Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Investasi Yang Tak Terlihat Jelas

Jika mendengar kata "investasi" tentu saja otak kita akan melirik ke emas, uang, pekarangan, tanah, sawah atau hal berharga lainnya. Pada kesempatan kali ini saya ingin mengingatkan diri sendiri akan berbagai investasi yang samar dilihat oleh segenap manusia pemalas seperti saya. Investasi apa yang saya maksudkan, berikut ini paparannya:

Investasi Kesehatan
Gosok gigi malam, pagi dan sore hal adalah salah satu investasi kesehatan. Bayangkan jika kita malas untuk gosok gigi malam dan mempunyai kebiasaan makan sebelum tidur, pastinya gigi akan banyak ditumbuhi karang gigi dari sisa-sisa makanan yang mengeras dan menempel di gigi. Bukan hanya itu saja bakteri akan membawa zat asam sehingga membawa petaka pada gigi, hingga akhirnya menghitam, bolong, akhirnya ompong. Bila kita tidak berinvestasi kesehatan khususnya gigi sejak dini, maka apa jadinya nanti saat umur 30 tahun ke atas?!

Bukan saja pada gigi, semua investasi kesehatan mencakup segala mulai dari ujung kepala sampai telapak kaki. Semua keuntungan dari investasi ini tentunya akan dinikmati oleh diri sendiri dan orang-orang yang kalian cintai. Jelas kesehatan berhubung dan ekonomi, sambungkan saja hal kesehatan pada dunia ekonomi pasti mempunyai dampak yang signifikan. Contoh: Menderita jantung >> pengeluaran uang untuk berobat, susah kerja, pemilihan makanan, badan lemah.

Investasi Relasi (Sosial)
Orang baik memang tidak terlalu mujur, tapi orang baiklah yang memendam energi yang luar biasa dari relasi kebaikannya kepada orang lain. Investasi relasi sosial bukan saja berdampak pada ekonomi yang kita dapatkan di suatu hari nanti, tapi juga berdampak pada kesehatan mental, sosial dan budaya. Kita sadari bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri, jadi bisa disimpulkan bahwa relasi sosial adalah utama bagi manusia.

Dengan relasi bisa mendatangkan uang, bisnis. Modal dari investasi relasi sosial hanyalah kebaikan, kejujuran dan hal-hal yang baik sehingga seseorang bisa lebih percaya pada diri kita. 

Investasi Pendidikan
Ilmu adalah bekal! Nah bekal dal.kata lain adalah investasi. Ada seorang kawan lama di Jakarta yang bilang menyekolahkan ke tempat elit adalah sebuah investasi yang tak nampak, selain investasi ilmu juga investasi relasi! Kenapa relasi, saat kita masuk sekolah elit pasti yang menjadi siswa tentunya anak-anak bos atau orang kaya. Jelas dong dengan bergaul dengan orang-orang demikian akan cukup mudah mengolah relasi menjadi hal yang membawa kesejahteraan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.