Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Cara Membersihkan Akuarium Berkerak dan Berlumut

Aku sempat pusing sekali dengan masalah hobiku satu ini, maklum hobiku ini setengah-setengah menjalankannya. Intinya aku tuh pengin modal kecil tapi dapat dinikmati dengan indah. Apa sih hobiku yang setengah-setengah itu? Sederhana saja sebenarnya yaitu pelihara ikan hias di akuarium. Berhubung hobi ini setengah-setengah dalam hal pemodalan hingga menyebabkan banyak kendala diantaranya kotornya akuarium karena tidak membeli filter! Aku di sini hanya membeli aerator saja, itupun jarang digunakan. 

Bersyukur ikan hias yang aku pilih tahan tanpa aerator yang jarang dinyalakan. Tapi ada satu masalah yang bikin pusing yakni kotornya akuarium karena lumut yang tumbuh. Awalnya aku hanya membersihkan akuarium itu dua minggu sekali, namun lama-lama lumut semakin berkembang. Mungkin cara mencucinya yang kurang bersih atau salah. Aku sempat stress untuk urusan ini dan sempat putus asa. Nah dalam kesetressanku baru inget kalau citrik atau asam sitrat atau asam citrun dapat melunturkan kotoran baik di baju atau melamine. Aku ingat kakaku sering membersihkan galon yang super kotor dengan lumut dengan perendaman asam sitrat dalam sehari semalam atau dua malam dan hasilnya tentu saja kinclong! 

Asam Sitrat Untuk Pembersihan Akuarium

Untuk pembersihan akuarium caranya gampang:

1. Pindahkan semua ikan hias ke wadah lain yang layak dan aman.
2. Tamburkan 1-2 sendok makan asam sitrat atau asam citrun ke dalam akuarium.
3. Biarkan akuarium dengan air kandungan asam sitrat dalam satu malam hingga dua malam.
4. Taburkan detergent, sabun colek atau sabun pembersih lainnya. Bersihkan dengan busa halus. Bersihkan dengan cara berputar (melingkar), gunakan sikat gigi untuk wilayah pinggir.
5. Setelah dinilai cukup bersih, buang air yang kotor dan bilas.
6. Ganti air akuarium dengan yang baru dan masukan ikan hias Anda.

Mudah sekali bukan?!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...