Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Mandi Dengan Daun Sirih

Tumbukan Halus Daun Sirih

Seminggu ini saya sudah kehabisan sabun mandi, rasanya males beli. Penginnya beli sabun alami yang diproduksi dari Bali, tapi mana ada untuk kota sekelas Pamarican yang statusnya masih kecamatan. Bisa jadi di Banjarsari atau Banjar sabun alami produksi Bali tidak tersedia. Jalan satu-satunya adalah beli online, hanya harus dipikir ulang biaya kirim begitu mahal. Ya wes lah ra tuku sabun!

Dari dulu saya senang menggunakan hal yang bersifat alami baik untuk masalah personal hygiene maupun produk lainnya. Karena kecintaan pada hal alami, saya mencoba untuk menggunakan daun sirih sebagai sabun harian. 

Pada umumnya penggunaan daun sirih untuk jamu tradisional, antiseptik alami, obat keputihan dan berbagai kegunaan daun sirih. Dari manfaatnya saya menginisiasi untuk menggunakanya sebagi sabun harian. Berhubung pohon sirih yang bergelantungan di sumur (kamar mandi ala desa) tidak dimanfaatkan maksimal, saya menggunakanya sebagai sabun mandi. 

Yang dimaksud dari 'sabun mandi' di sini bukan berarti daun sirih diekstrak (disuling) sehingga menghasilkan intisari air daun sirih, melainkan menggunakanya dengan cara ditumbuk dengan batu hingga menjadi halus. Tumbukan halus dari daun sirih dilulurkan ke seluruh badan, termasuk kaki dan wajah. Jadi sangat tradisional sekali dan super alami.

Pijat Dengan Halus

Saat pertama menggunakan rasanya segar sekali, terutama aroma dari daun sirih yang agak mirip sabun Nubo atau Lekboi. Tumbukan halus daun sirih dibalur ke seluruh badan, pijat dengan lembut. Terkadang kulit mati (daki) terangkat dengan mudah apabila kita memijat kulit cukup bertenaga. Untuk wajah usahakan mata memejam agar mata tidak merasa perih, zat pada daun sirih yang bersifat antiseptik akan terasa perih jika terkena mata. Maka wajah harus dipijat dengan halus dan perlahan.

Apa manfaatnya dan efek apa yang langsung terasa? Efek yang langsung terasa adalah aroma daun sirih yang melekat hampir sepuluh menit pada badan. Manfaatnya tentu saja mendapatkan kebersihan maksimal dan kuman-kuman mati. Konon untuk wajah jerawat tidak mudah tumbuh, berhubung wajah saya sejak SMP tidak penuh jerawat. Jadi tidak bisa membuktikannya.

Jika sabun antiseptik menimbulkan kulit kering karena sifat detergent yang mengambil minyak dari kulit, hal ini berbeda dengan tumbukan halus daun sirih. Jika Anda tertarik silakan dicoba dan dibuktikan sendiri manfaatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.