Postingan

Peribahasa Dan Seloka Bahasa Jawa : Tambahan

Budayarda - Serakah.

Gedhana gedhini - Dua saudara laki-laki satu perempuan.

Kuwangon nora nguwangi - Orang memondok/ngontrak.

Melik gendhongane lali - Karena besarnya keinginannya sehingga hatinya lupa berbuat baik.

Nulung menthung - Kelihatannya menolong seseorang tapi sesungguhnya membuat menderita seseorang.

Ngundang singanting andaka - Menantang orang yang sedang marah.

Oleh kepyak ora nglontor - Mendapatkan kehormatan namun hidupnya kekurangan.
Opor adhem endhas pandhe - Pekerjaan pandai besi.

Wayuh kendil (temah nista) - Orang tidak berada/kekurangan tetapi mempunyai istri dua.

Wirang waragad - Malu mengeluarkan uang untuk menebus barang yang disita.

Wong adhukung lumpang kentheng - Orang berpenghasilan sedikit mempunyai istri bangsawan.
Sumber: Mardiwarsito, L.1992.Peribahasa Dan Saloka Jawa.Jakarta:BalaiPustaka

Peribahasa Dan Seloka Bahasa Jawa : Y

Yatnayuwana lena kena - Berwaspada untuk selamat, lengah tewas.
Yiyidanmunggwing rampadan - 1 Pelacur menjadi orang baik-baik/Penjahat menjadi orang baik. 2 Orang rendah/hina bekerja di tempat priyayi.
Yoga angangga yogi - Sahabat berlaku guru.
Yumana mati lena - Orang yang baik hatinya mendapatkan kecelakaan karena kurang hati-hati.
Yuyurampungambarongronge - Orang yang sudah lemah dan malang namun rumah tangganya masih kuat dan bahagia.
Yuyutankajali tangan - Perundingan yang sudah matang tidak segera dilaksanakan akhirnya terbengkalai.
Sumber: Mardiwarsito, L.1992.Peribahasa Dan Saloka Jawa.Jakarta:BalaiPustaka

Peribahasa Dan Seloka Bahasa Jawa : W

Wadhuk beruk - Orang yang suka makan, tidak ada kenyangnya.
Walat tambang - Orang menambat ternak orang lain, didakwa ternaknya melanggar anak kecil/makan tanaman.
Wastra bedhah kayu pokah - Orang luka dan patah tulangnya.
Wastra lungsed ing sampiran - Orang pandai tidak terpakai dalam pekerjaan.
Wangsa gereh - Mengerjakan pekerjaan secara bergantian.
Wangsa amindha mintaya - Orang yang melakukan pembunuhan di tanahnya sendiri.
Watang angodhe - Orang menggugat, lalu mengusulkan gugatan lagi.
Watang bubuken - 1 Terhentinya gugatan karena si penggugat sakit. 2 Tidak jadi menggugat karena sakit.
Watang putung - Gugatan terhenti lantaran si penggugat pergi.
Watang temper - Gugatan terhenti lantaran si penggugat meninggal.
Watang tuna - Gugatan yang tidak benar.
Wawalan banda - Bermusuhan dengan orang dhaif/lemah.
Wedang lelaku tumper cinawedan - Orang panas, dihindari oleh temannya sendiri.
Wedi ing wayangane dhewe - Orang yang berbuat tidak baik merasa ketahuan banyak orang hantinya was-was.
Wedi rai …

Peribahasa Dan Seloka Bahasa Jawa : U

Ubaya saksi - Orang berjanji akan memberikan hadiah kepada saksi.
Ubut saksi - Orang berperkara tanpa tampik saksi.
Ujare wong papasaran - Berita yang tidak karuan asalnya, hanya seperti ucapan orang banyak di pasar.
Ulamaranigathik / gebug - Orang yang sengaja mencari kesusahan.
Ulangancumbon - Orang yang suka minggat, pulang sebentar, minggat lagi.
Ulat madhep ati karep (arep) - Orang yang memang ingin, lalu diberi.
Ula-uladawa - Segala sesuatu yang melantur berkepanjangan.
Undhakingpawartasudaning kiriman - Sebuah kabar atau berita yang kurang atau lebih dari kenyataanya.
Undhaking pawarta sundaningtitipan - Sebuah kabar atau berita yang kurang atau lebih dari kenyataanya.
Ungak-ungak (ngungak-ungak) - Menjajaki kepandaian atau kekayaan seseorang.
Upayaprebeda - Orang yang tidak memenuhi janjinya.
Upaya saksi - Bersaksikan sanak-saudara atau saksi buatan.
Usung-usunglumbung - Orang bersama-sama bergotong-royong mengerjakan sesuatu pekerjaan.
Uthik-uthik macan dhedhe - Orang membangkitkan amarah…

