Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Kata - Kata Portugis Di Indonesia

1. Kata - kata yang resmi diterima dalam bahasa Indonesia
Format: Bahasa Indonesia - Bahasa Portugis
Antero - Interio
Angsa/Gangsa - Ganso
Armada - Armada
Baluarti - Baluarte
Bangku - Banco
Bantal - Avental
Baret - Barrette
Beludru - Veludo
Bendera - Bandaira
Beranda - Varanda
Biola - Viola
Bola - Bola
Bolu - Bolo
Boneka - Boneca
Dadu - Dado
Jendela - Janela
Gagu - Gago
Garpu - Garfo
Gereja - Igreja
Kandera - Caldeira
Kaldu - Caldo
Kantin - Cantina
Kasterol - Cassarola
Keju - Queijo
Kemeja - Camisa
Kereta - Caretta
Kubis - Couvis
Labu - Nabo
Lelang - Leilão
Lemari - Armário
Lentera - Lanterna
Mandor - Mandador
Martil - Martelo
Meja - Mesa
Mentega - Manteiga
Meskipun - Mas que
Minggu - Domingo
Moreia - Moreia
Natal - Natal
Noda - Nódoa
Nyoya - Senhora
Nona - Dona
Padri - Padre
Palsu - Falso
Paska - Páscoa
Pegang - Pegar
Pelor - Pelouro
Pena - Pena
Peniti - Alfinete
Perséro - Parceiro
Pesiar - Passear
Pesta - Festa
Perangko - Franco
Pigura - Figura
Pita - Fita
Rante - Corrente
Renda - Renda
Roda - Roda
Ronda - Ronda
Sabun - Sabão
Saku - Saco
Seka - Secarse
Sekolah - Escola
Selé - Geleia
Sepatu - Sapato
Serdadu - Saldado
Sisa - Sisa
Tempo - Tempo
Terigu - Trigo
Tinta - Tinta
Cerutu - Charuto
Tuker - Trocar
Teledor - Traidor

2. Kata - kata yang diragukan asalnya
Format: Bahasa Indonesia - Bahasa Portugis
Kastil - Castelo
Meriam/Kanon - Canhão
Sadel - Sela
Istimewa - Estimável
Terwelo - Coelho
Permisi - Permissão
Ombak - Onda
Kertas - Papel
Kolor - Colote
Belanda - Holanda
Inggris - Inglês
Perancis - Francês
Miskin - Mesquenho
Duda - Viúva
Buku Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...