Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Puji-pujian Khas Bulan Ramadan

Gambar
Komunitas Jawa di kampungku mempunyai segudang tradisi yang unik dan selalu lestari baik itu tradisi agama kebudayaan maupun tradisi lainnya. Tradisi agama kebudayaan yang masih lekat adalah puji-pujian atau melantunkan syair sebelum ikomah (berlangsungnya solat). Memang setiap hari selalu ada puji-pujian ini baik subuh hari maupun siang hari saat masuk sembahyang duhur. 
Tembang syair ilahiah bukan hanya berbahasa Arab saja melainkan Bahasa Jawa, Sunda maupun Bahasa Indonesia. Pada subuh hari biasanya selalu syair berbahasa Jawa yang sangat mendayu, terlebih lagi dilantunkan oleh para jemaat orang tua. Entah kenapa subuh hari selalu saja syair berbahasa Jawa yang dilantunkan oleh para jemaat orang tua, jika didengarkan rasanya syahdu sekali.

Ramadan, bulan istimewa diantara bulan-bulan lainnya di kalender Hijriyah, pada bulan inilah umat Islam getol-getolnya dalam beribadat. Tentu saja syair ilahiah selalu dikumandangkan sebelum sembahyang dimulai. Ada satu syair yang selalu ditemba…

Malam Ramadan Di Puncak Gegerbentang

Gambar
Kegagalan muncak ke gunung Slamet dan Papandayan menjadi cikal bakal balas dendam untuk muncak maupun kemping di gunung.
Selepas solat jumat pertama di bulan Ramadan tahun 2018, otak saya bergumul untuk mencari "sensasi" berbeda saat bulan puasa. Itmam yang bernama asli Imam Muafa, salah satu tetangga dan adik sahabat kecilku, setuju dengan usulanku. Berbagai tawaran muncak dan kemping ke seluruh teman-teman sudah saya lakukan, beberapa menolak dan ada juga menerima dengan semangat. 
Rencana tersebut memang sedikit mendadak dan mengejutkan yang lainnya. Solih termasuk salah-satunya. Aku paham jika rencana diusukan jauh-jauh hari maka kenyataan akan bisa mengecewakan, mungkin karena perubahan jadwal mendadak yang ada di setiap orang. Berbeda dengan rencana dadakan yang saat itu juga orang mempunyai kesiapan dan mempunyai waktu luang yang sama.
Sabtu sore, kesiapan dari para peserta nampaknya belum muncul, hanya segelintir orang yang bisa dihubungi untuk ditegaskan keikutsert…

Sekali Peristiwa Di Banten Selatan

Gambar
Puasa kali boleh dikata sangat spesial sekali karena saya menerima hadiah buku dari teman saya, Liana Safitri asal Sleman, Yogyakarta. Dua buku ini sangat istimewa sekali karena penulisnya merupakan penulis favorite dan juga penulis Indonesia kandidat medali Nobel di bidang sastra, Pramoedya Ananta Toer. 
Novel yang kali ini saya baca berjudul sama dengan judul artikel ini "Suatu Peristiwa Di Banten Selatan". Alur cerita yang sederhana dan sangat mudah dipahami merupakan resep rahasia dari sang penulis terlebih diksi indah dalam novel. Tidak ada ulasan untuk kritik novel di sini, saya hanya membawa hikmah atau pesan moral yang dibawakan Bung Pram di novelnya. 

Saya tidak bisa menilai novel yang saya baca sekarang kurang dari 5-4,5 bintang (dari 5 bintang). Entahlah alasan logis maupun alasan subjektif saya enggan memberikan nilai di bawah itu. Percayalah novel ini sangat menarik. 
Konflik ternyata dihidangkan begitu awal dan klimaks suatu konflik juga berlangsung cukup cepa…

Pasta Gigiku

Gambar
Aku merasa kesal karena setiap minggu pasti ada sariawan bahkan kadang habis sembuh sariawan lain tumbuh lagi. Beberapa faktor mempengaruhi juga misalnya setiap habis makan kerupuk, keripik ataupun makanan yang asin dan sangat asin membran mukosa mulut pasti lecet dan timbulah sariawan. Mukosaku memang sangat sensitif. 
Sariawan sudah tidak datang kembali hanya sebulan sekali. Berbagai dokter sudah saya tanyakan tapi hanya menyarankan untuk asupan nutrisi yang bagus dan menjaga kesehatan mulut dengan gosok gigi malam, padahal kedua hal tersebut rutin dilakukan mulai dari SMA hingga lulus kuliah. Betapa sengsaranya!.

