Langsung ke konten utama

Postingan

Menghadang Nyawa dari Covid-19

Postingan terbaru

Menjemput Impian

Artikel ini pernah dibacakan di program Jurnal Maria (JM) Radio Taiwan Internasional seksi Bahasa Indonesia pada tanggal 27 September 2021.  MENJEMPUT IMPIAN "Kalau mimpi paling tidak setinggi angkasa raya, biar pas jatuh gak sampe tanah amat, paling enggak jatuh di bulan". Kalimat yang mesti direnungkan dan dijalankan, mimpi setinggi langit bukanlah ngawang-ngawang belaka jika usahanya dikerjakan dengan sepenuh hati. Impian yang tak terlalu tinggi pastinya jatuhnya gak jauh dari wilayah sekitar. Begitulah interpretasi dari kalimat di atas, kalimat yang saya dapatkan dari sebuah podcast. Kalimat ini sangat menginspirasi saya yang sedari dulu mempunyai impian yang begitu 'pendek'. Menceritakan kembali tentang impian masa kecil adalah hal yang sangat menyenangkan, bahkan bisa jadi memalukan atau menjadi komedi yang tak larut oleh ingatan. Bagi sebagian besar anak-anak pada umumnya impian atau cita-cita adalah harapan besar dengan level tertinggi untuk setiap profesi yan

Jika Jika Jika

Aku seorang manusia yang tercipta oleh Tuhan dan memang diinginkan oleh Tuhan. Dan aku mempunyai agama yang sudah merasuk tercekoki sejak kecil, kini otakku bertanya pada jika jika jika dan andai andai andai. Sejak kecil dulu aku sering berpikir soal ini hingga jembutku lebat pun masih berputar di sel-sel otak nan rumit. Seperti apa?  Aku manusia, tinggal di bumi tercipta oleh Tuhan, bumi yang luas, melihat ke atas lagi tatanan galaxy begitu luas dan hingga pada seluruh jagat tak terbatas. Ini sebenarnya apa? Tubuh besar ini dilabeli manusia, hewan yang bisa menawar. Masuk lagi pada organ, sel hingga nukleus dan pada atom. Pada partikel kecil hingga ujung tak terhingga apa maksudnya ini? Kehampaan, kosong dan ada. Jika aku Tuhan, mungkin aku akan jenuh dan merasa kesepian karena aku satu. Tidak ada teman, keluarga ataupun tetangga. Apakah Tuhan kesepian? Dan jika aku Tuhan, apakah Tuhan juga tercipta. Kenapa tiba-tiba ada Tuhan, di titik terjauh hingga hitam dan kosong apakah ada permu

Asem Kecut Gowok

"Bi War... Tuku..." "Tuku apa Yo?" "Tuku gowok limangatus Bi" "Sok ngonoh milih dewek" Gue salah siji omong-omongan aku pas mbiyen tuku gowok nang warung pinggir sekolah, aku sekolah nang MIN Kubangpari sing sa'iki ganti aran dadi MIN 4 Ciamis. Mburi sekolah meped tembokan, ana warung jajanan karo janganan, sing duwe jênêngane Bi War. Umumé bocah sekolah pada tuku panganan nang kono mbuh gue jajan pecel, bala bala (bakwan), apa jajan ciki. Bi War uga anu wong pasar dadi dèwèké doldolan janganan kaya terong, buncis, wortel, termasuk adol woh-wohan sebangsane jeruk, salak karo gowok. Gowok didol nek musimè, umumé gowok ana pas wulan Agustus, dèwèké diunduh sekang désa Sidamulih. Desa sing paling gedhé lan paling adoh nang kecamatan Pamarican, wilayahè cocok go tanduran woh-wohan sebangsane durian, dukuh, kokosan uga gowok.  Ket cilik aku seneng banget woh-wohan terutama sing kecut, jan mbiyen nek tuku gowok bisa tekan 2000 perak ata

Gowok (Kupa) Buah Kaya Antioksidan

Biji gowok berbentuk bundar pipih berwarna merah. Merah kecokelatan adalah tanda bahwa gowok sudah masak, sementara saat merah ati masih terbilang muda. Rasa asam lebih dominan dengan persentase 60%, manis dan sepat menjadi elemen rasa tambahan yang menyenangkan. Rasa asam ditengarai mempunyai kandungan vitamin C dan antioksidan yang cukup besar pada buah gowok.

Sejarah Islam Asia Tenggara Oleh Dr Hj Helmiati

1. Muslim Asia Tenggara diakui oleh para akademisi dan orientalist sebagai Islam yang moderat, damai, ramah dan toleran. Hal 18. 2. Perkembangan Islam di Asia Tenggara mempunyai beberapa fase: Fase singgahnya pedagang muslim di kawasan pelabuhan Asia Tenggara; Fase komunitas muslim di berbagai daerah Asia Tenggara dan Fase berdirinya kerajaan Islam Asia Tenggara. Hal 23. 3. Perpisahan antara kerajaan Johor Riau karena adanya traktat London dengan pembagian wilayah antara kolonial Belanda yang menguasai Riau (Indonesia) dan kolonial Inggris yang menguasai Johor dan Singapura tahun 1824. Hal 80. 4. Budaya Islam lebih ketara di Malaysia walaupun jumlah penduduk Islam Malaysia sekitar 60%, berbanding dengan Indonesia dengan jumlah penduduk Islam sekitar 80%. Malaysia terlihat lebih islami karena ada program "islamisasi pemerintahan" yang pernah terjadi pada tahun 1970-1980. Hal 118. 5. Kesultanan Malaka adalah kerajaan pertama yang menerapkan hukum Islam di wilayah semenanjung. H

Review Eau de Toilette Kahf: True Brotherhood & Humbling Forest

PT Paragon Technology and Innovation mengeluarkan produk kecantikan kembali setelah suksesnya produk kecantikan Wardah. Produk kecantikan ini dikhususkan untuk kaum Adam, dimana kaum Adam sekarang mulai tumbuh kesadaran untuk merawat dirinya sendiri. Produk tersebut bernana Kahf, produk serupa Wardah hanya saja segmen pasarnya untuk para adam-adam di Indonesia. Kahf mempunyai beberapa produk mulai dari pembersih wajah, deodoran, perawatan jenggot, perawatan badan dan rambut, juga parfum. Cukup banyak sekali produk yang dikeluarkan oleh Kahf, semuanya menonjolkan sisi maskulinitas dan juga ada unsur pembawaan islami, sama persis seperti Wardah yang mencitrakan produk tersebut sebagai hal yang islami, halal dan religius. Begitulah branding suatu produk yang menyasar kalangan beragama Islam. Tak ketinggalan setiap produk Kahf dan Wardah selalu terdaftar di MUI (Majelis Ulama Indonesia) untuk sebuah register HALAL. Cap halal inilah yang menambahkan kepercayaan masyarakat Islam