Membaca buku pada tahun 2025 termasuk katagori padat, tapi tidak terlalu 'nafsu' karena jumlah buku baca dan beli, lebih banyak jumlah beli (termasuk 10 buku yang dibeli menggunakan anggaran tahun baca 2026). Selain itu ada semacam kejenuhan membaca setelah membaca buku yang menguras otak baik buku tebal, ataupun buku yang njlimet.
Tahun baca 2025 menghabiskan 28 judul buku, ada 2 judul buku yang dilewati karena berbagai alasan yang membuat enggan melanjutkan baca. Diantaranya: Nyanyi Sunyi Seorang Bisu - Pramoedya Ananta Toer dan Max Havelaar - Multatuli. Dua buku yang saat itu terasa berat dibaca dan melangkah ke buku yang ringan dan mudah dicerna, seperti serat mangga dan genjer.
Dari ke-28 judul buku beberapa menjadi favorit:
Subjek Sunda membawa saya mengerti apa itu Sunda, buku yang cukup jarang membahas kesundaan. Sebagai wargi Parahyangan jelas sangat membantu untuk tetap selalu cinta pada budaya Sunda yang jadi nafasku setiap hari, walaupun pada kenyataannya saya tidak mempunyai darah Sunda ataupun berbahasa Sunda sejak kecil. Pertautan cinta ini karena saya tercipta dari tanah Sunda dan saya mempunyai telinga dan lidah Sunda.
Ronggeng Dukuh Paruk versi basa Banyumasan menjadi buku favorit dan terfavorit, buku ini super jarang dan harganya sundul langit. Beruntung saya mendapatkannya dengan harga murah, cukup 80.000 rupiah saja. Sementara di toko lainnya menjual sampai 200-300 ribu rupiah. Novel yang membuat koyak hati ciptaan Ahmad Tohari berlatar budaya Jawa Banyumasan, masih sedarah, senafas dan sehati denganku sehingga membuat buku ini menjadi ter...ter....
Kubah. Awal yang terlupa dan rasanya enggan membeli novel tersebut, setelah gandrung dengan segala ciptaan Ahmad Tohari akhirnya novel Kubah terbeli dengan kondisi bekas. Awal membaca seperti terpental jauh pada masa Mts, di mana masa jatuh cinta pada huruf-huruf yang terbaca. Teringat pada guru Bahasa Indonesia, bapak Kholis Koharudin guru MTs Al-Maarif Kubangpari yang telah membawa kecintaanku pada bahasa Indonesia dan sastra. Saat itu beliau membaca petikan paragraf Kubah dan akupun membaca dengan perasaan dalam, sama seperti rasa yang dialami tokoh cerita.
Ada favorit ada juga bukan favorit atau katagori yang membuat mlukek. Buku tersebut memang terpilih untuk dibeli dan dibaca, lagi-lagi otak saya belum biasa menerima dengan level keilmuan dan level kebahasaan yang rendah. Diantaranya: Malam Putih - Korrie Layun Rampan; Bertuhan Tanpa Agama - Bertrand Russell dan The History of Java - Thomas Raffles.
Malam Putih, dari sang pencipta saya kenal beberapa karyanya di buku Bahasa Indonesia zaman 2000. Saya teringat namanya yang unik dan mudah diingat, namun buku yang dibeli karena penasaran ini membuat mlukek. Bukan perkara ciptaan yang kurang baik atau di bawah standar, melainkan kebahasaan, nalar dan rasa cipta sastra saya yang kurang untuk level sastra Korrie Layun Rampan. Walaupun begitu saya menyelesaikan semuanya, lembar demi lembar tertelan dengan penuh usaha.
Filsuf bukan saja memusingkan dirinya sendiri, tapi hampir semua manusia. Butuh banyak pemahaman, butuh banyak waktu dan butuh banyak ilmu untuk memastikan bahwa kita sudah pantas membaca buku ini. Memang ada beberapa kalimat terjemahan yang kurang nyaman sehingga buku ini terasa ganjil dari segi kebahasaan. Saya sendiri membaca hanya sampai setengahnya saja, selanjutnya dibaca garis besarnya.
Baboning Buku boleh disebut demikian, karena hanya buku ini saja yang halamannya hampir 1000. Sebelumnya saya mempunyai buku dengan halaman lebih dari 1000, tapi buku pelajaran saat kuliah. Sebenarnya buku ini asyik dibaca, namun berhubung halamannya segambreng membuat semua isinya muntah. Saya kira tidak cukup satu minggu untuk membacanya, saya sendiri hampir satu bulan untuk menghabiskan buku ini. Itupun beberapa terlewati pada halaman tabel-tabel, kamus bahasa dan beberapa halaman tentang data. Untuk buku ini saya sendiri memberi bintang 4 karena memang bagus.
Anggaran bengkak pada tahun baca 2025, tahun ini menghabiskan 2.951.456 Rupiah untuk 27 judul buku diantaranya: Eksperimen Keji Kedokteran,Atheis, Seidjah, Kepulauan Nusantara, World Fairy Tales, Subjek Sunda, 1001 Malam jilid 1-7, Cahaya dan Bayang Bayang dari Jawa, Mas Havelaar, Ronggeng Dukuh Paruk Bahasa Indonesia, Ronggeng Dukuh Paruk Basa Banyumasan, Bekisar Merah, Seribu Satu Siang Malam, Berkelana Ke Jawa, Di Balik Bukit Cibalak, Senyum Karyamin, Orang -orang Proyek, Jentera Bianglala, Lintang Kemukus Dini Hari, Anak Semua Bangsa, Malam Putih, Mata Yang Enak Dipandang, Lingkar Tanah Lingkar Air, Kubah, Banyumas Sejarah dan Budaya, Nyi Sadikem, dan The History of Java.
Komentar