Langsung ke konten utama

Corat Coret Di Toilet - Eka Kurniawan

Menang Sayembara CRI dan RLC

RLC singkatan dari Radio Listeners Club, klub pendengar radio internasional di Indonesia. Saya tidak tahu sejarah panjang dari klub pendengar ini, yang pasti RLC sudah ada sejak saya pertama kali menjadi pendengar radio gelombang pendek atau SW. Banyak sekali klub pendengar radio internasional kala itu, dulu ada namanya MMC atau Media Monitoring Club yang diketuai pak Summase Sanjaya di Makassar; ada juga klub pendengar Borneo Listeners Club yang diketuai pak Rudi Hartono atau Rudi Hajee di Kalimantan Barat. Dari sekian banyak klub pendengar saya pernah masuk ke MMC dengan nomor register 11XXX saya lupa lagi, yang pasti dulu menjadi anggota dan rutin mendapatkan buletin klub hingga 11 kali. 

Tahun 2020 RLC diketuai oleh bapak Lin Jin Chan dan sudah diganti oleh bapak Basid Hasibuan dari Jatinegara Jakarta. Nah, tahun 2020 RLC mengadakan beberapa sayembara yang bekerjasama dengan stasiun radio semisal: VOV Hanoi dan CRI Beijing. Walaupun saya bukan anggota tertulis di RLC, namun saya bergabung menjadi anggota di fanpage Facebook RLC, di sanalah saya ikut serta dengan semua pendengar radio internasional seperti pak Basid Hasibuan, Kin Sanubari, Rudi Hajee dan banyak lagi. Di situ juga saya berkarya untuk mendapatkan sejumlah koleksi keren dari sayembara-sayembara yang diselenggarakan oleh RLC maupun stasiun radio internasional yang bekerjasama.

Saya merasa beruntung menjadi pemenang sayembara RLC X CRI Bahasa Indonesia, tulisan saya dibacakan di CRI langsung, lumayan terharu karena sudah lama tidak mendengarkan CRI yang sudah 'sombong' dengan pendengarnya. Untuk artikel yang disayembarakan akan saya muat dengan halaman tersendiri dan bisa diklik di sini

Apa sih hadiah dari sayembara yang diceritakan ini, wah ngobrol soal hadiah adalah hal yang menyenangkan sama persis seperti seorang yang ulang tahun ataupun menikah membuka kado dari teman-teman. Hadiah yang saya dapat dari sayembara ini berupa baju poli berwarna putih dengan kerah kuning berlambang RLC dan CRI, buku notes dan kain sutera yang berukuran sekitar 30 cm. Boleh lihat di foto ini:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Mengenal Tanaman Kangkung Bandung (Kangkung Pagar)

Kangkung Bandung, sudah tahu tanaman ini? Menurut buku  biologi tanaman ini berasal dari Amerika Latin (Colombia, Costa Rica). Ciri tanaaman ini tumbuh tidak terlalu tinggi cuma sekitar satu meter sampai dua meter maksimal tumbuhnya. Kangkung Bandung tidak bisa dimakan layaknya kangkung rabut atau kangkung yang ditanam di atas air. Bentuk daun menyerupai kangkung yang bisa dimasak (bentuk hati) begitu juga dengan bentuk bunganya. Bunganya berbentuk terompet berwarna ungu muda terkadang juga ada yang berwarna putih. Batang Kangkung Bandung cukup kuat sehingga memerlukan tenaga cukup untuk memotongnya (tanpa alat).  Tanaman Kangkung Bandung Sebagai Patok Alami Pematang Sawah Fungsi dan manfaat Kangkung Bandung sendiri belum diketahui banyak, beberapa sumber mengatakan tanaman ini bisa dijadikan obat dan dijadikan kertas. Pada umumnya masyarakat desa menjadikan Kangkung Bandung sebagai tanaman untuk ciri (patok) batas antar pemantang sawah. Daya tumbuh tanaman ini cuk...

Tarawih di Masjid LDII

Sepuluh menit yang lalu, usai sudah ritus tarawih ramadan. Kali ini saya sengaja untuk beribadah di masjid yang berlabel LDII. Masjid yang menurut orang-orang "serem" mesti dipel kalau bukan anggota!.  Banyak sentimen negatif pada organisme LDII bukan saja dari kalangan agama lain ataupun dari agama Islam sendiri. Bisa jadi sentimen negatif lebih parah dari golongan Islam yang lain. Rumor-rumor yang mengerikan nan menyesatkan membuat orang mbligidig untuk sekedar sembahyang lima waktu di masjid berplang LDII.  Saya mempunyai banyak pandangan terhadap Islam dan cabang-cabangnya, tentu saja tidak mau terbawa sentimen negatif nan menyesatkan. Perlu bukti nyata! Kini bukti tersebut saya rasakan dengan bertarawih di Masjid LDII Bojongnangka, Kertahayu, Pamarican, Ciamis.  Awal memasuki kawasan masjid rasanya terintimidasi oleh perasaan sendiri yang sudah terdoktrin oleh isu-isu negatif terhadap LDII. Barang sepuluh menit berlalu tidak ada lagi perasaan yang menekan diri saya, ...