Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Bukan Perampok

Bukan Perampok

Sore (14/11) selepas adzan ashar begitu dingin seperti tusukan yang hendak menghujam pada diriku yang kecil. Tak pernah ku menyangka bahwa ini terjadi dan begitu menjijikkan. Orang itu bertandang ke rumah menuntut pembayaran dengan dalih-dalih klaimnya sendiri. Padahal pembayaran pelunasan sudah tercapai pada 1,5 tahun yang lalu.  Sedarah, namun tidak ada persaudaraan sama sekali. Sore dengan hujan tidak ada henti, seolah tangis dari kedua bola mataku. Perjalanan mengambil uang sejumlah 4.250 ribu semakin menyakitkan, namun ini adalah pembuktian bahwa aku bukan garong warisan. Saya murni beli dengan kesepakatan sebelumnya dan sudah terbayar dengan kesepakatan.  Aku bersumpah untuk selalu menjaga kewarasan dan meminta keridhaan dari Zat maha Adil. 

Kembali 'Atheis' di Tahun 2025

"Kenapa Saudara bilang bahwa seorang atheis tidak boleh berperasaan takut?" Seorang pernah menjadi atheis, dan tidak cocok menjadi atheis karena ada rasa tidak nyaman dalam jiwanya. Begitulah kondisi Hasan yang terdidik sebagai anak yang alim, terlahir dan besar dengan agama Islam. Kehidupan Hasan berubah setelah bertemu dengan kawan lama, Rusli . Jiwa keagamaan dan dan pandangan hidupnya geser terlalu jauh saat propaganda keatheisan, sosialis dan komunis digaungkan oleh Rusli. Terlebih kedatangan Kartini sebagai katalisator Hasan terjerambab pada kondisi yang tidak sesuai dengan yang diidamkan sejak kecil. Pertentangan batin selalu muncul saat perubahan-perubahan terjadi dalam dirinya.  Jiwa keislaman luntur berangsur sampai Hasan menikah dengan Kartini, gadis bebas dan modern. Detik yang terkumpul hingga berbuah pada jam dan menggunung menjadi sebuah tahun berlalu seiring masa perkawinan Hasan dan Kartini, pada tahun ke-4 badai datang nan pedih. Api cemburu Hasan terhad...

Banjar dan Pamarican dalam Peta Masa Kolonial

Dora sebagai petualang melalui peta seakan asik dalam pengembaraannya. Saban tempat dikunjungi dan dinikmati di setiap sudut. Begitupun kera kecil yang selalu menemani tampak gembira dengan eksplorasi dengan Dora. Begitulah peta, asik saat ditelusuri baik secara langsung ataupun hanya dilihat dari sebuah atlas, lembaran kertas atau digital. Sungguh menjadi sebuah pengembaraan menakjubkan.  Melalui peta kita bukan saja melihat kondisi geografi, titik koordinat, kewilayahan, topografi ataupun hal lain berhubungan dengan disiplin ilmu lainnya. Peta juga membawa sejarah, baik perubahan geografis, perubahan toponimi, dan lain sebagainya. Banyak bertebaran peta-peta zaman kolonial baik digital maupun yang sudah tercetak di buku-buku sejarah. Kini saya ingin menyusun apa yang ditemukan pada peta terdahulu dan menjalin cerita antara keadaan silam dengan masa kini. Mudah mudahan pembaca dapat meneroka sejarah lokal dan menikmati setiap luv yang didekatkan pada peta. Selamat menikmati! 1. Ke...

Nyai Sadikem - Artie Ahmad

Menjadi Sadikem adalah akhir sebuah perjalanan perempuan yang bernama Elizabeth . Manusia kelas dua di alam Hindia Timur , hasil kawin mawin yang tak direstui oleh negara maupun oleh budaya. Sebelum menjadi Sadikem, ia adalah seorang gadis indo alias gadis hasil kawin campur antara Belanda totok dan Jawa. Isaak van Kirk adalah biang keladi dari awal perjalanan hidup Nyi Sadikem , gundik Jawa Van Kirk bunuh diri di sebuah pohon. Perlakuan tidak adil yang diberikan Van Kirk pada gundiknya memberi kesan buruk pada anaknya, juga sikap jahanam dari istri dan anak sah dari Van Kirk. Elizabeth muda hampir tewas dibuang dan ditemukan di bantaran sungai. Saat itulah Bondan Sasono menolonya dan membawa Elizabeth pada mak Miat , seorang dukun bayi yang pandai pengobatan tradisonal . Di gubuk mak Miatlah Elizabeth terlahir kembali menjadi seorang Murni . Tidak ada secuilpun niat Murni untuk balik kembali ke rumah mewah Van Kirk, di sinilah kehidupannya dimulai sebagai Murni. Na...

QSL: Juni & Juli 2025 dari Radio Taiwan Internasional

Lama sekali tidak mengunggah kartu QSL ataupun artikel lainnya di blog ini. Dua hari yang lalu saya menerima dua surat sekaligus dari RTISI, dua amplop tersebut berisikan 2 kartu QSL. Tahun 2025 ini kartu QSL RTI bertemakan keindahan alam di Taiwan. 

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...

