Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid 4

Kisah 1001 Malam Jilid 4


Dari 8 jilid tersedia, inilah jilid tertebal dengan jumlah halamannya 760. Ketebalan sampai 4,5 cm mudah-mudahan punggung jilidnnya kokoh, jauh dari kerusakan berat. Beberapa kali saya membeli buku dengan ketebalan lebih dari 500 halaman banyak yang berujung rusak. Mungkin jugaa tergantung pada kualitas penjilidan, ya semoga penerbit Diva Press mempertahankan kualitasnya.

Dengan ketebalan sing ora umum jelas buku ini menyajikan sederet hikayat-hikayat menarik untuk dibaca, direnungkan hingga mengambil hikmahnya. Jilid Ke-4 juga sebagai penanda dari kisah 1001 Malam yang diadopsi oleh dunia modern dengan masyhurnya cerita Aladin. Hikayat Aladin atau Alaudin Abu Syamat tersaji dalam 131 halaman. Sungguh hal ajaib apa dilakukan Aladin sehingga dunia kagum padanya. 

Bermula dari saudagar kaya penuh dengan rahmat-Nya, namun ada satu kekurangan yang diidamkan oleh segenap suami istri yakni kehadiran seorang anak. Dengan rasa penasaran saudagar tersebut mencari tabib yang mempunyai resep untuk 'mengkeruhkan' air maninya. Dari toko parfum ke toko parfum lainnya tidak ada obat ditemukan, sehingga menjumpai seorang gelandang pemabuk marijuana. Pemabuk tersebut meresepkan segenap obat-obatan tradisional Tiongkok yang membuat mani menjadi keruh. Waktu berjalan hingga keajaiban datang, lahirlah Alaudin Abu Syamat. Paras yang gagah disembunyikannya ke-dua orangtunya di suatu rumah bawah tanah, hingga berjenggot. Tetapi sang pembantu ceroboh tidak menutup pintu kamar bawah tanah, sehingga Alaudin keluar rumah dann melihat dunia luar.

Cerita Aladin di Disney Channel sungguh amat berbeda dengan cerita Aladin di buku 1001 Malam, apa sih perbedaannya: sosok Yasmin sebagai kekasih sejati Aladin bukanlah satu-satunya kekasih dari Aladin, Aladin mempunyai 3 kekasih. Lampu ajaib yang digosok tiga kali akan mengeluarkan jin, di buku lampu merupakan sebab kenapa Aladin dihukum oleh Khalifah karena dituduh mengambil lampu emas. Sementara benda yang digosok mengeluarkan jin dan permintaan yang mengagumkan adalah batu permata. Untuk karpet terbang masih sama dengan yang diceritakan pada buku maupun film, hanya saja yang dibawa bukan Yasmin melainkan Putri Husnun Mariyam. 

Ada yang lebih gong lagi hasrat homoseksual pada seorang pedagang culas yang ingin selalu mencium Alaudin. Pada cerita Aladin homoseksual tidak sampai paasa sebuah adegan seksual, hanya hasrat yang menggebu-gebu ingin mencium Alaudin. Perkara seks bukaan saja terhenti pada heteroseksual dan homoseksualitas, di 1001 Malam Jilid Ke-4 menyajikan berbagai jenis seks. Seperti diceritakan Wardan al-Jazzar menyaksikan perempuan membeli daging kambing setiap hari pada kedainya, alangkah terkejutnya ketika Wardan membuntuti perempuan tersebut. Ternyata daging kambing yang dibeli diberikan kepada seekor beruang, setelah kenyang daging kambing sang beruang menggauli perempuan tersebut sampai 10 kali.

Selain seekor beruang, ada juga seorang puteri yang menyerahkan keperawanannya pada seekor monyet besar pada halaman 503. Sungguh jilid ini memberikan sajian yang membuat pembaca semakin muak, jijik, penasaran dan booom!!!!

Seorang jariyah (budak perempuan) tidak kalah penting dalam setiap kisah, pada umumnya budak perempuan selalu diceritakan sebagai seorang budak yang manut, cantik rupawan dan pintar segala jenis ilmu pengetahuan. Bahkan di akhir jilid (kisah) menceritakan jariah terpintar di bumi ini dengan segala ilmunya. Tiap ahli ilmu diadu dengan pengetahuannya hingga semua dipermalukan di depan Khalifah. 

Judul asli: Alfu Lailah wa Lailah 
Terbitan: Beirut: Maktabah asy-Syabiah
Penyusun: Abu Abdullah Muhammad al-Jihsiyari 
Penerjemah: Muhammad Halabi 
Penyunting: Muhammad Ali Fakih 
Cetakan: Pertama, Januari 2019
Dimensi: 760 hlmn; 15.5x24 cm 
ISBN Jilid lengkap: 978-602-391-575-0
ISBN: 978-602-391-579-8
Penerbit: Diva Press Yogyakarta 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.