Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Niat dan Ikhlas - Dr. Yusuf Al Qardhawy

Menjalankan ibadah puasa ramadan harus ada moral and religious elevation ke yang lebih baik lagi. Dengan niat yang baik kegiatan membaca ini mudah mudahan diberikan kemajuan yang lebih baik lagi. Kali ini tidak ada review atau ulasan buku, melainkan rangkuman hal-hal penting yang terkandung dalam buku ini. 

Ikhlas merupakan salah satu dari berbagai amal hati, dan bahkan ikhlas berada di barisan pemula dari amal-amal hati. Sebab diterimanya berbagi amal tidak bisa menjadi sempurna kecuali dengannya. 

Amal tanpa niat adalah ketololan, niat tanpa ikhlas adalah riya. Ikhlas tanpa kejujuran dan aplikasi/pengamalan adalah sia-sia.

Ikhlas adalah suatu rahasia antara Allah dan hamba-Nya, yang tidak diketahui malaikat sehingga dia mencatatnya, tidak diketahui syetan sehingga dia merusaknya, dan tidak pula diketahui hawa nafsu sehingga ia mencondongkannya.

Dengan begitu ibadah kepada Allah bisa dilakukan setiap waktu dan dalam keadaan seperti apa pun, sekalipun bershadaqah secara sembunyi-sembunyi lebih baik, terutama jika dikhawatirkan ada riya' dalam dirinya dan akan muncul cobaan pujian dari orang-orang, atau jika shadaqah secara sembunyi-sembunyi itu bisa menjaga kehormatan diri orang miskin diberi shadaqah, terlebih lagi jika orang miskin itu adalah orang yang menjaga dirinya dan tidak mau meminta-minta, seperti yang disifati Al-Qur'an,

Buku ini juga mengambil sumber dari Imam Al Ghazali yang piawai dan telah menulis berbagai kitab tentang hati, niat dan keikhlasan yang didasarkan oleh ilmu-ilmu lainnya.

Judul: Niat dan Ikhlas
Penulis: Dr. Yusuf Al-Qaradhawy
Penerjemah: Kathur Suhardi
Cetakan: Pertama, Juli 1996
Dimensi: 176 halaman, 20,5 cm
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
ISBN: 979-592-064-2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...