Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Sama-sama Lapar


Bayi Elang : "Mak aku lapar…"

Bunda Elang : "Ya nak, sebentar ibu terbang mencari ayam kecil kesukaanmu".


Bersama angin barat kepakan bunda elang terbang ke arah selatan mendekati peternakan ayam. 


Mamak Ayam : "Awas nak…….!"

Ayam Balita : "Mak…...Mak….tolong"


Bunda Elang gagal mencabik tubuh mungil ayam balita


Mamak Ayam : "Makhluk jahanam, kau tega melukai anakku! 

Bunda Elang : "Hey ayam anakku perlu makan, apa kau tidak kasihan pada anakku yang sedari kemarin belum makan. Aku juga mempunyai naluri sebagai ibu yang bertanggung jawab nan penuh kasih sayang".

Mamak Ayam : "Cuih! Atas dasar apa kau bicara kasih sayang dan tanggung jawab, sementara kau berbuat keji!"

Bunda Elang : "Tiada perbuatan keji, aku hanya ingin memberi anakku makanan. Apa kau tidak mempunyai belas kasihan pada anak-anakku? Kau juga seorang ibu yang mestinya paham pada hal ini.

Mamak Ayam : "Kau hilang akal penuh kekejian, laknat".


Percakapan terhenti karena bunyi perut  Ayam Balita.


Ayam Balita : "Mak Dede pengin makan cacing kecil".


=====================================================


Hujan Sore di Hari Ibu, 22 Desember 2021

15:59 WIB.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...