Beruntung sekali saya bertemu dokter gigi yang baik yakni teman kerja saya sendiri di RS Siloam Hospital Lippo Cikarang, saat kosultasi gratis nan santai saya hanya disarankan untuk mengganti pasta gigi saja dengan pasta gigi khusus. Pasta gigi Enzim katanya, ya pasta gigi khusus yang mengandung banyak enzim dan tidak mengandung zat detergen. Bersyukur sekali setelah meng…

Munggahan Kemarin

Gambar

Munggahan Puasa Ramadan 2018

Gambar
Ahad lalu (14/5/18) dua hari menjelang masuknya bulan Ramadan dalam kalender Hijriyah. Tradisi munggahan selalu dilakukan oleh orang-orang yang sempat menjalankan tradisi itu baik pemuda maupun orang tua. Sebelumnya saya jelaskan bahwa Munggahan adalah tradisi makan-makan bersama teman, saudara maupun yang lainnya menjelang masuknya bulan Ramadan, biasanya dirayakan tiga atau sehari sebelum puasa ramadan. 
Berbagai tradisi munggahan ini bukan hanya sekedar makan-makan belaka tapi juga di-isi dengan berbagai kegiatan seperti traveling atau berkunjung ke tempat sahabat atau saudara yang bersedia menjadi tempat makan-makan. Ada juga tradisi munggahan yang sangat sakral seperti menggelar acara budaya keagamaan mandi di sungai, masak bersama untuk sebuah kenduri dan lainnya.

Ahad lalu, Kami ber-duabelas mengadakan munggahan dengan tuan rumah Zaenal Mustofa di Ciparakan. Sang tuan rumah seperti ingin berbagi rezeki dengan membagi dua ekor ayam peliharaannya untuk dijadikan tumbal munggahan

Rumah Tusuk Sate Di Amsterdam Selatan

Gambar
Buku berkulit hitam putih ini bergambar dua orang Belanda yang sedang mencetak sebuah surat kabar ataupun buku, bertuliskan RUMAH TUSUK SATE DI AMSTERDAM SELATAN, tentunya dengan huruf kapital semua. Buku terbitan Oak yang ditulis oleh Joss Wibisono. Setahu saya, Bung Joss adalah seorang mantan penyiar dan reporter RNW (Radio Netherlands Wereldomroep) seksi Bahasa Indonesia. Beliau sendiri sudah mempunyai beberapa judul buku yang sudah dipasarkan di toko buku Indonesia, buku-buku karanganya memang tidak jauh dari Belanda, Indonesia dan Musik Klasik yang beliau suka. 
Awalnya percapakan menarik di aplikasi Facebook Messenger yang cukup panjang dengan Bung Joss, sedikit saja beliau juga menceritakan isi bukunya. Merasa tertarik dan cocok dengan buku beliau, saya meminta beliau menuliskan kontak Penerbit Oak untuk membeli dengan cara online, maklum saja di kota kecilku tidak ada toko buku besar yang menjual berbagai jenis buku. Survey mengenai harga juga saya lakukan, demi hemat. Akhirn…

Kembali Di Pangandaran

Gambar

Jelajah Pangandaran Bersama Yudha

Gambar
Rencana mulia Yudha memang benar-benar terjadi waktu itu (6/5/18), saya sempat kewalahan karena belum ada persiapan untuk memenuhi janji saya memberi oleh-oleh khas dan juga menjadi "teman main" saat plesiran ke Pangandaran. Pagi itu pesan WhatsApp masuk ke dalam gawaiku, ternyata dari Yudha yang mengirimkan screenshot peta lokasinya yang berada di Pantai Barat Pangandaran.
Awalnya agak ragu untuk bergabung karena banyaknya keluarga Yudha yang dibawa tapi saya ingat hutang janji! Terlebih Yudha yang selalu baik pada saya, jadi tidak pantas jika saya tidak hadir dan membalas kebaikanya. Persiapan sederhana saya lakukan untuk menemui Yudha. Mengisi batrei kamera, telpon genggam pintar, dan memanaskan mesin sepeda motor. Satu setengah jam sudah persiapan selesai.

