Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid 2

Learning Javanese: Meals

Javanese food can be subdivided into region of regency especially in Central Java and East Java. But almost Javanese more like sweet.

Acar = Pickled cucumber, Onion and acid
Ager = Seaweed Jelly
Asbak = Astray
Asinan = salted vegetables and fruits (Salad)
Ati = liver
Pithik = chicken but sometimes called Ayam Goreng following Indonesian language
Babat = Tripe
Babi = Pork (only in big city can be found)
Bakar = Grilled
Bakso, Baso, Penthol = Meat ball
Brambang = Onion
Bebek = Duck
Bihun = rice noodles
Bir = beer
Buah = fruit
Bubur = Porridge
Bumbu Kacang = Peanut Sauce
Buncis = Green beans
Lombok = Hot Chili Peppers
Cincau/Cingcong/Camcau = Grass jelly
Cuka = Vinegar
Cumi = Squid
Daging = Meat
Daging ayam = chicken
Daging Sapi = Beef
Es Krim = Ice Cream
Pecel = Vegetables salad with peanut sausage
Garpu = fork
Gelas/Cangkir = Glass
Gudeg = Young Jackfruit Curry
Iwak = Fish
Kecap = Ketchup
Keju = Cheese
Kentang = Potatoes
Kerupuk = Crackers
Ketan = Sticky rice
Minyak = oil
Sega Goreng = Rice fries
Peso = knife
Sendok = Spoon
Serbed = Napkins

Written by Waluyo Ibn Dischman
Pamarican, December 14, 2016
01:02 pm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.