Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Kiat Bebas Dari Gossip Dan Hoax

Berita bohong yang dalam bahasa Inggris-nya hoax adalah berita yang dibuat tidak sesuai fakta yang ada. Berita yang tidak sesuai fakta ini tentunya akan menjerumuskan pembaca dan massa akan terpancing isi dari berita bohong tersebut. Banyak kejadian yang memilukan akibat dari berita bohong misalnya saja Perang Dunia, amukan massa hingga mengakibatkan kematian orang-orang yang tak bersalah pada kejadian di India dan masih banyak lagi contohnya.#

Satu lagi hal yang bisa menjerumuskan manusia pada sebuah kerusakan moral maupun kerusakan serius yang berakibat dari hal yang bernama gossip. Tidak perlu definisi resmi dari para ilmuan maupun pihak lainnya, semua orang pastinya tahu apa itu gossip dan apa dampaknya. #

Jangankan dalam hukum agama, ditinjau dari nilai universal manusia gossip dan berita bohong menjadi karakter yang hina dina. Jadi bagaimana orang bisa bebas atau paling tidak mencegah dari gossip dan berita bohong? Mari kita simak teori dari mbah-nya filsuf dunia.#

Socrates mempunyai filter jitu untuk menangkal gossip maupun berita bohong diantaranya:
1. Yakin, menanyakan keyakinan akan kebenaran berita yang dibawa: "Bener ga nih beritanya? Yakin ga nih berita itu bener?"
2. Kebenarannya, jika ada seseorang yang hendak memberikan umpan gosip maka tanyakan kebenarannya: "Apakah Anda bisa memastikan kebenaran berita itu?" "Apa bener sih?"
3. Kemanfaatan, jika gossip terus berlanjut hingga pertengahan sebuah pembicaraan maka tanyakan kemanfaatan dari gossip atau berita yang dia sampaikan: "Apa berita berita/obrolan itu bermanfaat bagiku?" #

Tiga saringan itu bermanfaat bagi siapa pun yang ingin memutuskan kebusukan sebuah gossip. Mari dicoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.