Sabtu, 28 Januari 2017

HAND2CRAFT Jam Kayu Testimonial

Kali ini saya datang dengan postingan testimonial. Ya tentu saja karena hari kemarin saya sudah menerima produk yang saya pesan lewat online (WhatsApp & Instagram) pembayaran saya lakukan pada tanggal 25 Januari 2017 dan syukur alhamdulillah produk yang saya pesan datang tanggal 29 Januari 2017.

Setiap manusia tentunya mempunyai sifat ingin tahu nah karena hal itulah saya memulai aktivitas spionase ke akun - akun instagram yang menjual jam tangan yang terbuat dari kayu!  Beberapa akun instagram yang menjual jam tangan kayu hampir semua menarik hati saya untuk membeli.  Akhirnya setelah proses panjang dalam melalukan riset, telaah review dan hal lainnya sebagai penunjang saya untuk memilih produk yang diiklankan. Tak cukup 4 minggu saya memulai riset dan saat minggu ke lima akhirnya saya putuskan untuk memilih produk Hand2craft.

Seperangkat produk Hand2Craft
Hand2craft ini didirikan pada tahun 2014 ini pertanda produk ini mempunyai pengalaman dalam produk jam kayu. Saya lihat merek satu ini mempunyai profesionalitas yang bagus terlihat dari instagram yang selalu posting foto produknya dengan ketajaman dan komposisi foto jenis Still life yang keceh!  inilah magnet yang kuat untuk menjaring kostumer karena kekuatan foto orang akan tertarik menjadi kostumernya. Bagi saya instagram hand2craft perlu diberikan nilai 5 bintang!

Selain instagram hand2craft juga mempromosikan produknya melalui website resmi namun sangat disayangkan pemesanan barang tidak bisa melalui web tersebut walaupun ada menunya selain itu terdapat perbedaan harga antara instagram dan website. Karena saya merasa gundah akan harga yang berbeda akhirnya saya kirim komentar dan kirim pesan WhatsApp ke pihak terkait. Akhirnya kejelasan saya dapatkan bahwa website dalam keadaan maintained. Dan saya acungan jempol juga ke hand2craft karena telah menyediakan web yang mudah diakses. Selama riset saya menemukan banyak sekali web produk jam tangan kayu yang susah diakses (dibuka). Bagi saya webs adalah gambaran sebuah keprofesionalan dari sebuah perusahaan ataupun penjual.

Kotak Jam kayu Hand2Craft
Keramahan Bang David dan kru selaku penjual produk juga tidak bisa sangkal lagi karena setiap kostumer selalu dijawab dengan baik dan ramah baik melalui instagram, email dan line. Saat saya pesan selalu dijawab dengan baik melalui WhatsApp. Tentunya saja bagi konsumen jawaban ramah dan cepat adalah nilai lebih untuk mencintai produk tersebut.

Baiklah sekarang mengenai produk yang saya beli.  Jam tangan kayu yang saya beli bernama "Kaso" terbuat dari bahan kayu dan kulit sapi sebagai strap. Dengan harga Rp 650.000 ditambah ongkos kirim Rp 15.000 jadi total Rp 665.000. Bagi sebagian kalangan memang mahal namun bagi saya mahal adalah suatu kewajaran dalam menghargai sebuah karya yang indah. Tidak banyak orang mempunyai jam tangan yang terbuat dari kayu tentu saja karena terbuat dari kayu semua orang akan merasa hairan! Karena rasa hairan ini barang tersebut menjadi nilai tinggi apalagi design yang syarat akan seni yang pasti anda akan terbuai akan rasa cinta kepada produk tersebut. Jam Kaso ini memang lebih mahal dari saudaranya (Selasar) sebab terdapat kalendar di jamnya. Sementara Selasar tidak mempunyai fitur tersebut. Satu alasan lain saya memilih Kaso karena saya kadang-kadang lupa kalendar. Sebagai informasi saja Hand2craft juga mempunyai produk jam tangan full kayu.

