Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Chinese Chicken Pies

Makes 4

Preheat the oven to 180 degree celcius and grease 4 individual pie dishes.

Place butter in a saucepan over medium heat. Add leek and cook, stirring, for 5 minutes or until softened. Add mushrooms and ginger, and cook for a further minute. Stir in flour, then gradually add stock. Reduce heat to low and cook,  stirring, for 1-2 minutes until sauce has thickened. Stir in frozen peas, chicken, ham and coriander. Season with salt, pepper and a pinch five spice powder. Stir in cream, then remove from heat and cool while you prepare square.

Cut each pastry sheet into 4 squares. Line each pie dish with 1 squares, pressing well to the sides. Divide filling among pie cases. Brush edges of pastry with a little water, then top with remaining pastry. Trim edges and crimps with your fingers to seal. You can use pastry trimming to decorate the pies if desired. Brush top of the pies with beaten egg, then springkle with sesame seeds. Place pie dishes on trays in the oven and bake for 20 minutes or until pastry is golden and puffed. Serve pies a mixed leaf salad.

25 gram unsalted butter
1 small leek (white part only), finely chopped
8 fresh shiitake mushrooms, sliced
2 tsp grated ginger
1 tbs plain flour
300ml chicken stock
1/2 cup (60g) frozen peas
2 cup (300g) chopped cooked chicken
80g thickly sliced ham, chopped
1 tbs chopped coriander
Pinch of.five spice powder
150ml thickened cream
2 frozen puff pastry sheet,  thawed
1 egg, beaten
1 tbs sesame seeds
Mixed leaf salad, to serve

Recipe by Valli Little

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.