Peribahasa Dan Seloka Bahasa Jawa : TH

Thak-thakan kaya klothak - Orang yang banyak tingkah dan suara.
Thak-thuk kaya ki drepa - 1 Orang yang mengaku barang bukan miliknya sebagai barang miliknya. 2 Mengerjakan sesuatu pekerjaan yang bukan menjadi tugasnya.
Thang-theng kaya tawon boni - Orang yang selalu mondar-mandir.
Tha-thir kaya manuk ngunjal - Orang yang mengangkut atau membawa barang sedikit demi sedikit.
Thathitngimauntit - Orang bangsawan memperlihatkan keluhan bangsawannya.
Theruk-therukkeklumpuk - Orang yang hanya duduk di rumah tidak bekerja mendapatkan keuntungan.
Thikaume - Orang yang mempunyai kepandaian diajarkan ke luar negri.
Thing-thing - thing-thing kerik - Orang mengerjakan barang sesuatu sedikit demi sedikit karena kekurangan biaya.
Sumber: Mardiwarsito, L.1992.Peribahasa Dan Saloka Jawa.Jakarta:BalaiPustaka

Peribahasa Dan Seloka Bahasa Jawa : T

Talebak-talebik - Tidak merata.
Tamba kangen - Segala tinggalan orang yang akan berpergian.
Tamba kesel - Berbagi makanan untuk orang/tamu yang datang dari jauh.
Tambal butuh - Barang sesuatu sebagai pengganti barang lain yang diperlukan.
Tambang parantian - Tidak karuan tempat tinggal dan rumahnya.
Tambung laku - Perbuatan samar/mata-mata; pura-pura.
Tantan (tahan-tahan) tuman - Tahan terhadap sesuatu hal karena telah biasa.
Tan wrin baya - Orang menghunus senjata tajam di jalan sehingga mengenai orang lewat.
Taruh niteh cute - Orang yang mendapat malu.
Tatarapan raja pepati - Orang tertuduh membunuh tidak terbukti.
Tebah tembung - Orang yang mempunyai permintaan memberitahu dahulu.
Tebu sauyun - Kesatuan dengan saudaranya.
Tebu wuluh socane - Orang yang memegang kekuasaan pengadilan.
Tekek mati ing ulone - Orang yang mendapat kesusahan karena ucapannya sendiri.
Tembangrawat-rawat - Berita yang belum jelas.
Tengu mangan brutune - Orang yang dipercaya menjaga barang akhirnya diambilnya.
Tepa selira -…

Peribahasa Dan Seloka Bahasa Jawa : Se - Su

Sekul urup - Salah paham.
Sembranaparikena - Bercanda dengan penuh maksud.
Sembur-sembur adas - Banyak orang yang memuji/harapan, barang kali ada yang terkabul.
Semut marani gula - 1 Orang yang berusaha mendapatkan barang sesuatu untuk dimiliki. 2 Orang yang berusaha mendekati orang kaya.
Semut gadu gajah - Orang kecil mengadudomba orang kaya.
Sendhangkaapit ing pancuran - Tiga saudara, dua lelaki satu perempuan.
Sendhen kayu aking - Orang yang digugat bersandar pada orang mati.
Sepi abawarena - Orang menggugat tanpa saksi dan bukti.
Sepi abaya tara - Melaporkan perkara ke perdata tanpa surat.
Setan anggawa eting - Suka mengadudomba.
Setan katon - Suka mengadudomba.
Setan nunggang gajah - Orang yang hanya mencari enak sendiri.
Sidhakep/sedhakep (a)ngawe-ngawe - Orang yang berniat menghentikan kebiasaan buruk tapi ragu-ragu.
Sidhemkababar - Pencuri tertangkap basah.
Sidhem kanginan - Menyembunyikan penyakit.
Sidhemmadhemdhem - Peristiwa pembunuhan dilaporkan setelah jenazah dikuburkan.
Sidhem magagar