Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah 1001 Malam Jilid I

Mabuk Pencarian Cinta

Bukan salahku untuk mencintai, urusan rumit ini bukan saja dari sebuah enzim, hormon, antropologi, sosial bahkan agama. Kompleks sudah. Aku membutuhkan benda atau hal yang tak berupa, hanya sebuah rasa dan emosi yakni cinta. Saat pertemuan di kolom chat,  seakan kita menghangat tanpa sebuah tungku api. Tanpa sebuah korek begitupun lilin kecileakan menyaladan mengambar seluruh sudut ruang hati. Aby. Pernah memberikan cintanya di malam Senin, saat para bintang dan bulan senyum pada bumi yang mulai mengantuk. Percakapan itu dimulai begitu hangat persis seperti paragraf di atas. Dan terbakar ke seluruh neuron baik padaku dan dirinya, tangannya begitu menarik untuk bersentuhan. Rambut lurus nan hitam melambaikan helaian untuk segera dicium dari belakang. Dan ingat, awalnya hanya dari kehangatan sentuhan. Apalahdaya hormon kita terlalu cepat naik seperti komet yang melintas, aku khawatir. Pada pengabdian cinta yang pernah tertanda oleh kedua bibirku, musnah sudah oleh laku kita malam ini...

Review Mie Gaga 100 Ekstra Pedas Goreng Jalapeno Level Lima

Pedas adalah sensasi yang muncul dari mie instan goreng Gaga 100 Ekstra Pedas Jalapeno Level Lima. Rasa pedas yang muncul ini tak langsung terasa di bibir atau di lidah, rasa pedas muncul saat akhir. Mulai dari bibir, lidah terasa pedas seusai mie instan goreng dilahap, beberapa menit kemudian muncul rasa panas di perut. Jadi mie goreng instan ini teruji kepedasannya. Jika dinilai kepedasannya maka mie instan Gaga goreng ada di nilai 3 dengan skala 5. Hanya saja karakter pedasnya terasa diakhir, saat awal atau saat dikunyah pedas tidak terasa. Bisa disebut gak pedes sama sekali cenderung rasa pedas yang pas untuk lidah Indonesia, namun semakin lama rasa pedas semakin nyata. Persis seperti balsem yang di awal oles terasa hangat biasa dan semakin lama semakin panas. Kekenyalan mie termasuk baik, tidak terlalu lembut dan tidak terlalu keras. Pas untuk mie instan goreng, gatet . Tekstur yang tebal membuat mie ini semakin nikmat dikunyah, bagiku mie instan goreng memang cocok de...

Belenggu - Armijn Pane

Katanya novel 'pancaroba', novel peralihan zaman. Novel pembaharu di zaman itu, dimana sastrawan-sastrawan lainnya masih menggunakan gaya lama (klasik). Armin Pane kala itu membawa tulisannya dihadapan para pembaca Nusantara dengan gaya baru, gaya sastra yang belum pernah ada pasa kesusastraan Indonesia. Menurut beberapa komentar mengatakan akan sangat sulit memahami novel Belenggu jika tidak pernah membaca novel barat, atau mengerti bahasa Belanda. Novel ini menggunakan ejaan yang disempurnakan alias EYD dari rezim Soeharto, namun penggunaan bahasa Indonesia termasuk dalam bahasa Indonesia lama. Untuk pembaca seperti saya mungkin akan lebih mudah menangkap atau mencerna dari kalimat atau kosa kata yang disajikan, sementara untuk generasi sekarang mungkin akan butuh penyesuaian. Tahun penulisan novel mungkin pada tahun 1938 dan bisa jadi diterbitkan pertama kali pada tahun 1940. Pada buku elektronik yang saya baca kali ini (cetakan ke-13) merupakan terbitan tahun 19...

