlahir sebagai seorang Belanda. Selain menjadi hakim dan pecinta gunung C.W Wormser dikenal juga sebagai jurnalis dan pemimpin koran De Preangerbode (1921-1942) yang terbit di Bandung. Seperti disebutkan pada buku terjemahan C.W Wormser terinspirasi dan mengagumi Franz Wilhelm Junghuhn seorang naturalis terkenal di Hindia Belanda asal Jerman.  Saking kagumnya beberapa buku karya C.W Wormser 'melibatkan' Junghuhn seperti pada dua buku yang saya baca saat ini: Pesona Gunung Gunung Jawa dan Biografi Frans Junghuhn yang terbit tahun ini (2026) dan diterjemahkan oleh Malik Ar Rahiem. Kekaguman ini melebihi fandom artis terkenal dewasa ini, C.W Wormser melakukan 'ziarah' napak tilas semua gunung-gunung yang didaki oleh idolanya di tanah Jawa. Dan dia sendiri mempunyai hobi yang sama yakni kecintaan pada alam dan pendakian gunung.  Melalui penerjemaha...

Recap Tahun Baca 2025

Membaca buku pada tahun 2025 termasuk katagori padat, tapi tidak terlalu 'nafsu' karena jumlah buku baca dan beli, lebih banyak jumlah beli (termasuk 10 buku yang dibeli menggunakan anggaran tahun baca 2026). Selain itu ada semacam kejenuhan membaca setelah membaca buku yang menguras otak baik buku tebal, ataupun buku yang njlimet.   Tahun baca 2025 menghabiskan 28 judul buku, ada 2 judul buku yang dilewati karena berbagai alasan yang membuat enggan melanjutkan baca. Diantaranya: Nyanyi Sunyi Seorang Bisu - Pramoedya Ananta Toer dan Max Havelaar - Multatuli . Dua buku yang saat itu terasa berat dibaca dan melangkah ke buku yang ringan dan mudah dicerna, seperti serat mangga dan genjer .  Dari ke-28 judul buku beberapa menjadi favorit:  1. Subjek Sunda oleh Holy Rafika 2. Ronggeng Dukuh Paruk Versi Bahasa Banyumasan - Ahmad Tohari   3. Kubah - Ahmad Tohari   Subjek Sunda membawa saya mengerti apa itu Sunda, buku yang cukup jarang membahas kesundaan. Sebagai warg...

Mas Mantri Menjenguk Tuhan: Refleksi Spiritual Kebudayaan Oleh Ahmad Tohari

Pagi di hari Ahad, rintik hujan dan kabut putih menyelimuti segenap sisi perkampungan. Di ujung sawah masih saja burung derkuku berbunyi layaknya sambutan meriah pada panen raya akan datang. Waktu romansa yang sungguh membawa kesan mendalam. Dua hari lalu saya menerima paket buku yang dibeli melalui toko buku online, kali ini saya membeli buku Mas Mantri Menjenguk Tuhan. Sebuah karya dari maestro sastra Indonesia, Ahmad Tohari. Kumpulan cerita ini dihimpun dalam beberapa judul dan tema mengangkat isu spiritual, sosial, kebudayaan dan keagamaan. Setiap judul membawa permasalahannya sendiri dan saat itu juga muncul jawaban dari permasalahan tersebut, sungguh cerita yang membawa renungan. Terbentuk dari beberapa kolom surat kabar Harian Merdeka, terkumpul menjadi satu hingga berbentuk pada sebuah buku berjumlah 208 halaman. Kolom ini berisikan sebuah cerita dengan berbagai topik kasus mulai dari kasus spiritual agama hingga pada budaya pada masyarakat. Kolom berbentuk sebuah cerita dengan...

Kembali 'Atheis' di Tahun 2025

"Kenapa Saudara bilang bahwa seorang atheis tidak boleh berperasaan takut?" Seorang pernah menjadi atheis, dan tidak cocok menjadi atheis karena ada rasa tidak nyaman dalam jiwanya. Begitulah kondisi Hasan yang terdidik sebagai anak yang alim, terlahir dan besar dengan agama Islam. Kehidupan Hasan berubah setelah bertemu dengan kawan lama, Rusli . Jiwa keagamaan dan dan pandangan hidupnya geser terlalu jauh saat propaganda keatheisan, sosialis dan komunis digaungkan oleh Rusli. Terlebih kedatangan Kartini sebagai katalisator Hasan terjerambab pada kondisi yang tidak sesuai dengan yang diidamkan sejak kecil. Pertentangan batin selalu muncul saat perubahan-perubahan terjadi dalam dirinya.  Jiwa keislaman luntur berangsur sampai Hasan menikah dengan Kartini, gadis bebas dan modern. Detik yang terkumpul hingga berbuah pada jam dan menggunung menjadi sebuah tahun berlalu seiring masa perkawinan Hasan dan Kartini, pada tahun ke-4 badai datang nan pedih. Api cemburu Hasan terhad...

Nyai Sadikem - Artie Ahmad

Menjadi Sadikem adalah akhir sebuah perjalanan perempuan yang bernama Elizabeth . Manusia kelas dua di alam Hindia Timur , hasil kawin mawin yang tak direstui oleh negara maupun oleh budaya. Sebelum menjadi Sadikem, ia adalah seorang gadis indo alias gadis hasil kawin campur antara Belanda totok dan Jawa. Isaak van Kirk adalah biang keladi dari awal perjalanan hidup Nyi Sadikem , gundik Jawa Van Kirk bunuh diri di sebuah pohon. Perlakuan tidak adil yang diberikan Van Kirk pada gundiknya memberi kesan buruk pada anaknya, juga sikap jahanam dari istri dan anak sah dari Van Kirk. Elizabeth muda hampir tewas dibuang dan ditemukan di bantaran sungai. Saat itulah Bondan Sasono menolonya dan membawa Elizabeth pada mak Miat , seorang dukun bayi yang pandai pengobatan tradisonal . Di gubuk mak Miatlah Elizabeth terlahir kembali menjadi seorang Murni . Tidak ada secuilpun niat Murni untuk balik kembali ke rumah mewah Van Kirk, di sinilah kehidupannya dimulai sebagai Murni. Na...