Langsung ke konten utama

Hutan Lindung Gunung Gegerbentang Pamarican dan Refleksi Diri

Jamur Datang Sepulang Traveling

Banyak orang bilang backpacker ataupun anak gunung itu jorok?!  Benarkah demikian?  Semuanya itu tergantung dengan peribadi masing - masing. Karena kebersihan diri itu pada diri masing - masing bukan pada kelompok. Banyak kok backpacker dan anak gunung yang selalu dandan atau menjaga kerapian.

Menjadi backpacker tidak serta merta meninggalkan personal hygiene begitu saja. Walaupun dalam kondisi dan situasi yang sulit kebersihan badan adalah salah satu hal yang penting. Karena personal hygiene lah pribadi anda menjadi percaya diri saat menghadapi lawan bicara,  terjaga dari bakteri atau sumber penyakit, kesehatan yang terjaga dan tentunya keimanan Anda bertambah karena menjaga kebersihan diri adalah sebuah ibadah yang besar.

Padatnya itinerary yang berjalan kadang membuat para backpacker lupa akan gosok gigi, mandi ataupun membersihkan pakaian. Saking padatnya jadwal ataupun karena tidak ada fasilitas untuk membersihkan diri. Mungkin untuk gosok gigi ataupun mandi adalah hal yang mudah untuk di sebagian wilayah Indonesia yang mempunyai debit air yang banyak.

Selangkangan Sebagai Tempat Jamur Tumbuh
Kebersihan badan memang susah -  susah gampang untuk dikerjakan karena tinggal ada kemauan dan tekad untuk membersihkan diri pasti kebersihan badan terjaga. Ya semuanya tergantung pada kita sendiri yang mempunyai kemauan untuk menjaga kebersihan diri. Jika memang enggan membersihkan diri tentunya ada konsekuensi tersendiri yakni kerugian dalam masalah kesehatan dan masalah sosial. Kerugian dalam kesehatan pastinya akan terjadi karena bakteri, virus atau jamur dalam tubuh akan cepat berkembang dan menjadi sebuah penyakit sementara akibat dari terlantarnya kesehatan badan berdampak pada kerugian sosial dimana seseorang mungkin akan dijauhi temannya karena bau badan, bau mulut dan citra kotor yang membuat orang enggan berdekatan.

Salah satu kebersihan diri yang sering lupa saat perjalanan adalah selangkangan bagi kaum lelaki karena stok celana dalam yang kurang dan suhu yang lembab menjadikan daerah "pertigaan" gampang terkena jamur. Ciri khas dari jamur yang tumbuh adalah kulit yang memerah berbentuk oval ataupun bulat, gatal dan lama kelamaan melebar. 

Jika teman - teman terkena jamur ini jangan lupa berobat atau beli obat jamur untuk mematikan jamur di kulit. Jenis obat seperti krim miconazole ataupun ketoconazole. Selain terapi obat jangan lupa selalu ganti celana dalam dua kali sehari. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Menegang dan Mengeras Oleh Nyai Gowok

Ah...sialan! Padahal aku sudah kenal buku ini sejak Jakarta Islamic Book Fair tahun 2014 lalu! Menyesal-menyesal gak beli saat itu, kupikir buku itu akan sehambar novel-novel dijual murah. Ternyata aku salah, kenapa mesti sekarang untuk meneggang dan mengeras bersama Nyai Gowok . Dari cover buku saya sedikit kenal dengan buku tersebut, bang terpampang di Gramedia , Gunung Agung , lapak buku di Blok M dan masih banyak tempat lainnya termasuk di Jakarta Islamic Book Fair. Kala itu aku lebih memilih Juragan Teh milik Hella S Hasse dan beberapa buku agama, yah begitulah segala sesuatu memerlukan waktu yang tepat agar maknyus dengan enak. Judul Nyai Gowok dan segala isinya saya peroleh dari podcast favorit ( Kepo Buku ) dengan pembawa acara Bang Rame , Steven dan Mas Toto . Dari podcast mereka saya menjadi tahu Nyai Gowok dan isi alur cerita yang membuat beberapa organ aktif menjadi keras dan tegang, ah begitulah Nyi Gowok. Jujur saja ini novel kamasutra pertama yang saya baca, sebelumn...