Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Icip Mie Instan Goreng Gekikara Ramen Rasa Ayam Pedas

Melanjutkan jelajah per-mie-an yang tak pernah lelah untuk dikunyah dan disedot. Suara sedotan mie yang masuk melalui bantuan sumpit sangatlah nikmat. Sruuut...sruttt semakin berbunyi semakin nikmat bumbu yang terserap oleh lidah. Kali ini saya mencoba untuk membeli produk mie instan goreng dari Nissin Foods, produk ini diberi nama Gekikara Ramen Mie Instan Goreng Hot Chicken Rasa Ayam Pedas Porsi Besar. Agak susah untuk mengingat nama yang panjang ini terlebih ada nama Jepang yang tidak terlalu familiar untuk lidah dan ingat orang Indonesia. 

Lagi-lagi kemasan mie instan dengan tema'pedas'selalu mengusung warna merah dan hitam sebagai latar bungkus mie. Bungkus mie Gekikara Ramen ini sangat menggoda perut, gambar tampak sumpit sedang mengambil lajuran mie yang dibubuhi wijen, sayur-sayuran, dan telur. Warna merah yang nampak menandakan kepedasan yang menantang. Tidak ada level-level kepedasan di produk Nissin ini, hanya tertulis porsi besar saja. Dan bisa jadi ada porsi kecilnya juga. Kemasan belakang terdapat informasi komposisi, cara masak dan nilai gizi baik dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Untuk satu kemasan ini nilai gizi dengan energi total 530 kkal, kandungan proteinnya juga tinggi 10 gram. 

Dalam kemasan terdapat dua bumbu dan satu bar mie instan. Bumbu bubuk dan minyak bumbu yang berwarna merah pekat. Jenis mienya seperti kualitas terbaik, glondongan mie cukup besar. Saat dicicip mentah, rasa mie sudah gurih dan sedikit asin. Oh ya untuk harga satu pak mie instan ini 6500 rupiah dengan potongan 1000 rupiah di Alfamart, jadi total harga 5500. Karena mie kualitas nomor pertama harganya berbeda dengan jenis mie yang biasa. Sama seperti mie instan spesial dari Indomie atau produk lainnya yang memberikan harga sekitar 5000 rupiah ke atas. 

Sama seperti mie instan lainnya untuk instruksi cara memasak. Usahakan mie instan terrebus dengan matang dengan waktu masak sekitar 5-7 menit agar mie terasa kenyal dan lembut. Jika selera anda yang agak keras bisa dikurangi waktu masaknya menjadi 3-4 menitan saja. Akan lebih nikmat mie goreng instan ini ditambahkan telur, suwiran daging ayam goreng, kacang polong, sukro, sayur sawi dan bahan tambahan mantap lainnya.

Rasa ayam terasa nyata di lidah, untuk ukuran kepedasan mungkin berada pada level tengah (sedang), bisa saja yang maniak pedas dianggap sebagai level ringan. Saya pribadi cukup membuat lidah terbakar, namun tidak sedahsyat Mie Instan Bon Cabe, Geprek ataupun Jalapeno. Tekstur mie kenyal, gatet, empuk dan sedap sekali saat diseruput dengan sumpit. Karakter pedas pada Gekikara Ramen hanya di lidah saja, sementara mulut (bibir) dan perut tidak ikut terbakar. Lidah agak terasa terbakar, namun cepat hilang. Begitupun pada bibir, rasa pedas cepat menghilang. Karakter pedas ini ramah bagi para penikmat mie instan yang anti atau kurang suka pada kepedasan.

Mie instan ini cocok dimakan di kala hujan dan juga saat galau biar otak terkuras lemas oleh pedasnya mie instan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...