Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Saudara Apa Tentangga?

Saudara adalah suatu ikatan keluarga baik dari urutan darah daging, ikatan pernikahan ataupun hukum. Indah sekali jika seseorang menceritakan tentang saudara terlebih lagi isi pembicaraan tentang hal-hal yang baik dari saudara kita. Tapi beberapa orang kadang menjadi sebuah bumerang! Entah apa alasannya, apakah karena adanya superior dan inferior, kaya miskin? Atau apa?!

Artikel ini tumbuh dari pengamalan pribadi yang sudah kesal mau kemana lagi dibuang. Dan ini bukan perasasti dendamku untuk mereka yang 'menyisihkanku' tapi ini sebagai penginggat diri untuk selalu mencintai saudara sendiri.

Singkat cerita: suatu hari dalam pendaftaran sekolah, kami bertiga ikut mendaftarkan seorang saudara. Aku sebagai alumni tentu, guru ku bertanya "siapa dia?" Aku jawab "saudara" sementara jawaban tidak mengenakan hati saat guru lain bertanya ke saudaraku "siapa dia?" (ke aku) dan alangkah terkejutnya saya ketika dia mengatakan bahwa saya adalah tetangganya!

Aduhai mama, salah apa mereka dikandung?! Dosa manusia kah?arau setan apa yang masuk dalam dirinya, mama?! Aku terdiam dan sedikit mengiyakan agar saudaraku yang menganggap aku sebagai tetangga menjadi tenang dan tidak turun martabatnya karena mempunyai saudara seperti ku.

Banyak sekali alasan seorang saudara menganggap saudara lainnya sebagai tetangga di hadapan orang lain. Biasanya mereka orang kaya, superior yang tidak mau mempunyai 'noda' miskin dalam keluarga terhormatnya. Inilah alasan keretakan sebuah persaudaraan dalam ikatan darah. Lebih jauh lagi jika sudah ada yang menganggap dirinya superior maka ikatan persaudaraan hanya terjadi jika ada pesta pernikahan/khitan, dan kematian. Barulah mereka berkumpul dan menganggap diri mereka bersaudara satu sama lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...