Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Bubble and Squeak

Serves 6

For relish, heat oil in frypan over medium heat. Add eschalots and mustard seeds, and cook,  stirring occasionally, for 3-4 minutes, until soft. Add the tomatoes, sugar and vinegar, and cook, stirring occasionally for 5 minutes or until soft. Cool, the season to taste with black pepper.

Cook potatoes in a large pan boiling salted water for 15 minutes or until tender. Drain well, return to pan and roughly mash. Meanwhile, place cabbage in a colander in the sink and pour over 2 cups (500ml) boiling water. Rinse in cold water, then squeeze out excess. Add cabbage, onion, milk and 20g butter to potatoes and mix to combine well. Season to taste, then stir in cheese.

Preheat grill to high. Heat remaining butter and oil in a non stick frypan over medium-low heat. Spread bubble and squeak mixture evenly over base. Reduce heat to low and cook for 12-15 minutes or until base crisps. Place under the grill and cook for 2-3 minutes or until the top is golden. Stand in the pan for 5 minutes, then invert onto a board, cut into wedges and serve relish and baby spinach.

1 kg Desiree potatoes, peeled, chopped
2 firmly packed cups finely shredded savoy cabbage
4 spring onions, trimmed finely chopped
1/2 cup (125ml)  milk
30g unsalted butter
60g coarsely grated fontina cheese
1 tbs olive oil
Baby spinach, to serve

Chunky tomato relish
1 tbs olive oil
1 eschalots, finely chopped
1/2 tsp black mustard seeds
350g grape or cherry tomatoes, halved
1/4 firmly packed cup (50g) borwn sugar
2 tbs red wine vinegar

Recipe by Kate Nichols

Komentar

Berita aneh dan unik mengatakan…
Its a indonesian food?
Waluyo Ibn Dischman mengatakan…
No it's not Indonesian culinary but from Australia.
Waluyo Ibn Dischman mengatakan…
No it's not Indonesian culinary but from Australia.

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...