Selasa, 13 Juni 2017

Kenangan Bersama VOM Kuala Lumpur

Saya pikir Radio Suara Malaysia atau VOM dan Voice of Islam masih menyiarkan program acaranya di gelombang pendek atau SW ternyata sudah menjadi almarhum sejak tahun 2011. Tidak banyak kenangan dengan radio ini karena memang jarang mendengarkan hanya beberapa menit saja kalau memang siaran radio besar (NHK,CRI,BBC,RNW) mengalami penangkapan siaran yang buruk.  Tapi kadang kala saya mendengarkan Voice Of Islam yang masih dalam satu keluarga dengan VOM.
Halaman Depan Jadwal Acara dan Frequensi VOM

Voice Of Malaysia lahir pada 15 Februari 1963 di Kuala Lumpur disiarkan dalam Bahasa Indonesia, Mandarin dan Inggris. Program bahasa Thailand, Tagalog, Arab dan Bahasa Melayu memulai siaran pada tahun 1970. Siaran bahasa Indonesia mengudara dalam durasi sekitar 3 jam. Lumayan panjang untuk siaran international biasanya siaran SW paling pendek 15 menit seperti Radio Thailand tapi rata - rata 1-2 jam siaran.  Mungkin bahasa Indonesia sangat penting bagi Malaysia sehingga jam siaranya panjang.

Peta Jangkauan VOM
Voice Of Islam yang merupakan anak usaha dari VOM memulai siaran dalam Bahasa Melayu dan Inggris.  Isi program dari VOI selain membahas soal agama Islam juga tentang kebudayaan Islam di Malaysia. 

Karena tidak banyak kenangan saya tidak bisa banyak mengetik di sini. Salam.
Jadwal Acara dan Frequensi Siran Bahasa Indonesia

Bulletin Sumbangsih NHK Seksi Melayu Edisi Musim Luruh 2006

Masih ingatkah teman - teman sekalian bahwa NHK radio pernah mempunyai seksi siaran bahasa Melayu?  Semoga masih ya. Memang ada beberapa seksi siaran bahasa yang dihilangkan di NHK radio dikarenakan NHK l ingin mengembangkan isi acara televisi dan jangkauan NHK TV ke berbagai negara. Dari sekian seksi bahasa yang dihilangkan dari NHK salah satunya siaran bahasa Melayu ini. Untuk siaran di wilayah ASEAN memang NHK radio mempunyai andil besar karena hampir mempunyai devisi bahasa dari kesepuluh negara Asean.

Halaman Muka Bulletin Sumbangsih
Saat itu (2006) NHK siaran bahasa Melayu, Italia, Jerman dan Swedia akan mengakhiri siarannya di NHK untuk selamanya pada Oktober 2007. Tentunya ini sangat menyedihkan bagi semua pendengar setia termasuk saya sebagai pendengar NHK siaran bahasa Melayu.  Saya sendiri selalu mendengarkan NHK bahasa Melayu setelah atau sebelum mendengarkan NHK siaran bahasa Indonesia. Walaupun sama dalam hal isi berita dan ulasan namun bahasa yang disampaikan dan orang yang menyampaikan berbeda jadi saya tertarik mendengarkan kedua - duanya.

Perkenalan beberapa penyiar baru
Dalam kenangan ini saya ingin menampilkan bulletin sederhana yang telah diterbitkan oleh NHK bahasa Melayu pada akhir 2006. Bulletin ini diberi judul SUMBANGSIH dengan 6 halaman dicetak bolak - balik dengan jenis kertas HVS yang tebal dan berwarna merah jambu. Halaman pertama berisi sekapur sirih yang berisikan penjelasan tentang musim gugur yang indah dengan warna daun yang berwarna - warni. Akhir paragraf menjelaskan bahwa tiga penyiar diantaranya Nani Suria Shoaib, Zuhilmi Zulkifli dan Nuratfina Azamir yang menyelesaikan masa tugasnya di NHK siaran bahasa Melayu pada bulan Maret 2006.  Begitu pula penyiar baru sudah memulai tugas mereka.

Perkenalan penyiar baru
Halaman 2-6 berisikan perkenalkan penyiar baru diantaranya Wan Nurhazwani Wan Zakaria, Rahmat Faiez Romzan, Nur Adlin Binti Mohamad Shakri, Syaril Azrad MD Ali, Mayumi Minami, dan Abdul Halim Ghafar. Kebanyakan dari penyiar baru itu adalah mahasiswa yang sedang belajar di universitas di Tokyo.

Perkenalan penyiar baru
Coretan penyiar menjadi isi dari halaman 7 dan 9 yang menceritakan penyiar Noor Azlin Azlan yang bertemu dengan 51 pelajar Malaysia yang datang ke Tokyo untuk persembahan dalam festival. Diakhiri halaman bulletin terdapat pengumuman resmi mengenai akan berakhirnya siaran bahasa Melayu dan siaran bahasa lainnya. Dalam paragraf yang sedih itu memuat alasan kenapa NHK menghapus beberapa siaran radionya.

Pengumuman masa akhir siran bahasa Melayu
Saya juga sempat berkirim surat ke NHK siaran bahasa Melayu walaupun tidak sesering mengirimkan surat berisikan pantauan siaran NHK siaran bahasa Indonesia.  Beberapa kartu pos dan kartu QSL saya dapatkan dengan senang hati.  Sayang sekali saya belum pernah memenangkan kuis atau sayembara di NHK bahasa Melayu sehingga souvenir yang saya dapat hanya sebatas kartu pos dan kartu QSL.

Demikian sekilas nostalgia dengan mendiang NHK siaran bahasa Melayu semoga selalu menjadi kenangan manis dalam hidup yang sekali ini. Salam.

Sabtu, 10 Juni 2017

Learning Javanese: Travelling

For me travelling is my breath because every step and walk feel in heaven.  How about you? Okay in every tribe has culture of travelling let's to know about Javanese.

Arep plesiran meng endi sampeyan? - Where you will go in holiday?
Aku arep plesiran meng pesisir - I will spend my holiday in the beach.

Plesiran = Travelling
Lunga = Go
Prei = Holiday
Pesisir = Beach
Gunung = Mountain
Kemah = Camping
Mancing = Fishing
Laut = Sea
Penginapan = Home stay
Hotel = Hotel
Karcis = Tickets
Pagelaran = Festival
Panganan = Culinary
Kamera = Camera
Tempat Tuker Duit Asing = Money Changer
Wong lokal = Native
Nyebrang laut = Cruise
Gua = Cave
Curug/Grojogan/Coban = Waterfall
Taman Nasional = National Park
Alas = Forest
Puncrit = Peak of Mountain
Gurun = Desert
Kali = River
Bendungan/Dam = Dam
Bakau = Mangrove
Kebon Binatang = Zoo
Pulo = Island
Pasir Putih = White Sand
Pesen/Reservasi = Reservation
Terminal = Bus Station
Stasiun = Railway station
Madang = Eat
Nginum = Drink