Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2026

Kisah 1001 Malam Jilid 8

Kisah 1001 Malam Jilid 8

Pamungkas dari sederet jilid Kisah 1001 Malam, jilid tertipis dengan 420 halaman berwarna merah menggoda menjadi penutup kisah yang manis dan menjadi hal yang selalu diambil hikmahnya. 1001 Kisah telah diceritakan dengan keunikan cerita masing-masing baik dari segi agama, sosial, budaya, klenik, perang, tipu daya, hukum dan lain sebagainya semuanya tumpah ruah di rangkaian Kisah 1001 Malam. Ada beberapa yang saya perhatikan setiap cerita sang tokoh saking sedihnya, gembiranya atau saking takjubnya selalu diceritakan mengalami pingsan.  Mengawali jilid terakhir disajikan hikayat Raja Julayad, Pangeran Widhurkan & Wazir Shammas. Cerita ini lumayan panjang dengan 188 halaman, berawal dari kesejahteraan Raja dan rakyat yang dipimpin oleh Raja Julayad dengan Wazir Shammas. Kerjaan yang penuh berkat dan rakyat yang makmur, namun sang raja belum mempunyai keturunan satupun. Pada suatu hari dikumpulkanlah seluruh ahli nujum, peramal, penasehat kerjaan dan lain sebagainya un...

Kisah 1001 Malam Jilid 7

Berdasarkan catatan yang saya buat untuk mengklasifikasikan berdasarkan ketebalan buku dari jilid 1—8 sebagai berikut: 1. Jilid 4 tertebal dengan 760 halaman  2. Jilid 3 dengan 652 halaman  3. Jilid 6 dengan 604 halaman  4. Jilid 5 dengan 588 halaman  5. Jilid 7 dengan 532 halaman  6. Jilid 2 dengan 480 halaman  7. Jilid 1 dengan 432 halaman  8. Jilid 8 tertipis dengan 420 halaman  Halaman yang tebal pasti menimbulkan kejenuhan, begitu pula yang tipis membawa kita gemas karena waktunya terlalu cepat habis saat membaca. Kejenuhan membaca buku tebal sirna karena otak kita selalu berputar-putar layaknya roll film yang diputar dan memancarkan drama pada layar sinema. Sungguh menakjubkan, tiap halaman, tiap hikayat memberikan kejutan. Sungguh! Beberapa cara untuk mempercepat baca biasanya saya melewatkan paragraf awal dan akhir dari sebuah cerita. Paragraf tersebut copy paste setiap awal dan akhir cerita selalu ada kalimat tersebut. Jadi le...

Review Mie Gaga 100 Extra Pedas Kuah Habanero Level 7

Kegemaran terhadap mie instan tidak hilang begitu saja, entah atas alasan apapun. Jika masih aman untuk tubuh dan tubuh tidak menolak, siapa takut! Sikat sampe habis. Kali ini saya mencoba mie instan dari produk Gaga yang konon pecahan sebelum adanya Indomie. Mungkin saudara tiri atau saudara yang gak mau dianggap lagi, secara kualitas mie seperti emang gak beda jauh ketimbang produk dari Wings.  Gaga menyediakan dan memproduksi banyak jenis mie instan, termasuk series pedasnya. Beberapa level pernah saya coba di tahun sebelumnya baik berupa mie goreng maupun mie kuah . Packing dan Isi Didominasi warna hitam dan hijau baik di depan maupun belakang kemasan. Hijau sebagai pertanda pedasnya di kecil Habanero dan hitam sebagai tanda hal yang serius dann menyeramkan. Dalam kemasan terdapat empat bahasa yang digunakan yakni Bahasa inggris, Inggris, Tionghoa dan Arab. Banyaknya penggunaan bahasa kemungkinan mie instan ini masuk ke pasar mancanegara.  Ser...

Kisah 1001 Malam Jilid 6

Sampai ke jilid ke-6 mempunyai upaya yang tak mudah, dengan segala kerelaan waktu, pikiran dan semangat merupakan kunci. Halaman hingga halaman terakhir menjadi bukti nyata untuk menyelam penuh ketakjuban dari 1001 Malam haruslah ber-effort. Merupakan jilid tertebal ke-3 dari serangkaian Kisah 1001 Malam yang berjumlah 8 jilid.  Jilid ke-6 diawali dari sambungan cerita perihal tipu daya perempuan, hikayat ini bermula di akhir jilid ke-5 dimana banyak tipuan dari permaisuri raja untuk membunuh atau menghukum mati putra mahkota. Berbagai cara tipuan telah diutarakan oleh permaisuri baik melalui kisah yang diceritakan ataupun rayuan mautnya, namun semua dipatahkan oleh sang wazir dengan segala cerita pendukung agar hukuman mati pada putra mahkota gagal.  Walaupun masuk dalam bab Hikayat Tipu Daya Perempuan, tidak sepenuhnya cerita tentang kelicikan perempuan. Pada bab ini sebenarnya adu cerita kelicikan antara perempuan dan laki-laki, hanya saja judul lebih menyudutka...