Langsung ke konten utama

Hutan Lindung Gunung Gegerbentang Pamarican dan Refleksi Diri

Hadiah Pertama Dari Amerika

Hadiah dari VOA yang  masih terbungkus

Walaupun tidak mengudara lewat gelombang pendek (SW) radio ini masih tetap eksis dalam dunia radio. Berbagai perubahan terjadi pada radio satu ini mulai dari penambahan dan pengurangan seksi bahasa hingga perubahan jalur siaran dari analog (SW)) keistem digital (podcast/relay). Radio ini menjadi salah satu radio terbesar di jagat alam dan mempunyai lebih dari 20 seksi bahasa. Radio ini bernama Voice of America disingkat VOA, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Radio Suara Amerika. 

Radio Suara Amerika ini berkedudukan tepat di jantung Amerika, Washington DC. Layaknya RRI, radio ini mempunyai misi khusus yakni sebagai alat propaganda Amerika Serikat. Saya sendiri sudah mendengarkan Radio Suara Amerika sejak tahun 2003 melalui gelombang pendek (SW). Beberapa hadiah pernah saya terima mulai dari kalender (link), kaset rekaman siaran hingga baju. Semua diperoleh ketika VOA masih mengudara dalam gelombang pendek. Akhir tahun 2016 mulai kembali mendengarkan VOA melalui website dan podcast di aplikasi Android. 

Pembaruan acara dan jam siar memang sedikit membuat saya kagum terutama dengan berbagai jenis acara interaktif seperti Facebook Live yang disiarakan setiap jam tujuh petang hari kamis. Siaran Facebook Live ini hanya berdurasi setengah jam saja dimulai dari jam 19:00-19:30 WIB. Segmen acaranya menarik yakni diawali dua penyiar membacakan naskah berita dilanjutkan penyapaan pendengar yang ikut menonton Facebook Live, reportase dalam bentuk video dan kuis dari reportase yang disiarakan.

Kuis Facebook Live cukup gampang sekali yakni dengan cara menjawab pertanyaan kuis dengan memilih jawaban A atau B. Setiap Facebook Live VOA memilih tiga pemenang sekaligus yang langsung dihubungi melalui pesan langsung Facebook (direct message). Saya termasuk beruntung mendapatkan hadiah kuis tersebut pada bulan Juli lalu. 

Seminggu selepas pengumuman kuis Facebook Live hadiah berupa payung cantik datang ke rumah melalui agen kurir JNE. Wah betapa senangnya! Sudah sekian lama tidak mendapatkan hadiah dari Amerika.

Hadiah ini cukup menarik dan sangat bermanfaat. Payung dengan warna hitam bertuliskan VOA masih saya simpan, belum sempat digunakan karena musim masih kemarau. Terima kasih VOA!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Menegang dan Mengeras Oleh Nyai Gowok

Ah...sialan! Padahal aku sudah kenal buku ini sejak Jakarta Islamic Book Fair tahun 2014 lalu! Menyesal-menyesal gak beli saat itu, kupikir buku itu akan sehambar novel-novel dijual murah. Ternyata aku salah, kenapa mesti sekarang untuk meneggang dan mengeras bersama Nyai Gowok . Dari cover buku saya sedikit kenal dengan buku tersebut, bang terpampang di Gramedia , Gunung Agung , lapak buku di Blok M dan masih banyak tempat lainnya termasuk di Jakarta Islamic Book Fair. Kala itu aku lebih memilih Juragan Teh milik Hella S Hasse dan beberapa buku agama, yah begitulah segala sesuatu memerlukan waktu yang tepat agar maknyus dengan enak. Judul Nyai Gowok dan segala isinya saya peroleh dari podcast favorit ( Kepo Buku ) dengan pembawa acara Bang Rame , Steven dan Mas Toto . Dari podcast mereka saya menjadi tahu Nyai Gowok dan isi alur cerita yang membuat beberapa organ aktif menjadi keras dan tegang, ah begitulah Nyi Gowok. Jujur saja ini novel kamasutra pertama yang saya baca, sebelumn...