Xride meluncur ke arah timur dan ke selatan mengikuti alur jalan raya, terkadang mengarah ke barat dan balik lagi ke timur. Cairan bahan bakar sepertinya masih aman sampai lokasi, namun sedikit khawatir karena semakin…

Nostalgia Sandiwara Radio Ua Kepoh "Serakah"

Gambar
Ua Kepoh?
Siapa dia?
Apa dia seorang yang suka mencari informasi?

Bisa jadi pertanyaan tersebut keluar dari seseorang yang lahir setelah kejayaan radio sebelum tahun 2000, khususnya untuk masyarakat Jawa Barat. Kepoh dan Kepo adalah sesuatu yang berbeda, Ua Kepoh sendiri seorang "dalang" populer dalam sebuah sandiwara radio yang mempunyai berbagai jenis suara khas, sementara Kepo adalah satu kata populer pada zaman now yang berarti ingin tahu, selalu ingin tahu terhadap sesuatu hal terutama tentang berita maupun gosip dll.
Sandiwara radio adalah hiburan sangat populer waktu itu sebelum banyaknya televisi, berbagai judul sandiwara radio telah sukses didengarkan oleh semua kalangan masyarakat dan beberapa judul sandiwara radio sempat dibuat drama kolosal di televisi. Sandiwara radio tentunya tidak lepas dari fungsi utama radio yakni hiburan. Radio saat itu bisa dimiliki oleh semua kalangan masyarakat karena harga yang cukup murah untuk membelinya dan juga karena radio mengand…

Kenangan Jalur Kereta Api Tasikmalaya - Singaparna

Gambar
Salin tempel kali ini saya dapatkan dari harian Pikiran Rakyat yang diterbitkan pada Sabtu, 17 Februari 2018. Saya menuliskan kembali artikel ini karena saya sangat suka akan dunia perkereta-apian terlebih lagi dengan sejarah kereta api di wilayah Priangan. Artikel ini ditulis oleh Kodar Solihat. Mari kita simak!.
Anyaman Singaparna Pernah Bergengsi
Daerah Tasikmalaya termasuk pernah terdapat jalur kereta api percabangan buntu, yaitu Tasikmalaya - Singaparna yang kini sudah nyaris terlupakan zaman. Keberadaan jejak-jejak bekas lintasan kereta api Tasikmalaya - Singaparna kalah populer dengan jalur-jalur buntu lainnya yang juga pernah ada, seperti Bandung-Ciwidey, Banjar-Cijulang, Rancaekek-Tanjungsari, Cibatu-Cikajang,  Kadipaten-Cirebon, atau Karawang-Cimalaya-Rengasdengklok.
Bekas-bekas jalur kereta api Tasikmalaya-Singaparna sudah sulit dikenali, apalagi sangat banyak sudah tertutup bangunan baru perkantoran, rumah, toko, dll. Namun sebagian warga usia lanjut setempat masih sangat …

Ceceran Catatan Stasiun Tasikmalaya di Masa Perang

Gambar
Seperti posting sebelumnya saya mencutat atau lebih tepatnya salon tempel dari artikel yang dibuat oleh Kodar Solihat yang diterbitkan oleh harian Pikiran Rakyat, Jawa Barat pada tanggal 17 Februari 2018. Ayo kita Simak!.
Kesan tenang, rapi lengang, dan menyenangkan sering menjadi  keseharian suasana Stasiun Kereta Api Tasikmalaya di masa kini. Namun, di masa lalu, sosok Stasiun Tasikmalaya juga menyimpan sejumlah catatan sejarah semasa zaman perang tahun 1942-1949 lalu.
Berdasarkan informasi National Library Of Australia, Stasiun Tasikmalaya juga menjadi salah satu lintasan yang banyak membawa tawanan perang pasukan Inggris dan Belanda semasa Perang Dunia II tahun 1942 ataupun interniran paska  Kemerdekaan Indonesia 17 Augustus 1945, serta Nationaal Archief Belanda di mana Februari 1948 pada pemberangkatan hijrah pasukan Tentara Nasional Indonesia setelah perjanjian Renville, 17 Januari 1948.
Namun, ada pula ceceran kisah Stasiun Tasikmalaya pada priode Masa Bersiap yang diceritakan…

