Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Indomie Hype Geprek Ayam VS Mie Sedaap Korean Spicy Chicken

Bungkusnya mirip-mirip, bisa saja orang salah pilih kalau gak cermat bacanya. Namanya rival selalu menyama-nyamakan kayak Indomaret dan Alfamart aja ya, tapi itulah dunia. Kali ini seperti judul di atas saya akan mengulas dua rival dunia permieinstanan. Sudah tahulah ya kalau indomie memang mempunyai pangsa pasar mie instan yang cukup banyak di Indonesia, sementara Mie Sedaap dibelakangnya sebagai produk rival. Setiap produk mempunyai karakter rasa yang berbeda dan tentunya mempunyai fans tersendiri. 

Tampilan Bungkus Mie Sedaap

Dari ke-dua produk ini sepertinya ada 'perang' rasa pedas, jadi yang menjadi 'jualan' utamanya yakni kepedasan. Soal varian rasa saya kira tidak terlalu jauh beda karena masih sekitaran rasa daging ayam! Cuma bumbunya saja sedikit berbeda berhubung yang diangkat dalam produk ini ada yang mengajukan kuliner Nusantara sementara, satunya lagi membawa rasa negri gingseng. 

Yok kita mulai perbandingan-nya, Saya kira mulai dari Mie Sedaap dulu ya!

Mie Sedaap Korean Spicy Chicken

Bungkusnya hitam dengan mengetengahkan gambar mie yang diangkat dengan sendok garpu, dari gambar tersebut sudah nampak kepedasan dari produk. Dalam kemasan terdapat beberapa bungkus bumbu diantaranya: Bubuk cabe (2); Bumbu instan (1), Minyak bumbu merah (1) dan Bawang goreng (1). Istimewanya dari Mie Sedaap yakni terdapat dua bubuk cabe, jadi di sini Mie Sedaap memberikan pecintanya pilihan akan tingkat kepedasan.

Cara masak seperti pada umumnya dan seperti biasanya! Kini tinggal penilaian rasa, bagiku Mie Sedaap mempunyai karakter mie yang sudah agak mirip dengan kualitas Indomie. Mie-nya cukup tebal, kenal dan sedikit agak halus. Tampilan saat disajikan merah menyala seakan-akan pedas sekali, saat dicoba satu bubuk cabe rasanya cukup nikmat dan lumayan agak pedas. Selanjutnya aku tambah lagi bubuk cabe yang ke-dua, rasa pedas semakin meningkat namun tidak terlalu pedas bagiku. Rasa ayamnya ketara dan mempunyai wangi yang khas. 

Bungkus Mie Indomie Hype Geprek Ayam

Indomie Hype Geprek Ayam

Bungkusnya hitam dengan hidangan mie dalam mangkok cukup menggambarkan kepedasan dari produk ini. Dalam kemasan terdapat: Bumbu Instan (1), Minyak bumbu merah (1), dan Bawang goreng (1). Dari bumbunya kemungkinan kepedasan sudah menyatu dengan minyak bumbu merah, berbeda dengan Mie Sedaap yang terpisah dengan minyak bumbu merah. Cara masak seperti biasa tidak ada perubahan yang berarti, untuk rasa bagiku mie-nya kenyal, tebal dan lembut. Dari kepedasan saya pikir lebih pedas dan membuat perut sedikit terkoyak oleh pedasnya bumbu merah. Karakter pedas dari Indomie menurutku pedas di mulut juga pedas di perut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...