Postingan

1001 Malam: Qasidah Duban Untuk Raja

Ketika Duban sampai di hadapan raja, dia menyendandungkan qasidah: Sungguh kau telah berbuat baik sebelum ku minta
Segala nikmat datangi aku, tanpa halangan apapun
Aku kukatakan bahwa yang kau lakukan padaku
Meringankan sedihku, meski memberatkanku Dia lalu menyendandungkan syair :Jangan tunjukkan dukamu semuanya
Karena segala sesuatu ada takdirnya
Senanglah dengan kebaikan saat ini
Kau akan lupa apa yang kau lalui
Karena, berapa banyak masalah yang melelahkan bagimu,
Padahal ujungnya ada yang menyenangkan
Allah, sanggup berbuat sekehendakNya Duban melanjutkan senandungnya :Tenang, dan baik - baiklah dengan segala susah hati
Karena keresahan akan hilangkan akal yang jeli
Tak ada guna mengasuh budak yang tua
Tinggalkan dia, agar kau selamat sejahtera 1001 Malam Jilid I, halaman 37.

1001 Malam: Syair Untuk Raja

Di hadapan raja Yunan, Duban bersenandung: Kemuliaan tampak, ketika seorang bapak dipanggil
Dia tentu menolak, jika bukan kau yang memanggil
Wahai pemilik wajah yang cahayanya begitu mulia, dan menghapus gulita
Wajahmu bersinar bak bulan di tengah malam
Hingga tak kau lihat wajah di zaman yang masam
Kau limpahi aku dengan segala kemuliaan
Memperlakukan kami bagai awan kepada tumbuhan
Banyak harta kau habiskan untuk mencari kemuliaan
Dan di tengah zaman, begitu banyak yang kau butuhkan 1001 Malam Jilid I, halaman 30.

1001 Malam: Syair Perbuatan Baik Dibalas Dengan Perbuatan Buruk

Nelayan tua berkata "Wahai Jin, sebenarnya aku telah berbuat baik padamu, jadi mengapa kau balas aku dengan perbuatan buruk?". Kemudian nelayan tua itu menyanyikan syair: Kami buat kebaikan, mereka balas dengan kebaikannya
Demi umurku!  Busuk nian perbuatan seperti itu
Barangsiapa berbuat baik kepada yang tak berhak
Maka balasannya adalah seperti balasan bagi yang membebaskan serigala 1001 Malam Jilid I,  halaman 26.

1001 Malam: Syair Kekesalan Nelayan

Dengan hati yang sudah dipenuhi kekesalan, si nelayan bersenandung:Memang rezeki tak tentu, kadang terurai kadang terikat
Seolah tak ada goresan pena yang memberi berkat
Zaman sering rendahkan mereka yang baik
Dan mengangkat mereka yang tak berhak
Duhai mati datanglah engkau, hidup ini sialan memang
Karena burung telah terjatuh, dan itik malah terbang
Seekor burung terbang arungi timur dan barat dunia
Sedang burung lain mendapat makan tanpa harus kemana - mana 1001 Malam Jilid I, halaman 24.

1001 Malam: Senandung Nelayan

Demi melihat apa yang didapatkannya, maka dengan muka masam nelayan tua itu bersenandung :Duhai, yang menyelam di gelap malam penuh petaka
Usah kau berpayah, rezeki tak datang karena usaha
Saat kau lihat laut, dan nelayan setengah mati kejar rezeki, sementara gemintang diam berhenti
Di tengah laut ia menyelam dan ombak datang menampar
Tidur lelap di malam hari baru jika banyak ikan didapat, sampai penuh pangganganya
Dibeli oleh dia yang malamnya hanya tidur lelap
Tak rasakan dingin dengan segala berkah yang lengkap
Mahasuci Tuhan, membuat kaya si ini, membuat miskin si itu
Si miskin ini mencari ikan, si kaya itu tinggal menyantap 1001 Malam Jilid I,  halaman 23.

1001 Malam: Lantunan Syair Pedagang

Jin itu kemudian menarik tubuh si pedagang kaya dan menghempaskannya ke tanah. Pedagang kaya yang malang itu pun menjerit kesakitan. Dengan raut wajah sedih, si pedagang melantunkan syair :Masa terbagi dua, ada masa aman, ada masa sengsara
Seperti hidup yang kadang jernih kadang bernoda
Bilang pada orang yang karena masa kami dihina
Mereka yang melawan masa, pasti akan merana
Ketika kau lihat laut dengan bangkai di atasnya
Lupakah kau bahwa dasarnya adalah tempat mutiara
Kalau memang zaman melewati kita hanya percuma
Maka segala busuk padanya kita harus siap terima
Lihatlah langit penuh gemintang tak terkira
Padahal munculnya bulan dan matahari akan membuatnya sirna
Bumi kita penuh pohon, ada yang berbuah ada yang merana
Hanya pohon buahlah yang ditimpuki untuk diambil buahnya
Sangkaanmu jadi baik hanya ketika hari tampak riang
Takutmu pada takdir karenanya langsung hilang
1001 Malam Jilid I, halaman 09.

Kata - Kata Portugis Di Indonesia

Gambar
1. Kata - kata yang resmi diterima dalam bahasa Indonesia
Format: Bahasa Indonesia - Bahasa Portugis Antero - Interio
Angsa/Gangsa - Ganso
Armada - Armada
Baluarti - Baluarte
Bangku - Banco
Bantal - Avental
Baret - Barrette
Beludru - Veludo
Bendera - Bandaira
Beranda - Varanda
Biola - Viola
Bola - Bola
Bolu - Bolo
Boneka - Boneca
Dadu - Dado
Jendela - Janela
Gagu - Gago
Garpu - Garfo
Gereja - Igreja
Kandera - Caldeira
Kaldu - Caldo
Kantin - Cantina
Kasterol - Cassarola
Keju - Queijo
Kemeja - Camisa
Kereta - Caretta
Kubis - Couvis
Labu - Nabo
Lelang - Leilão
Lemari - Armário
Lentera - Lanterna
Mandor - Mandador
Martil - Martelo
Meja - Mesa
Mentega - Manteiga
Meskipun - Mas que
Minggu - Domingo
Moreia - Moreia
Natal - Natal
Noda - Nódoa
Nyoya - Senhora
Nona - Dona
Padri - Padre
Palsu - Falso
Paska - Páscoa
Pegang - Pegar
Pelor - Pelouro
Pena - Pena
Peniti - Alfinete
Perséro - Parceiro
Pesiar - Passear
Pesta - Festa
Perangko - Franco
Pi…