Postingan

Indomie Hype Geprek Ayam VS Mie Sedaap Korean Spicy Chicken

Gambar
Bungkusnya mirip-mirip, bisa saja orang salah pilih kalau gak cermat bacanya. Namanya rival selalu menyama-nyamakan kayak Indomaret dan Alfamart aja ya, tapi itulah dunia. Kali ini seperti judul di atas saya akan mengulas dua rival dunia permieinstanan. Sudah tahulah ya kalau indomie memang mempunyai pangsa pasar mie instan yang cukup banyak di Indonesia, sementara Mie Sedaap dibelakangnya sebagai produk rival. Setiap produk mempunyai karakter rasa yang berbeda dan tentunya mempunyai fans tersendiri. 

Dari ke-dua produk ini sepertinya ada 'perang' rasa pedas, jadi yang menjadi 'jualan' utamanya yakni kepedasan. Soal varian rasa saya kira tidak terlalu jauh beda karena masih sekitaran rasa daging ayam! Cuma bumbunya saja sedikit berbeda berhubung yang diangkat dalam produk ini ada yang mengajukan kuliner Nusantara sementara, satunya lagi membawa rasa negri gingseng. 
Yok kita mulai perbandingan-nya, Saya kira mulai dari Mie Sedaap dulu ya!
MieSedaap Korean Spicy Chicken

Curug Badak Batu Hanoman Di Tasikmalaya

Gambar
Aku bingung mau nyebut ini liburan dadakan atau liburan bulan Agustus, tapi itu bukan hal penting untuk diperdebatkan. Tapi nyatanya liburan kali ini sangat singkat dan tanpa rencana apapun, maklum saja 'acara' ini spesial untuk 'goodbye moment' dengan saudara dekat. 
Dadakan itu berawal dari percakapan singkat saja di aplikasi populer WhatsApp dengan saudara dekat tersebut, awalnya sedikit mikir soal duit sih, tapi namanya saudara jadi prioritas utama terlebih dia akan pergi untuk belajar di ibu kota budaya Jawa (Yogyakarta). Tak mau meninggalkan peristiwa langka tersebut tentunya kocek harus dirogoh untuk sebuah tali persaudaraan agar semakin panjang dan kuat. 

Curug kembar atau penganten bisa dibilang begitu karena ada dua air terjun yang mengalir di tebing yang sama, hanya beda 4-5 meter saja jaraknya. Namanya juga penganten pasti ada besar dan kecil, jadi dua curug itu tidak sama persis untuk debit air yang mengalir ataupun derasnya air yang tumpah dari atas tebi…

Pangandaran Kite Festival 2019

Gambar
Pangandaran adalah salah satu Kabupaten termuda di Jawa Barat dengan segudang tempat wisata yang menarik. Mulai dari pantai, kampung wisata, sungai, dan budayanya semua tersedia dalam daftar menu wisata di kabupaten ini. Pesona Pangandaran memang sudah terbangun di mata percinta plesiran sejak dahulu kala, bahkan sejak zaman kolonial. 
Menurut sejarah Pangandaran sudah menjadi cagar alam, berikut kutipan dari Wikipedia Indonesia "Pada tahun 1922 penjajahan Belanda oleh Y. Everen (ResidenPriangan) Pananjung dijadikan taman baru, pada saat melepaskanseekor bantengjantan, tiga ekor sapi betina dan beberapa ekor rusa. Karena memilikikeanekaragaman satwa dan jenis – jenis tanaman langka, agar kelangsunganhabitatnya dapat terjaga maka pada tahun 1934 Pananjung dijadikan suaka Alam dan suaka margasatwa dengan luas 530 Ha. Pada tahun 1961 setelahditemukannyaBungaRaflesia padma status berubah menjadi cagar alam. Dengan meningkatnyahubunganmasyarakat akan tempat rekreasi maka pada tahun 1…

