Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah 1001 Malam Jilid I

Kiat Menikmati Pantai Pangandaran

Sudah pernah ke Pangandaran? Sering banget wong  rumahku gak jauh-jauh amat. Cukup sejam kurang perjalanan dengan sepeda motor sudah sampai ke pantai Pangandaran. Saking seringnya ke Pangandaran kadang orang diajak ke sana kembali terasa malas, beberapa orang menjawab " lah Pangandaran ya gitu-gitu aja, gak ada beda. Males dah". Bagiku hal yang wajar berhubung orang yang ditanya biasanya tidak banyak aktivitas saat pergi ke Pangandaran, umumnya mereka hanya 'nonton' pantai saja. Aktivis 'nonton' pantai inilah yang menjadi faktor kejenuhan orang-orang yang pernah berkali-kali ke Pangandaran. Coba seandainya orang-orang tersebut saat ke Pangandaran diisi dengan kegiatan olahraga air, bersepeda, naik pesawat kecil, memancing atau berlayar dengan perahu. Pasti akan berakhir dengan kesan yang menggembirakan.  Saya sebagai orang Banjar yang tidak terlalu jauh dari Pangandaran merupakan anugerah yang membuat orang lain iri dengki, karena rumah tidak terlalu jauh ke o...

The Last Moor - Yoga Aditama

Tak banyak novel fiksi religi yang pernah saya baca, terlebih lagi fiksi religi dalam ranah sejarah wah rasanya super jarang. Beruntung rekan kerja memiliki salah satu buku fiksi religi dan meminjamkan padaku. Oleh karenanya buku tersebut akhirnya terbaca olehku, sebelumnya kurang tertarik untuk membaca fiksi religi yang didalamnya ada adegan perebutan kekuasaan dan peperangan. Hal yang njlimet dan mengerikan. Buku fiski religi tersebut dicipta oleh Yoga A yang terinspirasi dari sejarah Islam di Spanyol .  Memang akhir-akhir ini banyak sekali buku baik fiksi, buku motivasi ataupun hal-hal lainnya yang isinya membangkitkan keislaman. Baik semangat dalam pemerintahan, keilmuan ataupun "mengenang kejayaan" selalu disajikan oleh para penulis dan penerbit saat ini. Awal membaca fiksi ini agak sedikit bingung berhubung latar belakang dari peristiwa ini pada tahun 1400-an Masehi , berlatar budaya dan tempat yang berbeda hingga membutuhkan waktu untuk penyesuaian otak untuk menggam...

Sebelum Filsafat - Fahruddin Faiz

Sebagai seorang yang sudah tercebur dalam dunia filsafat, kiranya terasa kurang jika tidak membaca pengantarnya. Setiap cabang ilmu umumnya menyediakan buku pengantar sebagai jalan yang bisa dipengang oleh si pemburu ilmu, garis-garis besar cabang ilmu akan diulas secara ringkas pada buku pengantar tersebut. Beberapa buku pengantar filsafat telah saya baca, namun selalu membawa keruwetan di otak sehingga setengah baca sudah stop. Atau loncat-loncat dari halaman satu ke halaman 50 dan seterusnya, maklum saja otak saya belum menerima semuanya. Kini ada buku yang menurutku bisa dipahami, walupun beberapa halaman ada juga yang perlu pemahaman lebih lanjut. Tapi hampir semuanya bisa dipahami. Buku tersebut ditulis oleh dosen filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Bapak Fahruddin Faiz.  Sebelum Filsafat, judul buku yang isinya adalah sebuah pengantar ilmu filsafat. Buku ini terbit pada tahun 2014, dan beberapa kali dicetak ulang kembali karena keistimewaannya. Sebenarnya apa sih keistim...

