Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Hari Sakral Untuk Ibadah Bagi Islam Jawa

Mungkin banyak yang tidak tahu atau tidak paham tentang budaya Islam Jawa yang banyak diasosikan sebagai sesuatu yang terlarang oleh hukum agama namun semua itu telah terjadi karena peleburan dinamis sejak awal masuknya islam dan sampai sekarang ini, tidak menyalahkan para penyebar agama islam terdahulu karena keadaan Islam Jawa yang disebut menyimpang dari ajaran sesungguhnya sekarang ini.  Patut berbangga karena soft touch dalam pengajaran islam kepada nenek moyang kita yang mungkin bebal dan masih beriman kuat dalam agama Hindu maupun Budha.  Saking kuatnya para missionaries islam atau para wali ini menyebarkan dengan pendekatan lembut yang merasuk ke dalam ajaran agama asal penduduk dan budaya asal penduduk setempat. Jadi wajar saja ketika mendengar suara lantunan ayat suci alquran dengan lagam atau nada jawa kuno seperti lagam pembacaan tripitaka atau kitab agama Hindu, selain itu juga tampak berbagai macam hasil akulturasi budaya dengan tujuan pendekatan islam ke penduduk Jawa yang masih kuat memeluk agama Hindu ataupun Budha misalnya saja dengan budaya kenduri, sekaten, ruwatan dan lain sebagainya.

Mohon maaf saya bukanlah seorang budayawan, ahli sejarah ataupun ahli agama, saya hanya seorang anak muda yang ingin mencurahkan sedikit pengetahuan yang dimiliki. Jadi mohon maaf jika ada pihak tertentu yang tersinggung ataupun tidak setuju dengan pola pikir yang saya tulis di artikel ini. Pada dasarnya tulisan ini dan blog ini hanya untuk melestarikan budaya Jawa yang mulai terhapus oleh zaman. Harap dimaklumi. Terima kasih.

Pada dasarnya jumat adalah hari raya bagi umat islam jadi wajar saja umat islam  mengagungkan hari jumat. Hari jumat memang memiliki keistimewaan tersendiri di dalam agama islam, berbagai peristiwa besar yang terjadi dari masa kenabian atau kerasulan sampai masa depan (kiamat) telah tertulis jelas dalam kitab suci.

Akan lebih sakral lagi bagi orang jawa apabila hari jumat yang bertepatan dengan hari dari kalender Jawa yakni hari kliwon. Kesakralan bertambah besar hingga merasuk ke jiwa - jiwa orang jawa dan bahkan melampaui batas budaya dan etnis di Indonesia. Atas pengaruh budaya, film dan cerita yang tersebar semua orang tak terkecuali etnis Jawa bahwa malam jumat kliwon adalah suatu kesakralan, keangkeran, horor dan anggapan yang lainnya.

Begitu juga dengan pasaran atau hari Kliwon yang merupakan hari sakral bagi orang jawa.

Tulisan tidak diteruskan karena kekurangan bahan sumber terpercaya......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...