Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Istilah Sing Jarang Dienggo I

Teplék = Sandal/Srandal
Sentong = Kamar
Pedhangan = Dapur
Mbale/Bale = Ruang Tamu
Keblek = Motor/Sepeda Motor
Ani - ani = Peso go panen pari
Palang Dada = Lawang kang bahan kayu nduwuré ana tempat kosong
Gledeg = tempat nyimpen pari nang njero umah bentuké kotak nek ora persegi
Lumbung = tempat nyimpen pari tapi nang njaba umah
Blukang = Kayu bakar sekang plapah glugu
Cumplung = Kelapa sing esih enom tiba lan dadi garing
Klari = Godong kelapa sing wis garing
Blarak = Godong kelapa sing esih ijo
Janur = Godong kelapa sing esih kuning
Batok = Tempurung kelapa
Tepes = Kulit serat kelapa
Ngantong = Madang nang umahé wong lia
Kopet = Sisa tai atawa kotoran sing rung bersih
Sengkang = Tempat atawa citakan gula sekang irisan pring
Pongkor = Tempat nyimpen lahang atawa badeg sekang wit kelapa atawa wit aren
Etok - etok = Sendok go nyolek - nyolek atawa ngeratani pas gawe gula
Repek = Ngoleti kayu bakar
Suluh = Kayu bakar
Dingklik = Tempat jegong cilik 
Jengkok = Tempat jegong cilik tapi lebar 
Loyang = Tempat gawe kue 
Amben = Tempat turu 

Cukup semené gipi, mbesuk tak terusna maning. Gieh utéku anu wis umeb goleti kata - kata sing jarang dienggo. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...