Hand2Craft
Tidak banyak penyesalan yang saya rasakan saat menerima produk ini hanya beberapa saja yang membuat saya kurang sreg (hal ini mungkin sebagai pecut untuk lebih baik lagi bagi Hand2craft) diantaranya :
1. Packing luar hanya dari kertas tanpa plastik gelembung yang mampu melindungi produk. Bagi saya packing dengan plastik gelembung adalah penting karena sepengetahuan saya dari saudara yang bekerja di JNE saat sortir barang itu dilempar - lempar. Tentu saja jika produk tidak dibungkus dengan plastik gelembung akan mudah rusak.
2. Wadah jam terlihat unik karena terbuat dari kayu juga bergambar rusa jantan dengan memakai kaca mata. Di bungkus jam ini saya merasa kecewa karena bungkus tersebut ada bagian yang rusak tepatnya di bagian bawah kotak. Lapisan kayu lepas. Mungkin saja karena poin nomor 1 diatas. 
3. Dalam wadah jam terdapat jam kayu, petunjuk penggunaan, dan bonus berupa gelang tangan. Bersyukur jam tangan kayu dilapisi atau dibungkus kembali dengan plastik gelembung. Dudukan jam tangan dari bekas kardus mungkin konsep recycling ♻ jadi boleh saja menggunakan potongan kardus namun rasanya nggak sebanding dengan produk yang istimewa.


Semoga hand2craft bisa membaca review dari saya dan bisa meningkatkan produknya. Jam Kaso yang saya punyai alhamdulillah nyaman saat dipakai.

Jumat, 20 Januari 2017

Buletin Ranesi 27 Maret - Oktober 2011

Inilah buletin terakhir yang saya temukan di lemari arsip. Saya lupa lagi apakah Ranesi masih mencetak buletin setelah periode 31 Oktober 2011 atau tidak. Tapi inilah buletin terakhir yang saya dapatkan dari Ranesi. Agak sedih sebenarnya mengingat hal ini bagaimana mana tidak sedih radio kesayangan yang sudah menjadi teman lama kini harus mengucapkan selamat tunggal. Baiklah tidak mau terlena oleh kesedihan akan kenangan indah. Saya ingin membahas kembali buletin yang saya punya ini.

Halaman Muka Buletin RANESI
Buletin ini bergambar wanita cantik yang sedang mengoperasikan komputer jinjing dengan eksperesi manja! Dalam keterangan foto terdapat tulisan Hilversum. Memasuki halaman ke dua berjudul "Radio Nederland Wereldomroep Siaran Bahasa Indonesia" dalam artikel tersebut menjelaskan sepak terjang Ranesi sebagai media yang mengudara melalui gelombang pendek yang memang saat itu belum ada televisi, ataupun sambungan internet. Namun pada abad 21 inilah semuanya menjadi berubah tentu saja Ranesi mempunyai perubahan yang berarti yakni dengan memunculkan konten video dan kanal TV di websitenya. Mitra Ranesi sekarang bukan hanya stasiun radio saja tapi stasiun TV juga ikut menjadi mitra Ranesi. Metrotv Indonesia salah satunya.

Peta Dunia Sebagai Keterangan Waktu Siar
Halaman buletin ini hanya mempunyai 3 lipatan saja. Berbeda dengan sebelumnya mempunyai 4 lipatan. Buletin dengan 3 lipatan sejak buletin periode 31 Oktober sampai 27 Maret 2011. Ya inilah dampak daripada pengurangan anggaran dari kementerian budaya dan pendidikan kerajaan Belanda sebesar 70%!!!.

