Merupakan jilid tertebal ke-2 setelah beberapa jilid dengan ketebalan yang cukup menguras hari dalam sebulan membaca. Untuk membaca buku setebal 400 halaman lebih, baiknya dibaca di meja baca di rumah dengan perlakuan khusus agar buku masih dalam keadaan sehat. Buku dengan ketebalan lebih dari 400 jalan sangat rawan rusak terlebih pada punggung buku yang banyak menopang lembaran halaman. Dan balik lagi pada pencetak buku tersebut, apakah dalam kategori baik atau penjilidan yang ngasal. Memasuki malam ke-129 Jilid ini terbentuk dan mencipta dari dongeng ke dongeng. Adapun isi daripada cerita bertajuk Hikayat Tajul Muluk dan Sayyidah Dunya hingga malam ke-173. Pada hikayat ini saya baru sadar ada desir percintaan sesama lelaki pada halaman 115. "Kemudian, keduanya mencium tangan kepala pasar dan berjalan hingga sampai ke toko. Keduanya amat menghormatinya, sebab ia adalah sesepuh pasar dan telah berbuat baik dengan menyediakan toko buat mereka berdagang. Saat kepala pas...