Berdasarkan catatan yang saya buat untuk mengklasifikasikan berdasarkan ketebalan buku dari jilid 1—8 sebagai berikut:
1. Jilid 4 tertebal dengan 760 halaman
2. Jilid 3 dengan 652 halaman
3. Jilid 6 dengan 604 halaman
4. Jilid 5 dengan 588 halaman
5. Jilid 7 dengan 532 halaman
6. Jilid 2 dengan 480 halaman
7. Jilid 1 dengan 432 halaman
8. Jilid 8 tertipis dengan 420 halaman
Halaman yang tebal pasti menimbulkan kejenuhan, begitu pula yang tipis membawa kita gemas karena waktunya terlalu cepat habis saat membaca. Kejenuhan membaca buku tebal sirna karena otak kita selalu berputar-putar layaknya roll film yang diputar dan memancarkan drama pada layar sinema. Sungguh menakjubkan, tiap halaman, tiap hikayat memberikan kejutan. Sungguh!
Beberapa cara untuk mempercepat baca biasanya saya melewatkan paragraf awal dan akhir dari sebuah cerita. Paragraf tersebut copy paste setiap awal dan akhir cerita selalu ada kalimat tersebut. Jadi lewati saja dan tak akan mengubah jalan cerita. Percayalah!!! Saya juga banyak melewati syair-syair yang tercetak begitu banyak pada hikayat tentang percintaan, sungguh indah nian syair tersebut. Namun terlalu banyak syair menjadi hal jenuh hingga akhirnya terlewati tanpa rasa penasaran, tanpa rasa kecewa dan juga rasa kurang pas. Lewati saja jika dianggap kurang menarik, tapi bila menemukan syair yang kena pasti akan dibaca penuh dan diberi tanda sebagai pemanis.
"Wahai Raja yang berbahagia," ucap Ratu Syahrazad. "Hamba akan melanjut-kan ceritanya."
"Rupanya, hari sudah menjelang. Ratu Syahrazad menghentikan cerita-nya dan berjanji akan meneruskannya pada malam berikutnya jika Raja Syahrayar mengizinkan."
Paragraf di atas merupakan dua paragraf penutup dan pembuka sebuah cerita dari malam ke malam oleh Shahrazad kepada Raja Syahrayar. Kadang juga cerita dibawakan oleh adiknya Dunyazad untuk kedua orang tersebut. Kalimat penutup tidak hanya itu saja kadang ada yang lebih panjang nan puitis, contohnya:
"Rupanya, malam telah berakhir, segera berganti dengan pagi yang mulai menyingkap kegelapan. Ratu Syahrazad menghentikan ceritanya dan berjanji akan meneruskan ceritanya pada malam berikutnya, jika raja Syahrayar mengizinkan."
Ada yang istimewa di jilid kali ini, tepatnya pada Malam Ke-760 paragraf pembuka tidak ada hingga Malam Ke-765, untuk paragraf pengakhir cerita masih tercantum. Apakah ini kesengajaan dari 'pusat' atau memang hal yang tertinggal. Menjadi hal yang patut dipertanyakan sepanjang masa....
Beberapa cerita mayor tersedia, begitu pula dengan cerita minor yang menjadi selingan nan indah. Cerita pertama diambil dari Hikayat Hasan ash-Sha'igh al-Bashri seseorang pemuda pengrajin emas yang dikelabui oleh pendeta Majusi. Pendeta itu bernama Bahram membawa Hasan ke tempat pembuatan emas, sebelumnya Hasan akan diajarkan membuat emas dari bahan tembaga dengan campuran zat kimia. Dan zat tersebut berada disebuah pulau guna mengelabui Hasan. Sebenarnya Hasan dibawa Bahram akan dijadikan kurban upacara keagamaan Majusi dan juga sebagai pengumpul harta dari sebuah gunung di pulau terpencil. Ada kemiripan cerita ini pada buku sebelumnya (Jilid 6) dan mungkin mempunyai kemiripan 70-80%, hanya saja berbeda tokoh dan cerita yang panjang. Alur cerita menjadi mangsa yang dimasukkan ke dalam kulit lembu dan dicengkeram oleh burung raksasa untuk mencapai puncak gunung dan melempar beberapa kayu (mahal) bebatuan mulia dll dan hingga akhirnya ditinggalkan. Selanjutnya menjalin kehidupan dengan bangsa Jin, melanggar perintah untuk memasuki sebuah ruangan dan menemukan putri jin hingga jatuh cinta.
Cerita Hasan menjadi sajian mayor dari Jilid Ke-7 dengan cerita yang mengalir jauh seperti Bengawan Solo. Cerita tersebut menghabiskan 270 halaman. Walaupun ada kesamaan dengan cerita pada jilid sebelumnya para pembaca tetap disajikan keanehan-keanehan dan kemustahilan muncul hingga pembaca selalu dibuat takjub.
Judul asli: Alfu Lailah wa Lailah
Terbitan: Beirut: Maktabah asy-Syabiah
Penyusun: Abu Abdullah Muhammad al-Jihsiyari
Penerjemah: Muhammad Halabi
Penyunting: Muhammad Ali Fakih
Cetakan: Pertama, Desember 2019
Dimensi: 532 hlmn; 15.5x24 cm
ISBN Jilid lengkap: 978-602-391-575-0
ISBN: 978-602-391-582-8
Penerbit: Diva Press Yogyakarta
Komentar