Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Lek-lekan Manten

Suasana Lek-lekan Manten Dengan Permainan Gapleh

Bulan Mulud dalam kalender Jawa adalah salah satu bulan istimewa dalam kalender campuran Islam dan kebudayaan Jawa. Bulan istimewa tentunya dianggap bulan yang suci, agung, ataupun baik. Dari anggapan itulah mengapa masyarakat muslim jawa sering mengadakan hajatan berupa khitanan ataupun pernikahan. 

Sebelumnya saya sudah membahas apa itu lek-lekan. Untuk menginggatkan kembali lek-lekan manten adalah malam dimana orang yang diundang untuk bergadang untuk menemani sang pengantin. Sederhananya bisa dibilang begitu. Lek-lekan sendiri merupakan tradisi kondangan yang spesial untuk anak muda maupun orang dewasa. 

Saat lek-lekan manten biasanya tamu diberi kartu remi atau kartu gapleh untuk bermain bersama dengan orang lain yang diundang. Berbagai panganan tradisional disediakan dengan minuman berupa air putih, teh maupun kopi. Sajian khas khusus dewasa juga tersedia seperti minuman keras dan rokok.

Umumnya lek-lekan manten sampai pada jam 12 tengah malam hingga jam 1:30 dini hari. Saya sendiri mempunyai standar pulang lek-lekan manten hanya sampai jam 11 malam saja, dengan alasan kasian ke pengantin yang sudah capek dan badan diri sendiri yang kurang bagus untuk bergadang.

Lek-lekan manten paling pas datang pada jam 10 malam sehingga tidak lama-lama untuk bergadang. Saya sendiri pernah datang pada jam 9 malam yang akhirnya lek-lekan manten hingga 3 jam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...