Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Jajanan Musim Ketiga

Gambar
Jajan udhu go bocah cilik tok tapi wong gede ge bisa jajan. Tiap musim biasané ana jajanan khusus misalé bae kaya es lilin atawa es dawet pas nek nang musim ketiga beda maning nek jajanan musim udan. Saking akehé jajanan siki aku rep mbahas jajanan tradisional sing esih dituku nang wing gede ya bocah cilik.
Jajanan gie termasuk jajanan sehat kerna ra nganggo bahan pengawet atawa bahan pewarna lianné. Jajanan gue kur digodog tok paling awet kur tekan rongsokan dina nek wis telu dina biasané mambu lan ayid.  Musim ketiga biasa mentuné kerna musim ketiga wong wis pada panen. Ya jajanan gue jenengané "Godogan Kacang Kedele".
Godogan kacang kedele kur ana pas musim ketiga tok. Soalé pas musim ketiga kacang gue nembe tukul atawa dipanen. Godogan kacang kedele kur digodog tok karo gagangé. Sebengket kur diregani Rp 2000-3000 cukup murah. Nutrisi kacang kedele lewih gede kenimbang regané dadi ra usah nyesel yen tuku godogan kacang kedele.
Cara mangan godogan kacang kedele sebene…

Dalam Rumah Bambu

Gambar
Sederhana, begitulah setiap orang bisa menyebutkan keadaan dirinya yang tinggal di sebuah gubug bambu. Gubug yang dijadikan sebuah tempat tinggal sehari - hari ini sudah membuat beribu eksemplar cerita dalam kehidupan. Ya saya termasuk aktor dalam gubug bambu itu. Setiap penghuni mempunyai versi cerita masing-masing yang jelas tiap paragraf kehidupan akan menarik bila disajikan kalau pun tidak disajikan akan indah dalam setiap sanubari sang empunya cerita.
Bahasan kali ini adalah hal yang terjadi dalam kehidupan sehari - hari saya yang tinggal di gubug bambu. Baiklah saya mulai dengan perkenalan awal kehidupan dengan suka duka di rumah bambu ini. Semoga tulisan ini menghibur anda sekalian.
Rumah bambu saya memang benar-benar dibangun dengan sebagian bahan dari bambu terutama dindingnya jadi memang tidak seratus persen dari bambu hanya saya bahan lainnya dari kayu - kayu kuat macam kayu jati. Rumah ini sudah berdiri lama sebelum saya lahir dan sudah mengalami perbaikan dua kali saja…

Bingkai Kawasen - Banjarsari

Gambar

Bingkai Suranenggala

Gambar

Bingkai Karapyak

Gambar

Bingkai Sawangan

Gambar

Bingkai Menganti

Gambar

Bingkai Majalengka

Gambar

Bingkai Pangandaran

Gambar

Tamu Dari Bukittinggi II

Gambar
Mentari pagi seakan ikut kedinginan karena udara kemarau yang menjelma, kabut kemarau memenuhi ruang angkasa sehingga mentari enggan bersinar karena dinginnya kemarau. Senada dengan mentari para manusia pun mengeluh akan sensasi rasa yang diterima saraf mereka. Tertusuk dingin dari kulit sampai dengan tulang yang kuat pun roboh karena dinginnya kemarau.
Kokok ayam dan suara toke di rumahku nampaknya tidak mempan menembus gendang telinga Sinyo Yoyon. Jelas saja dia sudah terbiasa tidur mulai jam tiga dini hari ataupun jam empat jadi kokok ayam jam enam pun tidak ada pengaruhnya.  Membiarkan Tuan muda untuk menikmati dinginnya pagi di tempat tidur untuk sejenak istirahat.
Pagi ini ibu sudah menyebarkan aroma masakan di dapur tradisionalnya yang terbuat dari tumpukan batu bata dan tanah lempung yang ia buat lima tahun kebelakang. Hidangan yang sederhana selalu ibu sediakan untuk para tamu di rumah kami tanpa memilah apakah ini tamu jauh ataupun bukan. Bagi ibu semua tamu adalah istime…

Rasané Wong Mriang

Sedulur, lumayan suwe aku ra nulis karo basa Jawa wa padahal blog iki khusus go basa Jawa tapi kur anu lagi gandrung basa Indonesia dadi nulis nganggo basa Indonesia terus. Jan lali maring asalé yo. Sedulur, nembe sedina aku mari kang mriang cikungunya karo tipes jan larané lumayan gawe wong tobat maring Gusti.  Saiki udu mbahas priwe larané atawa rasané dadi wong mriang kerna sakabeh wong nang dunya nduwéni respon sing pada nek keroso mriang atawa lara. Artikel iki ra tak terusaké krono roso tresno sing kelewihan ndadi lali maring sakabeh kalimat lan ayat - ayat cinta sing wis digawe neng menungsa.  Kanggo sampeyan sing wis teko lan gowo semangaté urip, aku matur suwun maring Gusti krono dikirimi wong seng apik koyo sampeyan.  Aku tetep ndongani sampeyan sampe aku ontrang soko rogo.

Seketika Imunitas Naik

Gambar
Bermula dari perjalanan jamuan untuk teman yang jadi saudara, Sinyo Yoyon. Jamuan plesiran di Pangandaran membuahkan kebahagiaan, pengalaman dan kedamaian yang berarti tak terkecuali oleh - oleh penyakit yang dibawa. Perlu diketahui bahwa Pangandaran adalah daerah endemik penyebaran nyamuk demam berdarah dan cikungunya, di sana juga terdapat museum dan laboratorium tentang nyamuk demam berdarah.  Sangat menyakitkan jika pulang membawa oleh - oleh ini.
Awal mula pusing kepala bagian belakang sudah saya rasakan sejak pulang dari pantai Pangandaran sampai ke stasiun Banjar hingga hari jumat (11/8). Saat itu tubuh sudah merasakan gejala yang sedikit menyakitkan mulai dari rasa pening, lemas dan mual namun semua itu saya tahan layaknya lelaki biasa yang ingin disebut tangguh karena mampu menahan rasa sakit.  Ketangguhan itu ambruk bagai bangunan kuat diterpa gempa dengan kekuatan magnitude besar, rasa nyeri di semua bagian tulang, kaki dan tangan menjadi dingin, mual, pusing dan nyeri pa…

Tamu Dari Bukittinggi I

Gambar
Tamu bagi semua bangsa manusia yang ada di bumi selalu disambut dengan baik dan terhormat dengan cara ataupun adat sendiri - sendiri, tak terkecuali bagi bangsa Jawa seperti saya. Bukan soal bangsa dan budaya saja pengaturan adat akan penerimaan tamu tapi bagi seorang muslim seperti saya mewajibkan memuliakan tamu sampai tiga hari dan hari selanjutnya dianggap sebagai sedekah. Betapa mulianya seorang tamu karena membawa rejeki, berkah, kebahagiaan dan silaturahmi sehingga tidak ada agama mana pun dan bangsa mana pun yang menolak tamu kecuali tamu kejahatan atau tamu yang berniat jahat.
Mengenai tamu kali ini saya akan mendapatkan seorang tamu istimewa dari Bukittinggi - Sumatera Barat, lumayan jauh bukan?!  Jauh berarti lebih istimewa tentunya.  Tamu saya ini merupakan saudara yang pernah menolong saya saat menjadi backpacker di Lombok. Ceritanya saat itu saya melabuhkan diri di pulau peranginan yang femes di Lombok; Gili Trawangan. Saat saya melabuhkan diri belum terfikir sama seka…