Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Apa Yang Ingin Kamu Sampaikan Sebelum Meninggal?

Pertanyaan aneh ini terlintas begitu saja di benak saya,  bukan berarti saya ingin bunuh diri hanya saja saya pasti akan mengalaminya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kematian bagi saya bukanlah hal yang menakutkan atau yang perlu dihindari, saya percaya kematian adalah awal kehidupan baru yang Tuhan rencanakan untuk semua insan.  Namun yang lebih penting dari semua itu adalah bagaimana kita mewarisi kebaikan untuk orang yang ditinggalkan, citra positif atau negatif dari kalangan manusia adalah yang subjective setiap orang mempunyai hak untuk berbicara jelek atau buruk akan diri kita namun diharapkan citra positif yang terpancar dari diri kita selama menjalani kehidupan di dunia.

Pemakaman Nenek
Episode kehidupan manusia yang begitu singkat untuk dijalani membuat saya terfikir akan pertanyaan tentang pesan yang ingin disampaikan sebelum pindah ke alam lainnya. Baiklah mengenai pertanyaan tersebut, saya ingin sampaikan pesan saya jikalau saya sudah meninggal:
1. Dimana pun saya meninggal di laut, darat atau lainnya walaupun tidak ada jenazah, saya harap masih ada doa yang mengalir.
2. Jika saya mempunyai harta saya harap sebagian peninggalan untuk kegiatan sosial keagamaan dan sebagainya untuk saudara - saudara.
3. Jenazah adalah raga yang akan membusuk terlepas matinya sel - sel dalam tubuh. Saya akan lebih senang jika organ saya disumbangkan atau digunakan untuk orang yang membutuhkan.
4. Sampaikan kepada teman-teman dan saudara untuk selalu mendoakan saya.
5. Saya takut akan kesendirian maka temanilah saya dengan ziarah ataupun ucapan do'a yang suci, mungkin saja doa suci mu menjadi teman setia untuk ku.

Doa Dan Doa
Demikian harapan saya ketika suatu hari nanti oncang soko rogo dengan senang hati apabila semua teman-teman mendoakan saya tentunya saya di alam sana merindukan kalian semua karena doa yang tak pernah hentinya.  Dalam fikiran saya tidak ada yang perlu diingat kembali akan sejarah masa hidup saya baik keburukan dan kebaikan yang pernah saya lakukan. Doa dan doa yang saya harapkan.

Dalam hati terdalam  hanya islam yang membawakan saya ke suatu yang lebih baik. Dan saya percaya akan keimanan saya.  Usah ditanya soal keyakinan saya, maafkan jika saya selalu nyrempet ke beberapa agama karena memang pengaruh dan lain sebagainya membuat saya dekat namun semua itu tidak menggoda saya untuk berkeyakinan berbeda dengan hati saya.

Mungkin artikel ini sedikit aneh bagi beberapa orang, tapi inilah sewajarnya bagi otak saya untuk menyampaikan.  Semoga tidak ada dosa bagi saya yang menulis dan bagi anda sekalian yang membaca. Saya ucapkan terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...