Langsung ke konten utama

Menjadi Lebih Baik Dengan Ketika Qur'an Jatuh Di Hati Hamba Yang Merasa Biasa

Menjadi Lebih Baik Dengan Ketika Qur'an Jatuh Di Hati Hamba Yang Merasa Biasa

Banyak cara dan banyak hal untuk mendapatkan rahmat-Nya, dari cara satu ke cara ke-1000 pun ada. Begitu banyak kesempatan untuk selalu mendekati, begitu juga sejuta godaan untuk mennjauh dari-Nya. Dari sekian banyak buku baru kali ini mendapatkan jalan nan sederhana penuh 'bunga' dan suasana yang mencerahkan. Begitulah sanjungan untuk buku yang berjudul Ketika Qur'an Jatuh pada Hamba yang Merasa Biasa. Buku bersampul klasik nan meriah menjadi pencuri mata setiap muslim yang ingin dekat pada pencipta, lukisan klasik ala Persia atau ala Timur Tengah serasa genit untuk dimiliki. Sungguh!

Berhiaskan gajah seperti melambangkan surat Al-fil (Gajah) dan burung yang saya tidak tahu jenis burung tersebut apakah burung hudhud atau burung ababil, entahlah yang pasti burung tersebut mempunyai paruh panjang seperti penghisap madu. Tulisan bismillahirrahmanirrahim tertanam di atas nan sederhana kayaknya tulisan anak-anak yang suci saat sekolah dasar. Bunga-bunga dan ranting menyelimuti sisi kiri-kanan begitu pula gambar manusia bersila sebagai representasi jemaah biasa yang sedang mencari ilmu.


Buku ini mempunyai pendekatan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, paling dasar, paling mudah, paling ringkas dan paling memorable. Benarkah? Yok kita ulik....

"Setiap malam, ia berdiri di atas panggung, menampilkan yang terbaik untuk penggemar. Namun, di dalam hatinya, ada suara lirih yang terus bergema. Suara itu adalah firman Allah dalam Surah At-Takâtsur, yang sering ia dengar saat kecil, saat masih akrab dengan surau dan mukena".

Kutipan paragraf di atas merupakan contohnya. Contoh kasus yang diambil dari kehidupan sehari-hari menjadi hal yang paling dasar dalam hidup, tidak ngawang-ngawang dan terlalu filosofis atau terlalu metafisika. Diambil dari hal paling dasar dalam kegiatan manusia sehari-harinya. Dari cerita tersebut penulis selalu mengambil memori indah dari setiap muslim yakni mengaji Juzz Amma saat sekolah agama. Saya yakin tiap anak muslim belajar menghafal atau mengaji Juzz Amma dan inilah titik yang paling dasar, sederhana dan menyangkut kenangan indah.

Juzz Amma adalah kunci kecil pembuka hal yang besar. Surat-suratnya pendek, sering dilantunkan saat solat 5 waktu, selalu diajarkan pada masa anak-anak dan banyak lagi keutamaan dari Juzz Amma. Subhanallah penulis sangat paham apa yang kita harapkan dari sebuah pelajaran agama yang mudah diserap.

Sekali lagi saya sangat suka buku ini, walaupun cerita yang disajikan agak membosankan secara naratif dengan kesalahan arah, kejenuhan hidup atau hak lainnya. Walaupun naratif yang sedikit membosankan inilah pintu saya membaca Al-Quran kembali dan membuka tabir keagungan Allah yang telah lama ditinggalkan. Saya percaya ada waktunya untuk kembali dan hidup yang lebih bermakna dengan jalan yang lurus nan penuh berkah. Kepada penulis saya sangat hormat dan sangat merindukan untuk mengkaji kembali agar hidupku lebih berarti kembali. 

Judul: Ketika Qur'an Jatuh pada Hamba yang Merasa Biasa - Tafsir Naratif Inspiratif Juzz Amma.
Penulis: Prof Dr H Nadirsyah Hosen
Penyunting: Ahmad Baiquni 
Dimensi: XIII + 326 halaman 
Cetakan: Kesebelas, Agustus 2026
Penerbit: Bentang Pustaka 
ISBN: 978-623-186-529-8

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.