Langsung ke konten utama

Kissah 1001 Malam Jilid 3

QSL Radio Taiwan Internasional 2019 - Ulang Tahun 90 RTI

Ulang tahun adalah hal sakral bagi masyarakat Tionghoa terlebih lagi sudah memasuki 80-90 tahun. Ini akan menjadi hal yang sangat berarti bagi dirinya sendiri dan sanak keluarga yang sudah bercucu-cicit. Tahun 2019 Radio Taiwan Internasional berulang tahun dengan usia 90 tahun, jika disamakan dengan manusia maka akan mempunyai segudang cucu cicit. 

Ulang tahun 90 tahun ini RTI menerima berbagai kartu ucapan, diantara kartu ucapan yang menarik akan dijadikan sebagai kartu QSL yang nantinya akan diterima oleh para pendengar dunia pada setiap mengirimkan laporan penerimaan siaran.

Kartu di atas adalah buah karya dari Ch Faheem Noor, seorang pendengar RTI dari Pakistan.

Kartu kedua dicipta oleh pendengar Taiwan bernama Chen He-zhi.

Lagi-lagi pendegar Taiwan memberikan karya terbaiknya dalam sebuah kartu, kali ini dibuat oleh Chen Yu-rong.

Kartu terakhir yang saya dapatkan di tahun 2019. Kartu QSL ini dibuat oleh Hicham Kungfu dari Maroko. 

Dari 12 lembar kartu ucapan ulang tahun RTI, saya hanya mendapatkan empat jenis kartu saja. Sayang sekali.

Pembaruan:

Karya Bezazel Ferhat, Aljazair.
Karya Chang Li-Hsun, Taiwan.
Karya Natcha Chatvichai, Thailand.
Karya Kustova Sofia Sergeevna, Rusia.
Karya Chien Yu-Hsiu, Taiwan
Karya Merry Liong, Indonesia.
Karya Sanusi Isah Danbaka, Nigeria.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.