Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah 1001 Malam Jilid 4

Postingan terbaru

Kissah 1001 Malam Jilid 3

Merupakan jilid tertebal ke-2 setelah beberapa jilid dengan ketebalan yang cukup menguras hari dalam sebulan membaca. Untuk membaca buku setebal 400 halaman lebih, baiknya dibaca di meja baca di rumah dengan perlakuan khusus agar buku masih dalam keadaan sehat. Buku dengan ketebalan lebih dari 400 jalan sangat rawan rusak terlebih pada punggung buku yang banyak menopang lembaran halaman. Dan balik lagi pada pencetak buku tersebut, apakah dalam kategori baik atau penjilidan yang ngasal.  Memasuki malam ke-129 Jilid ini terbentuk dan mencipta dari dongeng ke dongeng. Adapun isi daripada cerita bertajuk Hikayat Tajul Muluk dan Sayyidah Dunya hingga malam ke-173. Pada hikayat ini saya baru sadar ada desir percintaan sesama lelaki pada halaman 115. "Kemudian, keduanya mencium tangan kepala pasar dan berjalan hingga sampai ke toko. Keduanya amat menghormatinya, sebab ia adalah sesepuh pasar dan telah berbuat baik dengan menyediakan toko buat mereka berdagang. Saat kepala pas...

W.R Van Höevell Bercerita Hindia Belanda Abad Ke-19

Merupakan buku ke-5 dari Project Junghuhn karya terjemahan Kang Maliek Arrahim. Dari keseluruhan karya Kang Maliek rata-rata mengenai Junghuhn, seorang geolog termasyhur di Eropa dan di Hindia Belanda pada eranya. Sejauh ini alam Hindia Belanda masih menjadi topik karya Kang Maliek, walaupun sebelumnya beliau telah melahirkan beberapa buku tentang tanah gambut. Buku ini terdiri dari 12 judul cerita terkandung, seperti pada judulnya.  Pedati sebagai konsep slow living  "Baru saja mulai, tahu-tahu sudah di akhir!  Tidak, silakan saja kalau Anda menginginkan hidup yang seperti itu. Aku lebih memilih pedati yang ditarik oleh kerbau yang lamban, langkah demi langkah, menyusuri jalan yang panjang. Aku ingin menghabiskan hari-hariku seperti itu. Setidaknya, kita punya waktu untuk menikmati hidup, serta tidak terlalu cepat bosan dengan segala kesenangan yang ditawarkan bumi kepada semua orang yang berbudi". Van Höevell sangat mengagumi pedati bermesin kerbau, berjalan...

Kisah 1001 Malam Jilid 2

Tiada hari tanpa hikmah dari dongen klasik Timur Tengah, setiap malamnya mempunyai hikmah yang diambil oleh siapapun yang membacanya. Pada jilid ke-2 terkandung banyak cerita, namun cerita paling panjang berada di akhir buku yakni Hikayat Raja Umar an-Numan. Hikayat tersebut memborong 346 halaman dari total halaman jilid 2 sebanyak 480 halaman.  Hikayat Raja Umar an-Numan sungguh membuat hati pembaca merasa iba pada kisah dari Pangeran Dhau'ul Makaan & Putri Nuzhatuz Zaman, dimana kedua kakak beradik berpisah dalam kondisi sengsara, terlebih-lebih kisah pangeran Dhau'ul Makaan yang ditolong oleh seorang tukang sampah di Baitul Maqdis. Selain itu ada bagian yang membuat turun naik desir darah saat membaca akhir halaman, karena di situ ada peperangan antar pasukan Islam dan Kristen yang silih berganti menang dan kalah. Hingga akhirnya pasukan Islam menjadi pemenangnya. Penggalan cerita erotis pun terdapat di jilid 2, disuguhkan dalam bahasa yang apik nan membara. ...

Kisah 1001 Malam Jilid 1

Enam bulan sudah delapan buku teronggok di pojokan meja belajar, dua kali mondar-mandir dus dan ditutup kresek sampah demi kertas tak rusak karena renovasi rumah. Sungguh hal yang membuat greget bagi para pecinta buku, buku yang disebut daging teronggok seperti membusuk terbawa derasnya detik menghujam usia.  Kisah 1001 Malam adalah warisan sastra dunia, hampir setiap sastrawan paham apa itu 1001 Malam. Berbagai kisah dari seluruh sastrawan dunia pun kadang terinspirasi dari 1001 Malam yang sangat menakjubkan. Sungguh. Terlahir pada zaman kejayaan Islam tepatnya pada abad pertengahan, zaman kekhalifahan Abbasiyah. Jilid I berisikan banyak cerita yang dibagi dalam beberapa babak (malam), Syahrazad sebagai pencerita kepada raja (suaminya) Syahrayar. Cerita 1001 Malam adalah upaya cerdik dari Syahrazad dan Dunrazad (adiknya) untuk menghentikan penjagalan pada setiap istri dari raja Syahrayar. Awal cerita Syahrayar dikhianati cintanya oleh permaisuri yang berzinah degan bud...

Anak Rusa Mencari Tuhan: Novel Filsafat Khusus Kanak-kanak

Sejauh ini masyarakat masih terkagum-kagum pada novel filsafat seperti Dunia Shopie, salah satu novel filsafat paling dahsyat sedunia. Dunia Shopie menjelaskan apa itu filsafat secara sederhana melalui sebuah cerita. Kali ini saya mempunyai novel filsafat juga, tapi bukan perkara menjelaskan cabang ilmu filsafat dalam sebuah novel. Melainkan paada sebuah makna hidup, keberadaan, ketuhanan, dan banyak lagi.  Novel yang didedikasikan untuk kanak-kanak dan remaja awal. Cerita yang terkandung merupakan saduran dari karya besar Ibn Thufail seorang ilmuwan, filosof dan dokter kelahiran Andalusia. Judul aslinya Hayy bin Yaqzhan disadur dengan bahasa yang mudah dan enak oleh Sabine Wassenberg dan Kamel Essabene diterbitkan di negeri Belanda. Di sana buku ini disambut dengan baik oleh masyarakat, bahkan mendapatkan penghargaan Ludoq Prize 2022 dan Berrie Heesen Prize 2023. Sungguh antusiasme pada karya klasik peradaban Islam mulai bangkit kembali di tanah Eropa.  Berawal da...

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Menjelang ramadan berbagai upaya untuk mensucikan, mengistimewakan bulan suci mulai dipetakan seperti uninstall aplikasi media sosial, rencana-rencana tarawih keliling ke setiap masjid beda organisasi keagamaan hingga membeli buku sebagai 'bekal' sebelum dan saat ramadan. Diantara rencana tersebut ada satu yang sudah dilakoni yakni membeli buku spiritual dan keagamaan khususnya Islam. Buku yang saya beli dari market place dan dikirim   dari Malang - Jawa Timur, buku ini termasuk sangat murah. Mungkin karena halamannya hanya 50 lembar saja, sungguh cukup tipis. Cukup 15.000 rupiah buku tersebut sudah menjadi milik kita, sangat murah. Jangan lupa ini kondisi baru ya! Buku ini merupakan terjemahan dari Hayy Ibn Yaqzan karya Ibnu Sina, seorang filsuf, sastrawan, dokter dan berbagai profesi keilmuan yang disematkan padanya. Buku tersebut diterjemahkan oleh Lutfi Mardiansyah dan diterbitkan Penerbit Pondok Pesantren Al Ma'aarij Sumedang, sungguh saya kagum pada pesantrèn yang tel...