Langsung ke konten utama

Hutan Lindung Gunung Gegerbentang Pamarican dan Refleksi Diri

Asam Manis Terong Dayak

Halo semuanya,

Saya bersyukur sekali mempunyai sahabat baik seperti Bu Merry Liong, dia adalah sosok sahabat dan guru panutan. Kini saya patut berbangga diri dan bersyukur mempunyai sahabat seperti beliau. Pada kesempatan kali ini saya ingin menceritakan tentang resep sayur asam manis dengan bahan utama terong Kalimantan (terong Dayak). 

Mencari bahan-bahan dari resep Bu Merry tidaklah membuat kantong kering atau bersusah-susah payah ke sana kemari untuk mencari bahannya. Untuk mempermudah ingatan saya tulis kembali resepnya, tentunya dengan versi saya sendiri. 

1. Sediakan satu buah terong Dayak yang sudah matang (berwarna kuning), cuci dan kupas kulitnya terlebih dahulu. Jangan mengiris dagingnya sebelum dikupas nanti anda akan bersusah-susah payah. Setelah kulit dikupas, belah terong menjadi 10 bagian atau lebih. Buang isi terong, yang di masak hanya dagingnya saja.

2. Bumbu halus, sederhana saja. Garam satu sendok teh, bawang merah 3-4 biji, bawang putih 2-3 siung, satu ruas kunyit. Keempat bahan tersebut ulek sampe halus atau setengah halus tidak kenapa. Ada satu bahan lagi yakni dua batang sereh, sereh hanya digeprek saja dan dimasukkan saat bumbu halus ditumis. 

3. Air bersih

4. Ikan, untuk ikan bisa memilih ikan apa saja baik dari laut ataupun ikan air tawar, saat membuat resep ini saya menggunakan ikan tongkol. Sebelum dimasak ikan digoreng terlebih dahulu agar tidak terlalu amis, gurihnya dapat juga daging ikan yang tidak akan buyar oleh air mendidih.

5. Bahan terakhir adalah minyak goreng, kalau punya minyak goreng dari kelapa sawit berarti anda sanggup membayar hal yang mahal. Jika di rumah mempunyai minyak kelapa akan lebih baik lagi karena masakan akan kaya rasa.


Baiklah ini cara masaknya:

1. Masukkan minyak yang sekarang harganya mahal itu, panaskan. Masukkan bumbu halus berserta serai. Oseng sampai wangi rempah keluar menyeruak seisi rumah dan menyubit hidung para tetangga.

2. Saat oseng bumbu halus sudah matang, masukkanlah air bersih dan tunggu sampai mendidih.

3. Usai mendidih layaknya darah seorang pemarah, masukkan potongan terong Dayak. Masak sampai empuk.

4. Setelah empuk masukkan ikan yang sudah digoreng, tunggu sampai bumbu halus merasuki ikannya. Jangan sampai kesurupan ya, maksudnya gosong.

4. Masa nomor empat lagi, harusnya 5.

5. Hidangkan dengan penuh keindahan dan kegembiraan.


Selamat mencoba. Pamerkan kepada tetangga bila perlu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Menegang dan Mengeras Oleh Nyai Gowok

Ah...sialan! Padahal aku sudah kenal buku ini sejak Jakarta Islamic Book Fair tahun 2014 lalu! Menyesal-menyesal gak beli saat itu, kupikir buku itu akan sehambar novel-novel dijual murah. Ternyata aku salah, kenapa mesti sekarang untuk meneggang dan mengeras bersama Nyai Gowok . Dari cover buku saya sedikit kenal dengan buku tersebut, bang terpampang di Gramedia , Gunung Agung , lapak buku di Blok M dan masih banyak tempat lainnya termasuk di Jakarta Islamic Book Fair. Kala itu aku lebih memilih Juragan Teh milik Hella S Hasse dan beberapa buku agama, yah begitulah segala sesuatu memerlukan waktu yang tepat agar maknyus dengan enak. Judul Nyai Gowok dan segala isinya saya peroleh dari podcast favorit ( Kepo Buku ) dengan pembawa acara Bang Rame , Steven dan Mas Toto . Dari podcast mereka saya menjadi tahu Nyai Gowok dan isi alur cerita yang membuat beberapa organ aktif menjadi keras dan tegang, ah begitulah Nyi Gowok. Jujur saja ini novel kamasutra pertama yang saya baca, sebelumn...