Halaman terakhir terdapat artikel mengenai dunia mobile atau telpon genggam. Ranesi mengundang Anda untuk berpartisipasi dengan memanfaatkan telpon genggam yang Anda punya seperti mengirimkan sms, email,  mengikuti sosial media milik Ranesi seperti YouTube, Facebook, Twitter dan aplikasi di dalam telpon genggam pintar yang hanya tersedia di apple store atau iTunes Store. Di sini Ranesi ataupun RNW memberikan medium yang paling cocok bagi Anda apakah mau menggunakan sw radio, streaming, surat, email, Facebook dll.
Halaman Dua Yang Menyambung ke Halaman Lima

Demikian semua rangkaian nostalgia buletin Ranesi yang saya dapatkan. Semoga semua ilmu dan kenangan manis ini terjaga sampai kita meninggalkan dunia yang indah ini. Tidak banyak souvenir yang saya dapatkan dari Ranesi selain buletin dan kartu pos atau QSL card. Namun sumbangan informasi dan ilmu dari Ranesi begitu besar dan mempengaruhi sudut pandang dalam kehidupan saya. Terima kasih Ranesi!.
Halaman Belakang Buletin

Buletin Ranesi 31 Oktober 2010 - 27 Maret 2011

Dua kali Kota Poso menjadi lokasi foto buletin Ranesi. Kali ini bukan orang lain yang menjadi penghias foto buletin tersebut namun reporter Ranesi yang bertugas di Poso. Ya saat itu kota Poso memang sedang bergolak dengan isu SARA. Pada buletin kali ini masih sama dengan yang sebelumnya dengan kertas ukuran HVS yang dilipat menyerupai sebuah lifleat namun kali ini kertas yang digunakan berbeda. Sekarang lebih tipis dan lebih lembut daripada sebelumnya. Oh ya judul buletin Ranesi berubah dari sebelumnya "Pedoman Acara dan Frekuensi"  menjadi "Panduan Frekuensi Ranesi". 

Internet semakin hari semakin disenangi oleh para pendengar Ranesi maupun semua orang yang ingin mendapatkan akses cepat kilat. Dalam hitungan detik kita bisa mengirimkan berita melalui email ataupun pesan Yahoo Messenger yang kala itu sangat popular. Ranesi sebagai pusat informasi tidak mau ketinggalan zaman dengan media sekelasnya seperti BBC maupun VOA atau radio tentangga sebelah DW. Internet Streaming telah diperkenalkan Ranesi kepada semua pendengar melalui radio maupun lewat buletin ini. Semakin tahun Ranesi ternyata memgembangkan sayap ke dunia digital terlihat dalam artikel di halaman ke dua yang menjelaskan tentang siaran digital Ranesi di ITunes dan siaran Podcast. Ada acara baru yakni E-NL mengetengahkan kehidupan sehari-hari orang di Belanda dan Eropa, sejarah Indonesia dan Belanda,  sosial dan ekonomi.
Halaman 3-5 terdapat jadwal siaran, frekuensi dan jangkauan satelit tidak ada persiapan dalam halaman tersebut. Berlanjut ke halaman enam ternyata artikel mengenai E-NL masih nyambung di halaman ini. Oh ya acara ini dipandu oleh Jean Van De Kok, Yanti Mualim, dan Joss Wibisono. Acara milik Barry Muchtar sekarang berganti nama namun masih memiliki dan mengandung hal yang sama sebelumnya hanya menyingkat saja dari Masyarakat Multikultural menjadi MM (Manusia dan Masyarakat) acara ini sekarang bukan dipandu oleh Barry Muchtar saja namun sekarang oleh Prita Riyadhini dan Junito Drias.

Siapa yang tidak tahu tentang Facebook dan twitter saat itu?  Hampir semua anak muda mempunyai akun sosial media tersebut bahkan orang tua yang melek teknologi pun mempunyai akun sosial media tersebut. Untuk mempermudah komunikasi antara penyiar dan pendengar Ranesi akhirnya akun Facebook dan twitter Ranesi dibuat. Dalam buletin ini tidak ada jadwal ataupun susunan acara.