Buku Perjalanan Franz W Junghuhn & Alferd R Wallace di Nusantara

Selesai sudah dalam sebulan lebih untuk dua buku tentang perjalanan dan laporan dari naturalis Eropa ini. Nama mereka berdua selalu ada dalam pengetahuan anak-anak Indonesia, sedari SD kita diajari iklim gunung Jughun dan garis Wallace. Keduanya membawa konsep garis imajiner, Junghuhn membawa garis imajiner setiap meter ketinggian gunung atau dataran yang ditandai dengan jenis tumbuhan yang berbeda. Sementara Wallace mempunyai garis imajiner tentang sebaran hewan yang berada di kepulauan Nusantara. Kedua naturalis Eropa tersebut hidup dalam zaman yang tidak terpaut jauh, sama sama hidup pada tahun 1800-1900. Junghun sendiri berasal dari Jerman setelah itu merubah kewarganegarannya menjadi Belanda dan meninggal di Lembang, Bandung. Naturalis Wallace lahir dan meninggal di Inggris, juga merupakan warga negara Inggris, bahkan beliau mendapat penghormatan besar dari Kerajaan Inggris. Kedua buku tersebut merupakan terjemahan pertama dalam Bahasa Indonesia, seperti rumah yang bar...

Balada Penyadap Kelapa: Bekisar Merah Oleh Ahmad Tohari

Membaca karya Tohari seperti makan kacang goreng di malam atauoun di siang hari di sela sela waktu antara sedikit kenyang dan sedikit lapar, atau bahkan dalam kondisi lapar. Perlu dilebihkan untuk karya-karya beliau, ciri khas bahasa yang lugas, sederhana dan mudah dimengerti mampu menusuk siapapun yang baca, termasuk wong cilik yang memang menjadi tokoh dari setiap cerpen maupun novel dari Ahmad Tohari. Ronggeng Dukuh Paruk menjadi salah satu karya yang pertama saya lahap di masa kuliah saat itu, namun Bekisar Merahlah yang memperkenalkan saya pada Ahmad Tohari. Cuplikan-cuplikan dari Bekisar Merah tertuang pada buku pelajaran Bahasa Indonesia kala saya masih SMP. Jika terkenang masa itu, betapa indahnya kumpulan tukilan cerita baik novel, cerpen-cerpen dari sastrawan Indonesia. Yang saya ingat beberapa karya besar ditampilkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia bersampul warna telor asin. Harimau! Harimau! dari A.A Navis, Langit Biru Laut Biru dari Ajip Rosidi, Athei...

Kisah Seribu Satu Siang Dan Malam - Naguib Mahfouz

Dogeng Seribu Satu Malam seperti maha raja dongen di dunia ini, saking terkenalmya dongeng Seribu Satu Malam mempengaruhi banyak dongeng di dunia. Kandungan cerita yang kaya akan makna, hikmah, ilmu agama, budaya, sampai pada hal-hal di atas logika manusia. Kemahsyuran itu tak lekang oleh waktu dan menyebar sampai sela-sela dunia. Sastrawan Kairo, Naguib Mahfouz penerima hadiah nobel katagori sastra juga membuat novel yang ada keterkaitan dengan dongeng Seribu Satu Malam. Kecerdikan Naguib menjadikan "pengembangan" dongeng Seribu Satu Malam menjadi alat kritik sosial politik pada masyarakat dan pemerintahan Mesir saat itu. Untuk membaca novel ini butuh sensitifitas pada problem sosial saat itu, saya sendiri mengalami kesulitan dengan apa maksud dari cerita tersebut. Pengembangan cerita Syahrazad, Aladin, dan Sindabad juga tersaji. Keterlibatan dua dimensi kehidupan, antara manusia dan jin terjadi. Keterlibatan ini menjadi masalah besar pada tatanan negara, sosial dan yang lai...

Seidjah Melintasi Tapal Batas Kepicikan Kolonial - Nico Vink

"Pergi meninggalkan kekecewaan pada Abel dan segala hal yang setiap hari mengingatkanku padanya." Awal sebuah cerita dari buku Seidjah seorang gadis pengajar yang melintasi tapal batas kepicikan kolonial. Seidjah melepaskan dirinya untuk menjadi tuan bagi dirinya sendiri, dan ini merupakan perjalanan panjang hidupnya di Hindia Belanda. Seidjah lahir dan besar di Nijkerk, sebuah kota kecil di Belanda. Lahir dari kalangan menengah dengan kepribadian yang apik. Seidjah mempunyai sifat seperti ayahnya yang gemar membaca, segala sesuatu dibaca bagai camilan dan lauk lezat. Pribadinya yang halus dan pembelar menjadikannya seorang guru dengan afkir yang baik.  Seidjah muda terpesona dengan pemuda soft spoken  nan gagah dari daerah Friesland. Begitu terpesonanya hingga mabuk kepayang, dan kecewa berat pada Abel P. Pemuda Friesland yang mengahamili perempuan lain saat menjalin kasih dengan Seidjah. Permulaan inilah muasal Seidjah memutuskan untuk melamar dan bersedia menjadi guru di H...

Inilah Sebuah Titik

Titik balik kehidupan, dimana sisi tergelap dan sisi terterang berada. Sama sama tidak bisa melihat dengan jelas, kelebihan. Titik yang pernah berjalan dalam gelombang kehidupanku.  Tiada perasasti terbaik untuk kehidupan selain menulis sebuah karya, atau menulis cerita indah pada setiap insan yang kita kenal maupun tidak kenal. Menulis seperti pelangi, angin semilir pada rerumputan dan sinar mentari timur yang hangat. Pada bulu halus kucing yang mendengakur, simpanan kasih berserta cinta yang tulus. Energi itu ada.  Di Pertigaan Pematang Sawah, 17:39 23/04/25.