Postingan

Nyicipi Cempedak

Gambar
Janeh pernah nyicipi sing jenenganè cempedak kur wujudè gue wis digoreng. Nyicipi 5 tahun mbien nang umahè kancanè nang Jonggol. Kerna wis suwe banget tur anu digoreng dadi ra paham rasanè kepriwe. Syukur alhamdulillah dina wingi (20/2/18) bisa tuku Cempedak nang Karangkamulyan. Masalah rega ra khawatir soalè anu lagi panen dadi murah.
Rega sekilo sekitar 12000 perak, wingi aku tuku rong kilo. Dienyang nganti ulih 20000 perak. Lumayan dadi murah. Jalaranè dimurahna anu ra ana jujul dadi diwai sing cilik. Alhamdulillah. Wilayah Karangkamulyan memang anu tempatè buah-buahan, wingi bae pas aku lunga pit-pitan meng Karangkamulyan weruh akeh mbanget wit buah-buahan sing ago pada woh misalè bae wit dukuh, kokosan, cempedak, duren, karo rambutan. Jan bagja temen yah wong Karangkamulyan.
Cempedak yague buah-buahan sing esih sedulur karo nangka, sukun ya karo buah-buahan jenis Moracae. Jarè Wikipedia buah gie memang asli sekang wilayah Asia Kidul Wetan. Jadi wong Indonesia atawa wong Thailand…

Bersepeda Ke Ciungwanara

Gambar
Tepat sehari yang lalu (19/2/18) saya merencanakan dengan matang untuk menjelajah ke kawasan barat dari Banjar. Wilayah barat Banjar sendiri belum pernah sama sekali dijajaki dengan Si Apang (Sepedaku). Entahlah sebab keenganan untuk menjelajah wilayah itu, mungkin karena saking banyaknya tanjakan yang curam ataupun track yang cukup banyak kendaraan besar, ya itu semua salah satu faktornya. Rencana ini sesungguhnya sudah ada setahun yang lalu hanya saja niat selalu gugur karena ingin menjelajah ke wilayah timur maupun selatan Banjar.
Pagi terlanjur menua dengan ditandai oleh suhu lingkungan yang mulai naik dikarenakan posisi matahari yang sudah berubah. Cukup cerah dari hari biasanya yang selalu mendung dan hujan. Ya merupakan keberuntungan tersendiri bagi saya yang belum menunaikan hajat ini. Kali ini ada teman baru yakni Ae (Nama Gelap) tetangga sebelah yang sama-sama pengangguran yang menyukai bersepeda maupun olahraga lainnya. Sebelumnya Ae sudah saya "training" bersepe…

Berkemah Di Sawah

Gambar
Kami sangat hangat saat itu, awal Februari.
Rylo, Gingin dan Saya berencana untuk membuat kemah di tengah pesawahan yang sedang menghijau, tepatnya di pesawahan belakang rumah saya, Kubangpari Kulon. Perencanaan ini hanya sebatas small talk sehabis pesta durian, malam itu. Beruntung rencana yang sekedar basa-basi akhirnya terjadi. Berbekal peralatan kemah sederhana yang saya dan Rylo punyai seperti tenda dome, satu lampu petromak, dua tiker, satu sleeping bag dan satu selimut.
Peralatan sederhana itu kami boyong ke gubug di tengah pesawahan. Memang tidak ada lahan khusus untuk mendirikan kemah hanya saja ada lahan cukup luas yang sangat pas dengan ukuran tenda yang kami bawa. Jadi kami mendirikan tenda di tengah gubug!!! Yang penting berkemah hahahaha.

