Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Learning Javanese: Cardinal Numbers

Se- = Prefix indicating one
Example: Sepuluh (10), Sedina (One day), Sekali (Once) etc

-Likur = twenty
Example: Selikur (21), Rolikur (21), Patanglikur (24), Wolulikur (28) etc

-Puluh = Dozen
Example: Sepuluh (10), Rongpuluh (20),  Telungpuluh (30), Sangangpuluh (90) etc

-Las = Suffix indicating teen
Example: Sewelas (11), Rolas (12), Telulas (13), Songolas (19) etc

-Tus / -Ngatus = Suffix hundred
Example: Satus (100), Rongatus (200), Patangatus (400), Pitungatus (700) etc

-Ewu / Ngewu = Suffix thousands
Example: Sewu (1000), Telungewu (3000), Wolungewu (8000) etc

-Juto or -Juta = Million
Example: Sejuta (1.000.000.), Limang Juta (5.000.000), Enem Juta (6.000.000) etc

Miliar = Billion
Example: Semiliar (1 Billion), Sepuluh miliar (10 Billion) etc

Triliun = Trillion
Example: Wolu Triliun (8 trillion) etc

0: Enol, Nol, Kosong, Jendol
1: Siji, Ji
2: Loro, Ro
3: Telu
4: Papat
5: Lima
6: Enem
7: Pitu
8: Wolu
9: Sanga
10: Sepuluh
11: Sewelas
12: Rolas
13: Telulas
19: Songolas
20: Rongpuluh
21: Selikur or Rong puluh ji
22: Rolikur or Rong puluh ro
23: Telulikur or Rong puluh telu
24: Patanglikur or Rong puluh papat
25: Selawe *special name number
26: Enem likur or Rongpuluh Enem 
30: Telungpuluh
31: Telungpuluh ji/siji
32: Telungpuluh ro
33: Telungpuluh telu
38: Telungpuluh wolu
40: Patangpuluh
50: Seket or Limang Puluh
51: Seket ji
52: Seket ro
60: Sewidak or Nempuluh
61: Sewidak ji or Nempuluh ji
62: Sewidak ro or Nempuluh ro
69: Sewidak Sanga or Nempuluh Sanga
90: Sangangpuluh
100: Satus
101: Satus ji
111: Satus sewelas
113: Satus telulas
120: Satus Rong puluh or Satus Sewidak
125: Satus Rongpuluh lima or Satus Selawe
127: Satus Rongpuluh Pitu or Satus Sewidak Pitu
200: Rongatus
201: Rongatus ji
206: Rongatus Enem
218: Rongatus wolulas
300: Telungatus
700: Pitungatus
900: Sangangatus
100: Satus
107: Satus Pitu
1.000: Sewu
1.100: Sewu Satus
1.111: Sewu Satus Sewelas
1.279: Sewu Rongatus Pitungpuluh Sanga
2.901: Rongewu Sangangatus siji
3.786: Telungewu Pitungatus wolungpuluh Enem
10.000: Sepuluh Ewu
10.100: Sepuluh Ewu Satus
13.200: Telulas Ewu Rongatus
15.178: Limolas Ewu Satus Pitungpuluh Wolu
100.000: Satus Ewu
100.200: Satus Ewu Rongatus
140.000: Satus Patangpuluh Ewu
1.000.000: Sejuta
10.000.000.: Sepuluh juta

Written by Waluyo Ibn Dischman
Pamarican December 13, 2016
10:56 pm

Komentar

chiho yuki mengatakan…
Wekekek cocok kalau yang datang ke sini para turis buat belajar bahasa Jawa secara mudah. Lah tp ntar saingan nggak sama kita hahaha...
Waluyo Ibn Dischman mengatakan…
Kita khawatir bahasa Indonesia di sekolah sekolah Australia turun peminatnya sekarang lebih suka ke China. Semakin banyak orang yang belajar bahasa kita sendiri semakin eksis bahasa kuta tentunya akan menaikkan kegiatan ekonomi, sosial budaya dan politik. Salam.

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...