Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Sejarah Pembentukan Kota Administratif Banjar Tahun 1991

Beberapa hari yang lalu saya menemukan link website unduh pdf yang berisikan sejarah terbentuknya kota administratif Banjar pada tahun 1991. Bukan main keterkejutanku, sejarah tentang kota kecil memang jarang yang tahu terlebih lagi soal sistem sejarah kota pada tahun Orde Baru. 

Banjar adalah sebuah kecamatan yang cukup ramai di wilayah Daerah Tingkat II (DT II) Kabupaten Ciamis. Wilayah yang berada di ujung tenggara Daerah Tingkat I (DT I) Jawa Barat. Banjar mempunyai struktur atau tatanan layaknya kota saat itu dimana fasilitas-fasilitas vital berada di kecamatan ini. Misalnya saja Stasiun Banjar yang merupakan stasiun kelas satu (besar) yang digunakan sebagai tempat bergantinya lokomotif dan masinis; Terminal Banjar merupakan salah satu penghubung untuk wilayah-wilayah kecamatan di DT II Kabupaten Ciamis selain sebagai penghubung juga sebagai tempat transit kendaraan besar sebelum memasuki DT I Jawa Tengah.

Screenshot Dari PDF

Pasar Banjar juga mendapatkan andil cukup besar dalam pembentukan kota administratif Banjar. Pasar yang ramai pedagang dari Jawa Tengah dan berbagai wilayah kecamatan di sekitar Banjar menjadikan pasar ramai dan membuat wilayah Banjar semakin ramai hingga membentuk komunitas layaknya sebuah kota. Oleh sebab keramaian inilah pemerintahan Banjar mengajukan diri ke presiden untuk menjadikan wilayahnya sebagai Wilayah Administratif Kota Banjar dibawah naungan DT II Kabupaten Ciamis.

Menurut sumber sejarah dalam PDF yang berjudul "Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 1991 Tentang Pembentukan Wilayah Kota Administratif Banjar" mengatakan bahwa Kota Administratif Banjar dibentuk oleh beberapa wilayah dari kecamatan-kecamatan di sekitar Banjar (BAB IV Kewilayahan). Berikut saya tuliskan kembali pembagian wilayah yang akan menjadi Kota Administratif Banjar.

Screenshot Lanjutan

Seluruh Kecamatan Banjar: Desa Cibeurum, Balokang, Banjar, Mekarsari, Hengarsari, Pataruman, Mulyasari, Bojongkantong, Kujangsari, Langensari, Karyamukti, Batulawang, Rejasari, Waringinsari.

Sebagian wilayah kecamatan Cisaga: Desa Raharja, Karangpanimbal, Purwaharja, dan Mekarharja.

Sebagian wilayah kecamatan Cimaragas: Desa Neglasari dan Situbatu.

Sebagian wilayah Kecamatan Pamarican: Desa Binangun.

Selanjutnya daerah tersebut dibagikan ke dalam empat kecamatan diantaranya: Purwaharja, Banjar, Pataruman, dan Langensari.

Demikian sejarah wilayah Banjar saat menjadi Kota Administratif pada tahun 1991.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...