Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Kolaborasi Agar-agar Aiyu dengan Minuman Khas Indonesia

Kreasi Agar-agar Aiyu

Seni mengolah makanan tidak akan berhenti pada satu pakem saja, baik penciptaan awal yang sederhana hingga menjadi sebuah makanan yang menjubkan mata dan lidah. Dari satu bahan yang sederhana, berkembang dengan penambahan-penambahan bahan racikan yang istimewa. Dan kini saya mengkreasikan agar-agar aiyu yang dihadiahkan oleh sahabat kenthel di Taiwan, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Mengkreasikan makanan dari luar negeri dengan bahan-bahan lokal adalah suatu akulturasi kuliner. Akulturasi ini mengakibatkan kenikmatan hakiki untuk para lidah lokal yang kadang enggan untuk mencoba tekstur rasa dari kuliner luar negeri. Kali ini saya membawakan dua kreasi kuliner akulturasi antara agar-agar aiyu dari Taiwan dengan bahan-bahan lokal Indonésia yang mudah didapat. Saya harap rekan-rekan sekalian bisa berkreasi dengan rasa lokal yang ada, tidak ada salahnya untuk mencoba. Selamat berkreasi!!!

Wedhang Aiyu
Terinspirasi dari karya kuliner Nusantara warisan para leluhur, wedhang adalah minuman hangat yang diminum saat cuaca dingin. 

Bahan:
Agar-agar aiyu bubuk.
Air Mineral.
Jahe.
Gula merah.
Cengkih.
Kayu manis.
Kolangkaling.



Cara:
Masak air mineral sampai mendidih dan masukkan bubuk aiyu, aduk sampai rata, tiriskan dan diamkan hingga menjadi agar-agar. Agar-agar aiyu yang sudah jadi bisa diserut atau dipotong dadu.
Parut jahe, iris halus gula merah, dan geprek kapu
Didihkan air mineral dan masukkan bahan jahe parut, irisan gula merah, cengkih dan kolang-kaling.
Saat wedhang sudah menjadi hangat tambahkan agar-agar aiyu. Usahakan wedhang dalam kondisi hangat-hangat kuku agar aiyu tidak lumer.



Seger-seger Aiyu
Dari kata segar yang bermakna nyaman dan terasa ringan di badan. Cuaca tropis Indonesia dan buah-buahan tropis membuat para leluhur menciptakan minuman yang seger-seger seperti es lagen, air kelapa muda dan yang lainnya. Nah kali ini agar-agar aiyu dari Taiwan berkolaborasi dengan minuman tropis Indonesia yang menyegarkan, aiyu yang bersifat dingin dan menyegarkan sangat cocok dengan minuman Indonesia yang seger.

Bahan:
Agar-agar aiyu bubuk.
Air mineral.
Air kelapa muda.
Daging kelapa muda serut.
Kelopak bunga mawar; alternatif daun mint.
Jeruk nipis atau lemon.
Es batu.

Cara:
Masak air mineral sampai mendidih dan masukkan bubuk aiyu, aduk sampai rata, tiriskan dan diamkan hingga menjadi agar-agar. Agar-agar aiyu yang sudah jadi, bisa diserut atau dipotong dadu.
Masukan air kelapa muda, daging kelapa muda, kelopak bunga mawar, agar-agar aiyu, dan irisan jeruk nipis/lemon ke wadah. 
Tambahkan es batu untuk menambahkan kesegaran.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...