Langsung ke konten utama

Hutan Lindung Gunung Gegerbentang Pamarican dan Refleksi Diri

Saudara Apa Tentangga?

Saudara adalah suatu ikatan keluarga baik dari urutan darah daging, ikatan pernikahan ataupun hukum. Indah sekali jika seseorang menceritakan tentang saudara terlebih lagi isi pembicaraan tentang hal-hal yang baik dari saudara kita. Tapi beberapa orang kadang menjadi sebuah bumerang! Entah apa alasannya, apakah karena adanya superior dan inferior, kaya miskin? Atau apa?!

Artikel ini tumbuh dari pengamalan pribadi yang sudah kesal mau kemana lagi dibuang. Dan ini bukan perasasti dendamku untuk mereka yang 'menyisihkanku' tapi ini sebagai penginggat diri untuk selalu mencintai saudara sendiri.

Singkat cerita: suatu hari dalam pendaftaran sekolah, kami bertiga ikut mendaftarkan seorang saudara. Aku sebagai alumni tentu, guru ku bertanya "siapa dia?" Aku jawab "saudara" sementara jawaban tidak mengenakan hati saat guru lain bertanya ke saudaraku "siapa dia?" (ke aku) dan alangkah terkejutnya saya ketika dia mengatakan bahwa saya adalah tetangganya!

Aduhai mama, salah apa mereka dikandung?! Dosa manusia kah?arau setan apa yang masuk dalam dirinya, mama?! Aku terdiam dan sedikit mengiyakan agar saudaraku yang menganggap aku sebagai tetangga menjadi tenang dan tidak turun martabatnya karena mempunyai saudara seperti ku.

Banyak sekali alasan seorang saudara menganggap saudara lainnya sebagai tetangga di hadapan orang lain. Biasanya mereka orang kaya, superior yang tidak mau mempunyai 'noda' miskin dalam keluarga terhormatnya. Inilah alasan keretakan sebuah persaudaraan dalam ikatan darah. Lebih jauh lagi jika sudah ada yang menganggap dirinya superior maka ikatan persaudaraan hanya terjadi jika ada pesta pernikahan/khitan, dan kematian. Barulah mereka berkumpul dan menganggap diri mereka bersaudara satu sama lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Menegang dan Mengeras Oleh Nyai Gowok

Ah...sialan! Padahal aku sudah kenal buku ini sejak Jakarta Islamic Book Fair tahun 2014 lalu! Menyesal-menyesal gak beli saat itu, kupikir buku itu akan sehambar novel-novel dijual murah. Ternyata aku salah, kenapa mesti sekarang untuk meneggang dan mengeras bersama Nyai Gowok . Dari cover buku saya sedikit kenal dengan buku tersebut, bang terpampang di Gramedia , Gunung Agung , lapak buku di Blok M dan masih banyak tempat lainnya termasuk di Jakarta Islamic Book Fair. Kala itu aku lebih memilih Juragan Teh milik Hella S Hasse dan beberapa buku agama, yah begitulah segala sesuatu memerlukan waktu yang tepat agar maknyus dengan enak. Judul Nyai Gowok dan segala isinya saya peroleh dari podcast favorit ( Kepo Buku ) dengan pembawa acara Bang Rame , Steven dan Mas Toto . Dari podcast mereka saya menjadi tahu Nyai Gowok dan isi alur cerita yang membuat beberapa organ aktif menjadi keras dan tegang, ah begitulah Nyi Gowok. Jujur saja ini novel kamasutra pertama yang saya baca, sebelumn...