Makna Plesiran Bagiku

Gambar
Kadang kita tidak pernah tahu spa tujuan dari sebuah perjalanan yang membawa ke sebuah perbedaan dari alam, kebiasaan ataupun hal lainnya yang ada pada keseharian Kita. Kesadaran memang kadang tidak datang dengan sendirinya bahkan kadang "dia" datang bersamaan dengan adegan lain dalam kehidupan. Sebuah makna dan tujuan biasanya menjadi sebuah tolak ukur manusia untuk hal-hal tertentu yang ia inginkan dalam pikiran maupun jiwa.
Seberapa jauh dan berapa tempat yang pernah dikunjungi kalian dalam ritual plesiran?! Saya pikir lebih dari yang saya pikiran akan sebuah jumlah. Dari jumlah tersebut menjadi sebuah koleksi kehidupan yang tiap waktu terus bertambah, dan kadang kala "koleksi" itu musnah terbawa menuanya organ maupun masih tersimpan dengan apik dalam lorong-lorong rak memori sebuah organ. Jika kita panggil satu set "koleksi" itu untuk diceritakan kembali ke sanak saudara maupun sahabat, mungkin akan memunculkan susana yang istimewa baik sebuah kesedi…

Mereka Yang Maha Benar

Pagi jumat! Semua ribut kecuali aku yang tidur ayam, mata susah lelap karena badan semua nyeri! Pasangan suami istri dalam rumah ribut dengan kebenarannya dengan menyalahkan semua orang yang ada di depannya termasuk saya yang masih tidur!.Dua sejoli itu memang selalu membicangkan tentang apa yang mereka anggap salah dan merekalah yang maha benar! Semua terasa salah dalam pandangannya! Saya hanya berfikir, apakah ini sebuah kekuatan sejoli untuk sesuatu yang mereka capai?! Pembenaran-pembenaran semua muncul dari semua mulut mereka berdua kadang juga dari daging mereka!. Aku capek untuk menjadi selevel ataupun sepadan dengan mereka, ya mereka memang maha!.

Cimplung: Kuliner Camilan Sang Penyadap Gula

Gambar
Panganan ini mengingatkanku pada masa kecil di mana kampung halaman masih banyak penyadap lahang/badeg dari pohon kelapa. Orang Jawa menyebutnya Cumplung, mungkin berasal dari kata tiruan bunyi plung tanda suatu benda masuk atau tercebur ke dalam air. Ada benarnya juga nama cimplung tersebut karena saat kita memasukan bahan cimplung harus diceburkan dulu ke bejana besar tempat pemrosesan gula kelapa.
Cimplung sendiri rasanya sangat manis dengan tekstur lembut dan empuk. Rasa manis cimplung berasal dari sari badeg nira yang menempel sebagai air penggodok bahan cimplung. Bahan cimplung biasanya dari berbagai bahan misalnya kelapa sedikit muda (kelapa urab), singkong, kulit singkong, pisang, ubi, ataupun talas, terkadang orang juga menjadikan buah sukun sebagai cimplung. Ya sejatinya cimplung adalah berbagai bahan makanan yang dimasak di dalam air nira pada pemrosesan gula kelapa ataupun gula aren (enau). 
Cara memasak atau membuat cimplung tidaklah sulit, bahan tinggal dibersihkan atau…

Terbang Untuk Kembali

Gambar
Sedari kecil, buku cerita banyak menceritakan sebuah fable tentang kebaikan ataupun kejahatan sang burung bangau yang sangat asik dibaca maupun didengarkan, cerita fable untuk anak-anak ini tak terlewatkan dengan ilustrasi yang sangat indah. Burung bangau, ya burung dengan leher panjang dan kaki panjang atau pendek dengan berbagai warna pada bulunya. Dari fable tersebut saya dan anak-anak lainnya mencintai burung bangau. Sebutan bangau waktu itu tidak terkenal, Kami anak-anak selalu menyebutnya manuk blekok atau manuk kuntul, kedua jenis burung tersebut memang susah gampang untuk mebedakannya. 
Sewaktu saya kecil, kedua jenis burung tersebut selalu berkeliaran di sawah belakang rumah untuk mencari penghidupan. Atraksi indah yang saya selalu ingat adalah dimana mereka terbang beriringan, sangat indah. Kehidupan saya cukup terpengaruh banyak oleh mereka. 
Populasi mereka turun saat tahun 2009, jarang dan bahkan tidak ada kuntul maupun blekok yang singgah mencari makan di sawah belakang…