Langsung ke konten utama

Hutan Lindung Gunung Gegerbentang Pamarican dan Refleksi Diri

Sherlock Holmes - The Valley of Fear

Adalah novel kedua yang kubaca dari genre detektive, setelah membaca karya Dan Brown dengan Davinci Code yang sudah sekian lama, akhirnya hari ini saya membacanya berkat pinjaman dari sahabat istimewa. Saya berani pinjam buku ini berhubung pernah mendengarkan Podcast KepoBuku edisi novel detektive seperti karya-karya Agatha Kristi, nah di episode itu ada pembicara yang membawa rangkaian novel Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle. Konon pengarang anime detektive Conan terinspirasi dari karya-karya Sir Arthur.

Sejatinya aku kurang begitu suka untuk berpusing-pusing merangkai puzzle dari sebuah kasus yang disajikan pada sebuah novel detektive. Umumnya format dari novel detektive adalah serpihan puzzle masalah - perangkaian puzzle masalah - konflik - puzzle masalah selesai terangkai. Sisi enak dari novel jenis ini adalah ketika memasuki perangkaian puzzle masalah, konflik, dan puzzle masalah selesai. Tapi Hal yang paling berat bagi otakku adalah awal dari serpihan puzzle itu yang membuat gila! Terlebih bahasa yang digunakan umumnya njelimet abis!

Saat membaca novel Sherlocks Holmes - The Valley of Fear di halaman awal cukup membuatku bertanya-tanya, namun pancingan untuk menerka suatu kejadian tidaklah sampai dengan sempurna pada otakku, mungkin ini keterbatasanku. Tapi jujur saja selama membaca novel ini sedikit pusing dengan penggunaan bahasanya, mungkin diksi yang kurang tepat menjadi hal yang kurang enak dibaca. Dari segi bahasa saya pikir penerjemah ingin mengplikasikan bahasa gaya ala Anak Jaksel yang nyampur enggres dan endonesiah, cuma saya pikir inilah yang menghambat kenyamanan dalam membaca. Sunggguh bosan aku membaca kata well disetiap paragraf, kupikir penerjemah bisa mencari diksi yang baik agar enak dibaca. Beberapa terjemahan juga sedikit membingungkan pembaca.

Dari keseluruhan cerita dapat disimpulkan cerita ini sangat menarik dengan kejadian yang tak terduga sebelumnya, terlebih yang diteliti ternyata bukan orang yang meninggal dalam perkara tersebut, melainkan orang lain. Selain itu novel ini bukan satu jalan cerita yang lurus, tapi dua cerita yang berjalan berbeda namun mempunyai keterkaitan.

Judul Buku: Sherlock Holmes - The Valley of Fear 
Penulis: Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah: Albert
Penyunting: Satya
Tata Letak: Werdiantoro
Tahun Terbit: 2019
ISBN: 978-602-5868-65-8
Penerbit: Immortal Publishing

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Menegang dan Mengeras Oleh Nyai Gowok

Ah...sialan! Padahal aku sudah kenal buku ini sejak Jakarta Islamic Book Fair tahun 2014 lalu! Menyesal-menyesal gak beli saat itu, kupikir buku itu akan sehambar novel-novel dijual murah. Ternyata aku salah, kenapa mesti sekarang untuk meneggang dan mengeras bersama Nyai Gowok . Dari cover buku saya sedikit kenal dengan buku tersebut, bang terpampang di Gramedia , Gunung Agung , lapak buku di Blok M dan masih banyak tempat lainnya termasuk di Jakarta Islamic Book Fair. Kala itu aku lebih memilih Juragan Teh milik Hella S Hasse dan beberapa buku agama, yah begitulah segala sesuatu memerlukan waktu yang tepat agar maknyus dengan enak. Judul Nyai Gowok dan segala isinya saya peroleh dari podcast favorit ( Kepo Buku ) dengan pembawa acara Bang Rame , Steven dan Mas Toto . Dari podcast mereka saya menjadi tahu Nyai Gowok dan isi alur cerita yang membuat beberapa organ aktif menjadi keras dan tegang, ah begitulah Nyi Gowok. Jujur saja ini novel kamasutra pertama yang saya baca, sebelumn...