Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Usai Sudah Tugasmu Trikitrit

Malam ini telahku temukan seonggok jasad berbau dengan gulungan bakteri lisis dan serangga pemakan mayat. Oh Tuhan terima kasih atas hiburan yang kau berikan berupa makhluk lucu bernama kucing. Triki kini kau mungkin menangis atau gembira, mungkin kau menangis karena meninggalkan majikan dan tiga anakmu yang masih hidup. Kini kau berkumpul dengan anakmu yang telah berpulang karena ketidaktahuan anak-anak pada sebuah mahluk. Maafkan manusia kecil itu. 

Awak sekali aku sudha menduga Triki meninggal akibat racun yang dimakannya. Firasat ini muncul ketika aku melihat dirinya muntah-muntah dan enggan makan bersama anak-anaknya dan ketiga adeknya. Satu hari tak muncul untuk sekedar tidur ataupun sekedar memberi susu oada ketiga anaknya. Aku pun curiga. Dan firasat itu menjadi kenyataan, tubuhmu membusuk dengan pilu di bawah pohon pisang. Sungguh hati ini terasa perih.

Riwayat Trikitrit
Triki, atau Trikitrit dengan nama asli Telon Caplang disingkat Telon. Salah satu anak dari indukan bernama Kucing Ompong atau Sukam, kucing pertama yang aku punya. Triki terlahir dengan beberapa saudaranya yang sudah mati duluan, sekitar satu tahun yang lalu selepas lebaran. Angkatan Triki diantaranya kucing Swew-swew, saat itu Kucing Sukom melahirkan dua kucing saja. 

Kehidupan Triki memang lebih unggul, dia terbebas dari paneulu. Virus mematikan dan bisa berakibat cacat permanèn pada kucing yang pernah terinfeksi. Saudaranya Kucing Swew-swew-swew dan saudara tuanya Panda I meninggal akibat paneulu. Sungguh kebengisan Trikitri pada Panda I membawa jalan hidupnya lebih lama, dengan kebengisannya dia terhindar dari virus panelu yang mematikan.

Triki menjadi satu-satunya kucing kecil yang saya pelihara saat panelu mewabah. Menjadi istimewa adalah kepastian pada kehidupannya, kalungbdan baju dibeli untukknya. Tak lupa pakan yang berkualitas untuknya, perlakuan terbaik telah kuberikan untuk hidupnya yang berharga. Kelucuannya bertebar kepada segenap keluarga kami, termasuk keponakanku Retno yang selalu bersama Triki.

Triki menjadi dewasa dan birahi dengan kucing pejantan lainnya di lingkungan, sementara Ibunya Kucing Ompong membali melahirkan dan membawa tiga kucing. Saya pun memberikan nama untuk tiga kucing itu, Panda II, Sukom II dan Poci. Saat adik dari Triki tumbuh, Triki melahirkan empat anak untuk pertama kalinya. Dia tidak memilih rumah bibiku, melainkan rumahku sendiri. Tidak ada tempat nyaman yang ditemukan untuk proses bersalin, hanya kompor tradisional dia melahirkan dengan wajah lusuh. Setelah melahirkan aku pindahkan ke sebuah kardus, setelah tiga minggu lebih dia merasakan tidak nyaman sehingga sering bolak-balik dari rumahku ke rumah bibiku. 

Awalnya ku pikir Triki menjadi ibu yang buruk untuk keempat anaknya, ternyata dirinya hanya seorang ibu pertama yang keteteran. Setelah pas menempati rumahku dan adiknya akur dalam satu rumah, kini aku merawat 9 ekor kucing. 

Terima kasih Triki atas kebahagiaan yang telah kau warnai dalam kehidupanku. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...