Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Singkong Thailand Alternative Takjil Buka Puasa

Hari ini memang bukan bulan Ramadan tapi masih bulan Jummadil Akhir, gak apa-apa kan kalau bikin resep-resep khas Ramadan. Kali ini aku akan memperkenalkan makanan dari Thailand. Bisa jadi makanan ini adeknya kolak yang popular di ranah alam Melayu.

Nama populernya Singkong Thailand entahlah nama aslinya, pastinya susah disebutkan dalam lidah Indonesia terlebih lidah Jawa seperti ku. Singkong Thailand ini bagiku sebagai alternative dari kolak, sama rasanya hanya penyajian yang berbeda. Penyajian Singkong Thailand antara kuah dan singkong tidak dimasak bersamaan, namun dipisah. Kuah seakan-akan menjadi sebuah saus yang disediakan sebagai cocolan.

Singkong Thailand Buatan Sendiri

Rasa Singkong Thailand sama seperti rasa kolak hanya saja dibuat dari gula putih/pasir saja. Saus cocolan mungkin bisa ditambah susu atau sirup jadi lebih leluasa untuk menambah bahan sebagai cocolan. Sementara kolak hanya bisa ditambah isinya saja seperti labu, kolang-kaling dan yang lainnya.

Bagaimana cara membuatnya? Pembuatan sangat gampang terlebih bahan-bahan mudah ditemukan dan cukup praktis.

Alat Dan Bahan
Seperangkat alat masak
Seperangkat wadah-wadah
Singkong 0,5 Kg (sudah dikupas & dibelah)
Air santan 1 gelas
Tepung terigu/maizena 2-3 sendok
Garam 1 sendok makan
Vanilla/Vanili 1/4 sendok teh
Gula pasir 5 sendok makan
Daun pandan 2-3 helai
Air matang

Cara Membuat
Rebus singkong dengan ditambah 1-2 helai daun pandan ditambah 1/2 sendok makan garam. Rebus hingga matang (empuk) dan tiriskan setelah matang.

Selanjutnya membuat saus: campurkan 200 ml air dengan tepung terigu/maizena aduk sampai rata. Setelah rata campurkan adonan itu dengan garam 1/2 sendok makan, 1-2 helai daun pandan, 5 sendok makan gula pasir, vanilla 1/4 sendok teh (Jangan terlalu banyak nanti pahit), santan 1 gelas. Masak sambil diaduk, jangan sampai santan pecah. Aduk terus sampai saus putih itu berubah menjadi kental. Setelah mengental ditiriskan. Usahakan api skala kecil saja.

Penyajian
Ambil singkong yang direbus letakkan di piring dan taburi dengan saus. Siap dimakan. Saus bisa ditambah susu, sirup ataupun madu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.