Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Niat dan Ikhlas - Dr. Yusuf Al Qardhawy

Menjalankan ibadah puasa ramadan harus ada moral and religious elevation ke yang lebih baik lagi. Dengan niat yang baik kegiatan membaca ini mudah mudahan diberikan kemajuan yang lebih baik lagi. Kali ini tidak ada review atau ulasan buku, melainkan rangkuman hal-hal penting yang terkandung dalam buku ini. 

Ikhlas merupakan salah satu dari berbagai amal hati, dan bahkan ikhlas berada di barisan pemula dari amal-amal hati. Sebab diterimanya berbagi amal tidak bisa menjadi sempurna kecuali dengannya. 

Amal tanpa niat adalah ketololan, niat tanpa ikhlas adalah riya. Ikhlas tanpa kejujuran dan aplikasi/pengamalan adalah sia-sia.

Ikhlas adalah suatu rahasia antara Allah dan hamba-Nya, yang tidak diketahui malaikat sehingga dia mencatatnya, tidak diketahui syetan sehingga dia merusaknya, dan tidak pula diketahui hawa nafsu sehingga ia mencondongkannya.

Dengan begitu ibadah kepada Allah bisa dilakukan setiap waktu dan dalam keadaan seperti apa pun, sekalipun bershadaqah secara sembunyi-sembunyi lebih baik, terutama jika dikhawatirkan ada riya' dalam dirinya dan akan muncul cobaan pujian dari orang-orang, atau jika shadaqah secara sembunyi-sembunyi itu bisa menjaga kehormatan diri orang miskin diberi shadaqah, terlebih lagi jika orang miskin itu adalah orang yang menjaga dirinya dan tidak mau meminta-minta, seperti yang disifati Al-Qur'an,

Buku ini juga mengambil sumber dari Imam Al Ghazali yang piawai dan telah menulis berbagai kitab tentang hati, niat dan keikhlasan yang didasarkan oleh ilmu-ilmu lainnya.

Judul: Niat dan Ikhlas
Penulis: Dr. Yusuf Al-Qaradhawy
Penerjemah: Kathur Suhardi
Cetakan: Pertama, Juli 1996
Dimensi: 176 halaman, 20,5 cm
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
ISBN: 979-592-064-2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.