Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid 2

Komik: Cells at Work! Black - Bekerjalah Sel-sel Tubuh

Hadiah dari pembelian komik Timun Mas (bekas) berupa komik Jepang yang menceritakan tentang cara kerja sel-sel tubuh. Komik ini dibuat oleh Akane Shimazu, jalan cerita oleh Shigemitsu Harada dan seni gambar oleh Issey Hatsuyoshiya. Dialih bahasakan ke bahasa Indonesia oleh Olive Irianto dan diterbitkan M&C Gramedia.

Seneng sekali rasanya dikasih hadiah berupa komik langsung dari penjualnya, walaupun komik bekas kondisinya 98% baru hanya hilang plastiknya saja. Terakhir baca komik serial mungkin saat kuliah, dimana saat itu Aang alias avatar mulai ramai dibaca tiap orang. Saya sendiri tidak membelinya langsung dengan duit sendiri, melainkan pinjam dari temen kost yang sendang menggandrungi budaya Jepang. Dan kini aku kembali membaca komik, walupun hanya satu series saja yang didapat. 

Masuk dalam katagori dewasa karena mengandung unsur-unsur yang bikin birahi naik, senajan gambarnya tidak terlalu. Hanya gambaran payudara, penis, gland penis dan selebihnya masih dalam katagori sopan. Komik ini terdiri dari lima bab: Kondisi paru-paru saat merokok, minum alkohol dan kerusakan liver, ereksi, ejakulasi, gonore, dan kerontokan rambut. Komik ini cocok untuk para penyuka biologi, pelajar keperawatan, dan kedokteran. Ilustrasi dari komik sangat membantu menggambar sel tubuh dan organ-organ bekerja saat dalam kondisi tertentu.

Komik ini tidak berwarna, hanya hitam putih saja. Dari segi bahasa cukup bisa dipahami. Ada beberapa kata yang bertanda bintang dengan sedikit penjelasan dari kata (istilah) tersebut. Cell at work! Diterbitkan pada tahun 2022 oleh M&C Gramedia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.