Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Learning Javanese: Basic Phrases

Hi everyone. Thanks for visiting my blog!  Here I want introduce my mother language to you all.  Javanese is one of largest language speaker in Southeast Asia more than 84 million. Javanese has many dialect like as Banyumasan, Yogyakarta, Solo, Surabaya etc. Here I will teach you Banyumasan dialect.

Basic Phrases
There are many basic phrases for daily use. The man in the street may answer your question in the colloquial way. That is why they are included here.

General
Yes = Ya, He'eh, Enggih 

No = Ora, Udhu, Émoh, Émong 

Don't = Aja 

Thank you = Kesuwun,  Matursuwun
You're welcome = Padha - padha. Sometime they are answer just say "yes" as you are welcome 

Hallo = Huy

Please (requesting) = Tulung 

Please (inviting) = Hok, Monggo
Excuse me
1. Leaving or walking in front of others = Nyuwun sewu, Permisi, Ngapuntené.
2. Having disturbed or bumping into other = Ngapurani, Maaf,  Nyuwun sewu
3. Didn't hear or didn't understand = Kepriwe? Apa koh? Anu apa? Kepriwe jan?
Okay = Oké, Ya wis,  Maen - maen, mantep
Good, that fine = Apik!  Maen gue koh! Apik temen! 

Maybe = Mbok, Jerè 

I don't know = Embuh luh. Ora reti, Ora apal

I don't understand = Mbuh ora reti

Wait = Entheni, Tunggu

Let's go = Ayuh, Ayuh mangkat, Ayuh lunga 

Watch out! = Awas! 

Hurry up! = Cepetan!  Ayuh! 

Look! = Deleng!  

Listen! = Rungokna!

Written by Waluyo Ibn Dischman 
Pamarican, December 13, 2016
07:00 pm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.