Aku Dan Ketelanjangan

Ternyata Aku sudah lama telanjang! Aku terpukul dengan kehidupanku yang ditelanjangi diri sendiri dengan begitu nista nan menyenangkan bak seorang kecanduan dadah. Mungkin bukan aku saja, melainkan semua orang yang kenal teknologi informasi dan mempunyai alatnya. Semua telanjang!.

Aku sendiri sudah mengetahui dampak negative dari sebuah teknologi informasi baik yang bersifat jasmani maupun kejiwaan, semua sudah terekam dalam otak namun mandek dalam pelaksanaan. Ketagihan dan kegilaan menjadi bendungan besar untuk menghindari semua ketelanjangan ini.

Bisa disebut telanjang! Betapa tidak setiap sisi kehidupan menarik (sedih, bahagia, kebimbangan etc) selalu dibagikan dalam sebuah tulisan, foto, video maupun tag lokasi. Ketelanjangan itu sama sekali tidak memberikan ruang kemisteriusan kehidupan seseorang ataupun sama sekali tidak ada ruang privasi, semua dilucuti dalam sebuah aplikasi. 

Cermah virtual dari Dr. Fahrudin Faiz menggugahkan saya dari euforia ketelanjangan ini. Sama halnya dengan ektasi, sebuah media sosial mempunyai efek sama besar dengan manfaatnya. Beliau menjelaskan beberapa efek negative tersebut:

1. Kelebihan informasi/komunikasi yang mengakibatkan essensi komunikasi menjadi dangkal. Kedangakalan komunikasi pada media sosial merupakan efek dari keterbatasan komunikasi singkat aplikasi. Kelebihan informasi/komunikasi mengakibatkan sulitnya memilih informasi yang benar.

2. Keterbukaan tanpa batas, ketelanjangan diri dalam media sosial.

3. Efek pskologi yang mengakibatkan tidak pekanya pada kebaikan, kebenaran dan cenderung lebih mempercayai rumor.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Serapan Bahasa Portugis dalam Bahasa Indonesia

Parfum Garuda Indonesia: Parfum Yang Mempunyai Hukum

KAWERUH BASA: Peribahasa lan Saloka Jawa #27