Review Sepatu Gunung SNTA

Gambar
Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door. Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli. 
Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki. 
Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal (2016) mendaki hingga hari ini (2019)…

Bisunya Raja Pati

Gambar
Bisunya Raja Pati
Panyol tak pernah tahu apa pikiran masyarakat desanya, terlalu berlebihan jika memikirkan mereka satu persatu. Tekadnya hanya menguburkan jenazah yang masih ditutup jarik batik motif parang.
“Yu, mayit mau dikuburna nang endi?” Suaranya lirih kepada wanita duduk di depan mayit. Lama tak ada jawaban, hening tanpa satu vokal huruf pun yang keluar dari mulut wanita itu. Panyol terdiam kembali tanpa memberikan kata-kata, dia takut melukai hatinya.
Awan berjalan cepat ke arah barat daya hingga bertumpuk-tumpuk menjadi sebuah gumpalan hitam, suasana kampung semakin bisu bagai hutan tanpa kera. Aura mistik selalu muncul saat anak manusia meninggalkan jasadnya, hingga burung koak mencuri tahu siapa yang meninggal. Suara parau koak adalah misteri tersendiri bagi masyarakat kampung Kubangpari, bukan hanya suaranya arah terbangnya pun menjadi tanda. Ya sebuah tanda kematian.


Kampung masih membisu dan enggan menggerakan apapun, hanya Panyol saja yang mampu bergerak kesana kemari dem…

Perjalanan Ke Timur

Tulisan ini pernah dibacakan penuh di bulan puasa hingga setelah lebaran tahun 2019 di Radio Taiwan International seksi bahasa Indonesia.

Perkenalan kembali saya Indra Sukmana pendengar lama yang telah lama tidak mendengarkan RTISI sejak 2010 sampai awal 2019. Semoga pintu RTISI selalu terbuka untuk semua pendengarnya. Saya tertarik sekali untuk berbagi cerita di acara kak Maria, saya juga sempat iri dengan pendengar lainnya seperti Liana Safitri, Waluyo Ibn Dischman dan Rudi Hartono yang sering kirim ulasan buku. Mereka membuatku tergugah untuk menulis apa saja.
Berbeda dengan yang lainnya, di sini saya ingin berbagi pengalaman saya saat merasa “hampa” dalam kehidupan. Kehampaan itu saya isi dengan perjalanan ke timur Indonesia dengan jalur darat. Cerita pengalaman ini saya akan bagikan dalam beberapa subjudul berdasarkan pulau yang disinggahi.
Singkat cerita saya adalah seorang karyawan swasta di perusahaan besar di Jakarta. Dengan gaji lumayan dan kehidupan yang mudah di Jakarta tern…

Ulasan Cerpen Rijsttafel Versus Entrecôte Karya Joss Wibisono

Tulisan ini pernah dibacakan pada acara Baca Buku Radio Taiwan International seksi bahasa Indonesia.Rumah Tusuk Sate Di Amsterdam Selatan adalah sebuah judul buku dan juga judul dari cerita pendek (cerpen) yang ada di buku tersebut. Buku yang berisi lima judul cerpen ini dikarang oleh Joss Wibisono, seorang wartawan dan pelajar di Belanda. Beberapa buku telah ditulis, dicetak dan dipasarkan di Indonesia salah satunya Saling-Silang Indonesia Eropa.Buku dengan kulit berwarna hitam putih dan bergambar dua orang Belanda yang sedang mencetak stensil, di bawahan-nya ada nama pengarangnya "Joss Wibisono". Buku ini cukup ringan karena menggunakan kertas jenis books paper. Isi halaman berjumlah 149 belum termasuk daftar isi dan yang lainnya. Dari ke-lima judul cerpen umumnya membahas percintaan, sosial, budaya, politik, LGBT, dan sejarah.Hanya ada satu judul cerpen saja yang tidak mempunyai refrensi buku, hal ini mengungkap bahwa cerpen yang dikarang Pak Joss bukanlah cerpen yang ser…