Kegemaran terhadap mie instan tidak hilang begitu saja, entah atas alasan apapun. Jika masih aman untuk tubuh dan tubuh tidak menolak, siapa takut! Sikat sampe habis. Kali ini saya mencoba mie instan dari produk Gaga yang konon pecahan sebelum adanya Indomie. Mungkin saudara tiri atau saudara yang gak mau dianggap lagi, secara kualitas mie seperti emang gak beda jauh ketimbang produk dari Wings. Gaga menyediakan dan memproduksi banyak jenis mie instan, termasuk series pedasnya. Beberapa level pernah saya coba di tahun sebelumnya baik berupa mie goreng maupun mie kuah.
Packing dan Isi
Didominasi warna hitam dan hijau baik di depan maupun belakang kemasan. Hijau sebagai pertanda pedasnya di kecil Habanero dan hitam sebagai tanda hal yang serius dann menyeramkan. Dalam kemasan terdapat empat bahasa yang digunakan yakni Bahasa inggris, Inggris, Tionghoa dan Arab. Banyaknya penggunaan bahasa kemungkinan mie instan ini masuk ke pasar mancanegara. Series Habanero mempunyai takaran saji 50 gram dengan jumlah kalori 220 kkal dan Natrium 1370 mg.
Ada tiga bumbu tersedia: bubuk bumbu berwarna hijau muda, minyak pedas berwarna kuning kehitaman dan sambal hijau dari Habanero.
Cara Pembuatan dan Rasa
Seperti pada umumnya memasak mie instan Gaga 100 Series Habanero Level 7 dimasak menggunakan air panas selama 3 menit. Tuangkan bumbu, sambal dan minyak ke dalam mangkuk dan masukan mie berserta kuahnya. Aduk merata dan sajikan.
Dari segi rasa bagiku tidak terlalu membuat pusing karena kelebihan micin, rasa gurih cukup memuaskan. Kandungan garam yang cukup banyak membuat lidah dan alat pencernaan serasa tersedot sehingga menimbulkan rasa haus dan kering. Adalah hal yang jamak untuk sebuah mie instan dengan beberapa gram natrium. Tekstur mie kenyal dan mirip seperti Indomie, sangat beda dengan produk Wings seperti sebelumnya saya katakan. Kuah yang cenderung kehijauan dari bumbu dan minyak yang berwarna hijau, merupakan tanda hijau dari cabe Habanero. Bagiku rasa dari varian ini seperti rasa sambel ijo di restauran masakan Minangkabau alias Padang. Sambel ijo yang menggoda ditambah rasa gurih yang tepat membuat lidah bergoyang melebihi Inul Daratista.
Awal dikunyah dan diseruput rasa pedas belum terasa cenderung rasa panas dari kuah yang mengawali menempel pada bibir dan lidah. Waktu berlanjut hingga menit menit selanjutnya bibir terasa pedas oleh kandungan capcaisin Habanero. Menurut keterangan masuk katagori level 7, namun lidahku masih merasa level 4 atau 5. Belum terbakar. Rasa terbakar di bibir hilang dengan waktu yang telah terbuang bersama kuah yang habis, kini giliran perut. Perut masih tahap aman, rasa mules atau panas pedas dari cabe tidak terasa seperti mie instan pedas lainnya. Walaupun level 7 rasa pedas di lidah, bibir dan perut masih bisa teratasi. Entahlah kalau saat di WC nanti, apakah 'si matahari' terasa terik panas membara atau tidak.
Komentar