Tenda sudah siap dipakai tentu saja kami yang sudah kenyang dengan bakso, durian dan biji durian bakar merasa butuh istirahat. Tak ada percapakan panjang di malam ini kecuali Gingin yang cukup lama menelpon sang kekasih. Saya sendiri m…

Dikembalikan

Gambar
Dua hari yang lalu perasaan berkecamuk entah karena apa?! Tapi saya yakin firasat ada yang kembali mengusik pola pikir dan ketenangan hati. Terutama  pasca dihilangkaannya sebuah hubungan. Pagi itu bunyi pemberitahuan telpon genggam pintar saya berbunyi agak keras. Bunyi itu saya samakan dengan pemberitahuan lainnya baik itu SMS, MMS, eMail, Facebook dan yang lainnya. Entahlah emosi kian memuncak, mungkin sudah firasat!
SMS dari kantor pos, saya terima. Isinya menginformasikan bahwa barang kiriman/paket dari SF sedang dikirim. Orang yang cukup sebulan saya tinggalkan karena masalah jati diri saya. Kini kembali dengan perantara kantor pos. Sontak semua gemetar seakan mesin waktu mengaduk kembali peristiwa manis sebelumnya yang tak mungkin orang bisa lupakan; melupakan sebuah moment tidaklah mungkin tapi menerima kenyataan lebih memungkinkan bagi setiap orang dan bahkan keharusan.
Semua data tentang SF dibedah kembali termasuk memasukan nomor hpnya dan Instagram untuk menghubungi kemba…

Istilah Alam Dalam Bahasa Jawa

Hastagbisa juga dikatakan pengelompokan katagori untuk artikel ini memang agak ruwet antara #Bahasa #BasaJawa dan #Budaya. Dari ketiga hastag untuk menandakan topik atau tema artikel ataupun bahasa yang digunakan tapi pengecualian artikel kali ini. Artikel kali ini memang akan membahas masalah Bahasa Jawa yang sudah tergerus oleh beberapa istilah dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.
Saya sebagai orang Jawa merasa tertarik, prihatin dan berharap agar Bahasa Jawa, Bahasa ibu saya lestari. Demi kelestarian itu saya akan menuliskan beberapa kosakata tentang alam yang sudah cukup dilupakan oleh orang Jawa itu sendiri. Saya maklumi berbagai pengaruh "keras" dari dua bahasa yang sangat kuat di dunia ini dan di negara Indonesia yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kedua bahasa ini memang diucapkan di sekolah, tv, radio dan lain sebagainya. Tentu saja karena terbiasa dengan dua bahasa tersebut kadang kala bahasa ibu terlupakan. 
Di indonesia sendiri banyak bahasa daer…

Kluwung

Gambar
Saban taun saban wulan pesti ana wae kosakatabasa Jawa sing ilang mbuh gue kerna pengaruh basa Indonesia sing lewih tenar atawa basa Inggris sing nduweni kuasa nang alam dunya. Wingi postingan kancaku, Pak Joss Wibisono ngunggah status lan foto gambar kluwung nang kutha Amsterdam, Londo. Janeh ra gumun-gumun nemen maring foto sing diunggah gue. Tapi sing dadi gumun yague kosakata basa Jawa sing dianggo Pak Joss.
Akeh istilah-istilah sekang alam wis keganti nang basa Indonesia misalè bae srengenge dadi matahari, wulan dadi bulan lan kosakata liannè. Kluwung dewek artinè nang bahasa Indonesia yague pelangi.
Mbien jaman aku esih cilik tah wong-wong esih nyebut pelangi karo sebutan kluwung. Perkembangan basa Indonesia memang lewih apik kenimbang basa Jawa. Tapi ayuh sedulur aja sampe anak putunè dewek ora paham maning basa Jawa.

Pembicaraan

Pembicaraan terkadang terasa penting ataupun terasa memuakan. Tradisi-tradisi perbualan yang memuakan yang sering Aku jumpai dalam kehidupan sehari-hari dalam rumah yakni perbualan pemulyaan diri dari salah satu anggota keluarga saya. Menjijikan dan membuat mual ketika seseorang berbual dengan jelas dalam pemulyaan dirinya sendiri. Perbualan ini tidak ada batas waktu yang dilakukan oleh kedua pasang suami istri ini. Terkadang terjadi saat saudara satu datang dan berakibat buih-buih membesar sampai tak terkira. Jelas saya mual mendengarnya walaupun dari saudara sendiri. Anehnya mereka kompak dalam hal pemulyaan ini! Setiap topik selalu saja dimiliki olehnya. Sebelum tidur atau waktu lainnya selalu ada. Muak!