Perangko Peringatan Ulang Tahun Radio Taiwan Internasional (RTI)

April lalu kak Maria mengirimkanku satu bundel benih basil alias kemangi. Kemangi ini berbeda dengan kemangi yang dari Indonesia, sebut saja kemangi Taiwan. Kini benih itu sudah tumbuh dan siap panen, hidangan cowelan sudah menanti. Selain hadiah istimewa berupa benih, kak Maria juga mengirimkannya dengan istimewa yakni dengan menggunakan jasa pos. Bukan seperti kiriman dari RTI secara formal dengwn cap pos saja, melainkan dengan s deret perangko yang dibubuhkan pada sampul amplop. Istimewanya lagi dalam sederet perangko yang dibubuhkan terdapat satu perangko yang berbeda. Perangko istimewa tersebut adalah peringatan HUT Radio Taiwan Internasional yang ke-60 tahun, saat itu bernama BCC.  Perangko berwana biru ini mempunyai nominal 300 NTD ( New Taiwan Dollar) , warna dasar yang kalem nan lembut menjadi lambang kedewasaan dari media tersebut. Peta dunia juga terpampang dengan jelas di mana angka 60 dengan bayang-bayang gelombang menuju ke peta lokasi Taiwan. Sangat indah...

QSL: Radio Taiwan International - Maret & April 2022

Penerimaan surat memang sudah jarang sekali, sekali ada berbayar karena merupakan barnag impor. Ribetnya kantor pos sekarang ada biaya menginap, packing ulang dan biaya bea cukai. Harga barangnya sih murah dibawah 3 USD hanya saja biaya pajaknya gak masuk logika. Karena hal tersebut kiriman khususnya dari Korea dan Taiwan saya tolak! Setelah sekian lama kini ada dua surat yang datang untukku, dua amplop ini sama bentuk dan warnanya. Inilah qsl dari Radio Taiwan Internasional yang saban bulan dikirim ke alamatku. Dan sebagai dokumentasi blog inilah yang menjadi wadahnya. Bulan Maret 2022 qsl berjudul United Purpose dan untuk bulan April 2022 Wanhua Kaleidoskop.

Penanganan Gigitan Tungau Merah (Tenguan)

Saat kanak-kanak kita selalu berkeliaran kemana saja dan melakukan apapun yang kita mau, baik itu hal yang bersih maupun jorok. Pokoknya semua aktifitas dijalani sesuai dengan imajinasi dan keinginan yang entah dari mana datangnya. Intinya otak anak-anak penuh dengan hal penasaran. Dari rasa penasaran itulah tidak ada langkah yang tertunda akibat mikir dua kali akan akibat dan lain sebagainya.  Aktivitas kotor menjadi hal yang biasa, namun bagi orang tua ataupun orang dewasa adalah yang menjijikkan dan bisa membuat mereka banyak pikiran. Kebersihan, kuman, penyakit, keselamatan menjadi poin-poin yang ada dalam pikiran orang dewasa jika melihat anak-anak beraktivitas pada tempat kotor.  Anak-anak desa umumnya melakukan hal-hal kotor adalah biasa karena lingkungan mereka yang alami. Sama persis seperti saya yang dulunya memang lahir dan besar di desa. Ada hal yang mesti terjadi pada anak-anak desa zaman dulu kalau bukan keluar cacing dari anus ya kena tungau merah di titit (peni...

Robert Anak Surapati - Abdul Moeis

Menghabiskan karya Abdoel Moeis ini butuh satu bulan lebih, bukan karena panjangnya cerita atau cerita yang susah dipahami. Namun sebuah kemalasan yang terlalu berlebihan. Hampir satu bulan lebih tidak ada nafsu untuk membaca, ada nafsu membaca hanya berita harian saja. Ah penyakit ini memang hal yang selalu ada sehabis melahap banyak buku. Begitu banyak buku elektronik yang diunduh sehingga membuat kebingungan akan sebuah pilihan. Karya-karya sastrawan lama adalah favoritku, mungkin karena sastrawan lama membawa hal yang lain. Bisa juga karena sejak zaman sekolah dasar dulu selalu dijejali dengan karya sastra lama. Jadi referensi favorit selalu dari zaman dulu. Robert Anak Surapati dari judulnya sangat menarik dan pasti berhubungan dengan dunia kolonial Belanda. Dan jelas ini cerita soal kehidupan masa kolonial, masa di mana kehidupan antar ras saling berbaur dengan segala kompleksitas masalah sosial. Abdoel Moeis menyajikan peperang emosional antar tokoh, uniknya cerita ini menjadi h...