Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Kenangan Bersama VOM Kuala Lumpur

Saya pikir Radio Suara Malaysia atau VOM dan Voice of Islam masih menyiarkan program acaranya di gelombang pendek atau SW ternyata sudah menjadi almarhum sejak tahun 2011. Tidak banyak kenangan dengan radio ini karena memang jarang mendengarkan hanya beberapa menit saja kalau memang siaran radio besar (NHK,CRI,BBC,RNW) mengalami penangkapan siaran yang buruk.  Tapi kadang kala saya mendengarkan Voice Of Islam yang masih dalam satu keluarga dengan VOM.
Halaman Depan Jadwal Acara dan Frequensi VOM

Voice Of Malaysia lahir pada 15 Februari 1963 di Kuala Lumpur disiarkan dalam Bahasa Indonesia, Mandarin dan Inggris. Program bahasa Thailand, Tagalog, Arab dan Bahasa Melayu memulai siaran pada tahun 1970. Siaran bahasa Indonesia mengudara dalam durasi sekitar 3 jam. Lumayan panjang untuk siaran international biasanya siaran SW paling pendek 15 menit seperti Radio Thailand tapi rata - rata 1-2 jam siaran.  Mungkin bahasa Indonesia sangat penting bagi Malaysia sehingga jam siaranya panjang.

Peta Jangkauan VOM
Voice Of Islam yang merupakan anak usaha dari VOM memulai siaran dalam Bahasa Melayu dan Inggris.  Isi program dari VOI selain membahas soal agama Islam juga tentang kebudayaan Islam di Malaysia. 

Karena tidak banyak kenangan saya tidak bisa banyak mengetik di sini. Salam.
Jadwal Acara dan Frequensi Siran Bahasa Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.