Hikayat dan Dongeng Jawa Purba Oleh da Kacha

Borongan! Dalam sehari saya mengunduh sekitar sepuluh buku elektronik alias ebook di platform gratis. Di sanalah mendapat banyak sekali buku langka dan terbaru dengan cuma-cuma, seger amat lu tong!  Dengan waktu yang luang aku ingin menceritakan kembali buku yang pernah dibaca sebelumnya. Kali ini ada buku yang cukup tua dari umur ayahku, buku ini sudah dialih media menjadi digital.  Hikayat dan Dongeng Djawa Purba  diterbitkan oleh Balai Pustaka dan tidak diketahui tahun terbitnya, buku ini tidak banyak informasi lengkap siapa penulisnya, hanya disebutkan diceritakan oleh da Kacha. Informasi lainnya seperti dicetak oleh PT Karya Nusantara - Bandung, lukisan gambar oleh Nasjah.  Halaman Depan alias Cover Buku Hikajat dan Dongeng Djawa Purba Dari jilid bukunya sangat menarik dengan ornamen batik, batuk yang bisa menceritakan fabel ataupun filosofinya. Buku yang telah terdigitalisasi ini diketik cukup rapi dengan ukuran huruf yang kecil mungkin saja 11 atau...

Kopit Episode #2

Yuli Prastiwi mengawali gelombang kedua covid-19 pada tahun 2022, entah dari mana dia memperolehnya. Setelah Yuli berguguranlah beberapa perawat dan bidan di tempat saya bekerja. Gejala bervariasi sekali, ada yang mengatakan sama beratnya dengan yang jenis Delta, ada yang bilang sedang dan ada yang ringan seperti flu biasa. Kembali lagi semua yang dirasakan adalah bersifat subjektif untuk penilaian berat atau ringannya, walaupun semua gejala bisa diukur secara objektif. Tiap minggu ada saja yang kena, bak arisan tiap orang mempunyai kesempatan yang sama. Kini di pertengahan Maret 2022 saya mendapatkan jackpot, perut mules, kembung, mencret, nyeri tenggorokan, flu dan pusing. Awalnya aku merasa ketidakberesan badan dicetuskan oleh kelelahan belaka. Namun semua dugaan itu tidak semuanya salah. Saya yakin akibat dari kelelahan bekerja ala romusha ditambah rodi, menjadi langkah awal imunitas badan turun.  Alat antigen covid-19 menunjukkan hasil samar Kamis pagi rasanya suda...

Jalan Tak Ada Ujung - Mochtar Lubis

Berlatar di Jakarta zaman pasca kemerdekaan, di mana Jakarta masih banyak rumah-rumah dengan daun rumbia dan masih jarang yang menggunakan genteng. Cerita ini sepenuhnya membawa imajinasi Anda untuk tidak memikirkan kondisi Jakarta saat ini yang hingar bingar, penuh pencakar langit dan sesak. Geserlah agak jauh imajinasi Anda pada sebuah kampung yang bernama Jakarta dengan peperangan yang belum usai. Cerita dari Mochtar Lubis mengetengahkan seorang guru sekolah SD yang mengalami ketakutan di tengah perang kemerdekaan Indonesia, namanya Guru Isa. Kelembutan dalam kehidupan sehari-hari membuat beliau tidak pernah sekali-kali melihat kekerasan, sekali melihat kekerasan psikologisnya drop.  Ketakutan itu sudah berdampak pada kehidupan sehari-hari bahkan dengan rutinitas ranjang dengan sang istri. Cerita novel ini titik besarnya bukan pada masalah ketakutan perang saja, namun diangkat juga soal percintaan. Fatimah adalah istri dari Guru Isa, seorang yang penurut dengan suami. Bisa dikat...

QSL: Radio Taiwan Internasional - Februari 2022

Matahari tergelincir di barat, angin selatan masih saja menuju barat laut. Semua seakan terlewati begitu saja, tanpa hal istimewa. Sore itu skipping rope sudah ditangan. Dari ujung jalan terdengar mesin matik yang kian mendekat, terasa hal yang istimewa. Dugaanku benar kalau gak Pak Pos ya kurir dari jasa logistik swasta.  Pengiriman qsl Radio Taiwan Internasional seksi bahasa Indonesia kini semakin cepat, entah kenapa. Mungkinkah karena pandemi akan berakhir? Ya semoga saja.  Nyata sudah dugaanku bahwa sepuluh bulan kedepan bentuk qsl dalam bentuk bundar alias bulat. Lihat saja untuk bulan Februari 2022 qsl hadir dengan bentuk yang sama dengan pendahulunya di bulan Januari. Dengan warna dasar kuning kartu qsl kali ini menarik matadengan tulisan Dadaocheng. Terdapat tulisan Healing In Doucheng,  gambar ini kiranya dari Datong Distrik di Taipei. Bagian belakang sama seperti sebelumnya dengan keterangan frekuensi dan yang lainnya.