Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Learning Javanese: Problems

Problems
However hard we try, we can not speak a foreign over night. Native speakers may not understand our pronunciation. We may use wrong terms. Yet, we need to explain or ask something and we are desperate to be understood.

Do you speak English?  = Koe bisa basa Inggris?

Is there anyone here who speaks English? =   Apa nang kene sing bisa basa Inggris?

Do you understand?  = Apa koe ngerti? 

I don't understand!  = Aku ora reti

Yes, I understood! =  Ya, Aku/Enyong ngerti

Please speak slowly = Ngapurani, ngomongé sing lindik.

Pardon (don't get it) = Kepriwe?

Please repeat it = Nyuwun sewu ulangi maning
Wait, I will look it up = Enteni, Enyong rep ndeleng buku gipi.

Please find someone who understands English = Ngapurani,  goletna wong sing bisa ngomong basa Inggris

Please call police = Tulung celukna polisi

Please call a doctor = Tulung celukna dokter

Could you help me please = Ngapurani, bisa tolong/bantu Enyong?

Vocabulary 
Koe = You
Bisa = Can 
Basa = Language 
Basa Inggris = English 
Ngerti = Understand 
Ora ngerti = Don't understand 
Ngapurani = Excuse me, Pardon me
Ngomong = Speak 
Lindik = Slowly 
Ulangi = Repeat 
Enteni = Wait 
Goleti/Goletna = Please find
Ndeleng = Looking 
Buku = Book
Wong = Someone 
Tulung = Please/ help
Celukna = Call


Written by Waluyo Ibn Dischman
Pamarican, December 13, 2016
07: 15 pm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.