Langsung ke konten utama

Postingan

Upacara Pemberian Nama Bayi Dalam Adat Jawa

Postingan terbaru

QSL Card: Radio Taiwan International April 2020

Tanggal 2 April 2020 ini saya mendapatkan tiga surat sekaligus dari Radio Taiwan Internasional, baik seksi bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Semuanya berisikan kartu QSL cantik, ketiga amplop tersebut mengandung satu atau dua lembar QSL. Jika dijumlahkan maka menjadi lima lembar kartu QSL.

Kartu QSL Yang diterima ada dua edisi, edisi lawas dengan hidangan menu khas kereta api TRA Taiwan dan edisi terbaru 2020 berisikan hidangan kue mueh.


Kue Talas: kue ini berasal dari Distrik Dajja di Taichung, kue talas dibuat dengan cara mengisi pasta talas di dalam mentega dan memanggangnya dengan sempurna. Kue talas menjadi kudapan terpopuler di Taiwan.


Kue Nanas: kue yang manis dan kenyal dan sering dibuat dari nanas asli. Dan menjadi kudapan tersebut menjadi hadiah populer di Taiwan.


Nasi Box Makan Siang Bernutrisi: adalah pilihan pertama untuk para vegetarian. Di dalamnya terdapat rebusan kulit tahu merah, tahu krispi, gulungan rumput laut Jepang dan bumbu sayuran.


Kendhuri Njenengi Bayi

Berpetualang dengan Agustinus Wibowo Dari Titik Nol

Cerita yang tidak akan pernah habis adalah cerita yang bersumber dari sebuah perjalanan, segalanya selalu baru dan istimewa bak dongeng Seribu Satu Malam. Begitulah sebuah perjalanan yang ceritanya tiada akhir kecuali tersandung kematian. Walupun kita hidup dalam tempurung kelapa sekalipun, hidup adalah sebuah perjalanan mulai dari sperma yang bergabung dengan sel ovum berlanjut pada bayi, remaja, dewasa, menua dan diakhiri dengan sebuah kematian. Semuanya adalah sebuah perjalanan. 
Buku yang diulas hari ini adalah sebuah buku perjalanan dari seorang Agustinus Wibowo, Titik Nol. Buku perjalanan berkonsep dogeng Seribu Satu Malam, cerita persembahan Sjahrazad untuk memperpanjang umurnya yang terancam hukuman oleh raja. Titik Nol adalah buku cerita perjalanan sebagai pengantar kedamaian dari ibunda Agustinus Wibowo menuju alam kedamaian. Buku ini memang dirancang seperti buku Seribu Satu Malam dengan cerita dalam cerita, dimana Agustinus mendongeng tentang perjalanannya kepada ibunya yan…

Panik! Google Drive Memori Penuh Padahal Sudah Dihapus Dari Rubbish Bin

Saya adalah pengguna setia produk Google mulai dari aplikasi Chrome, Blogger, Gmail, Google Drive dan beberapa aplikasi lainnya. Saking mudahnya hampir semua aplikasi berasal dan (atau) terhubung dengan akun Google. Mulai dari dokumen, foto, dan backuppercakapan di WhatsApp. Tahun lalu (2017) saya mengalami hal yang menyebalkan dari produk Google ini terutama produk Google Foto dan Google Drive yang saling menyambung. Tak mau hilang memori dari sebuah foto, saya selalu backup semua foto di Google Foto. Mutlak dong jatah kouta dari Google Drive berkurang karena sering unggah semua foto hasil hunting, terlebih jatah cuma sedikit (15 Giga). Jadi mesti hemat ruang penyimpanan.
Nah, karena ruang penyimpanan cukup sempit akhirnya saya menghapus beberapa foto yang dianggap tidak memenuhi kriteria penyimpanan. Di sini saya menghapus dua kali pertama langsung dari Google Drive (Google Foto) dan kedua menghapus langsung dari kolom rubbish bin, biar gak menunggu 30 hari dihapus oleh Google. Detai…

Ulasan Buku: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Kali kedua membaca novel karya Tere Liye, si penulis kontroversial abad ini. Stigma kontroversial segera dihapus saat kita membaca karya-karyanya dan harus menghargai setiap karya yang ditorehkan. Sekalipun saya bel pernah membeli buku karangan Tere Liye, dua novel miliknya yang pernah saya baca adalah hasil pinjaman milik saudara dan teman. Dulu sempat tertarik membeli di acara Islamic Book Fair tahun 2015 di Istora Senayan - Jakarta. Berhubung ada buku dari Hella S Haassee dan sejumlah buku spiritual lainnya, akhirnya keinginan untuk membeli karya Tere Liye pupus tiada uang kembalian!.
Karya-karya Tere Liye memang dikenal sebagai cerita melankolis oleh peminatnya, dan benar saja isinya semua berisi sebuah keharu biruan. Pada novel yang berjudul Daun Tak Pernah Membenci Angin juga penuh dengan kesedihan. Berawal dari dua anak pengamen Dede dan Tania mencari sejumlah receh di atas bis kota. Dede dan Tania adalah adik berkakak yang putus sekolah karena faktor ekonomi yang menghimpit kel…

Ulasan Buku: Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Selama program preventif Pembatasan Sosial alias Social Distancing di akhir Maret 2020 sudah menghabiskan lima buku sekaligus hasil pinjaman dari Riswan Munandar. Setelah semua dibaca dan dibuat ulasan yang diketik di aplikasi Google Document dan siap diunggah, ternyata lupa tidak disimpan atau save dan hilang semua ulasan yang diketik. Syukurlah semangat untuk menulis ulasan masih ada, dan sekarang kembali.
Buku yang saya pinjam hampir setengahnya berupa novel, termasuk buku yang diulas ini. Novel berjudul Ayah - Menyayangi Tanpa Akhir karya Kirana Kejora. Novel ini cukup tebal dan mempunyai ukuran cukup besar bagi tanganku, jadi kalau dibawa kemana-mana kurang parktis. Berdasarkan informasi di jilid buku, bahwa cerita dari novel tersebut diambil dari kisah nyata. Sebelumnya ini anatomi dari novel yang ada di tanganku:
Judul: Ayah - Menyayangi Tanpa Akhir Penulis: Kirana Kejora Penyunting: Budi Darmawan Cetakan: Ke-9 tahun 2013 Dimensi: 14x21 cm, 372 halaman ISBN: 978-620-7735-46-0 Penerbit:…