Langsung ke konten utama

Trilogi Resital Oleh Ibn Sina

Sale Pisang : Industri Rumahan Di Kubangpari

Segala perubahan terjadi bukan hanya karena aji mumpung ataupun hal lainnya kadang pula karena suatu kebutuhan, kepepet atau ketersediaan bahan yang biasanya tidak dibuat apa-apa. Tempat ku yang bernama Kubangpari tidak lah mempunyai sembarang kekhasan dalam hal industri makanan atau suatu kerajinan, namun setelah ada penggerak dalam industri makanan ringan berupa sale pisang krispi baru semua penduduk sibuk menjadi pengusaha ataupun pengrajin sale pisang ini.

Di sini saya ingin menceritakan singkat pembuatan sale pisang krispi, dimulai dari awal hingga proses pengeringan lembaran pisang yang telah dipotong tipis-tipis, ya saya tidak akan menceritakan sampai menjadi sale pisang siap makan atau sampai proses penggorengan. Panjang sekali bila saya tulis sampai tahap itu, mungkin lain kali bisa menulis kembali untuk cara penggorengannya.

Penjemuran Sale Pisang 


Pertama-tama yang harus diperhatikan adalah pemilihan pisang karena tidak semua pisang cocok dijadikan sale pisang, ada beberapa faktor pisang bisa dibuat untuk sale misalnya soal kadar manis, kelenturan daging pisang dan hal lainnya. Pisang yang cocok dibuat sale pisang krispi diantaranya pisang longok, pisang nona Bali yang berwarna merah. Mungkin ada jenis pisang lainnya yang bisa dibuat hanya sepengetahuan saya ada beberapa tapi tidak hafal nama pisangnya. Setelah memilih pisang, usahakan pisang benar-benar matang bukan matang karena karbitan/proses pemanasan. Pisang dengan matang alami mempunyai tekstur daging yang pas untuk dibuat sale dan juga mempunyai rasa manis yang sempurna. Berbeda dengan pisang matang karena paksaan/karbitan, rasa pisang akan terasa hambar bahkan bisa saja sepat.

Beberapa peralatan yang harus disediakan diantaranya pisau tajam/pisau khusus untuk mengiris daging pisang, wadah atau sejenis tatakan untuk irisan pisang yang akan dibentuk persegi, kain lap, dan tempat duduk. Sederhana memang hanya sedikit ribet.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengiris daging pisang dengan tipis semakin tipis semakin bagus dan banyak pula hasilnya nanti. Irisan tipis daging pisang dijajarkan membentuk persegi panjang atau sesuai wadah yang tersedia. Tata sampai menutupi wadah, karena irisan-irisan pisang tidak selamanya rapat maka perlu ada penambalnya, tambalan ini dibuat dari jus pisang atau lumatan pisang. Bubuhkan lumatan pisang ke area yang kosong/bolong. Setelah semua rapat siap untuk dipanaskan dengan cahaya matahari. Tunggu sampai benar-benar kering. Cara membedakan kering atau belumnya sale pisang bisa dilihat dari sale pisang itu sendiri bisa diangkat atau belum dari wadahnya.

Jangan lupa setelah melepas sale yang kering, taburkan bubuk tepung beras untuk mencegah sale pisang rapat dengan bagian lainnya saat dilipat. Bentuk sale pisang ini memang seperti kain/jarit jika sudah kering.

Jika dilihat dari caranya memang tampak gampang namun saat pengerjaanya akan terasa susah apalagi untuk pemula. Biasanya pemula akan memotong daging pisang dengan ketebalan yang cukup besar. Manfaat ekonomi juga lumayan besar karena satu lembar sale dihargai dengan Rp 3000 - 4500. Cukup besar bukan?!.

Salam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.  

Toponimi - Asal Usul Nama Tempat di Jawa Barat oleh T Bachtiar

Setiap hal mempunyai jalur ilmunya tersendiri termasuk nama tempat. Ilmu mengenai nama tempat disebut juga Toponimi, suatu hal yang baru bagi saya dewasa ini. T Bachtiar membawa saya untuk mengenal lebih lanjut apa itu Toponimi baik dari segi ilmuan, pengetahuan tentang nama-nama tempat di Jawa Barat juga pada hal hal yang sebelumnya ‘gelap’. Mendapatkan buku Toponimi adalah kecelakaan keuangan terindah tahun ini, di mana saya sudah memutuskan ‘sumpah palapa’  untuk tidak membelanjakan uang pada buku-buku baru. Lewat enam bulan tahun 2025 berjalan, buku-buku bertumpuk dalam belasan jilid dengan nilai melebihi 3.000.000 Rupiah Indonesia. Orang bilang kalap, parahnya setelah ‘sumpah palapa’ membeli 3 judul buku lagi diantaranya Toponimi.  Ada keistimewaan tersendiri pada buku yang dibeli kali ini, tanda tangan penulis. Belum pernah saya mendapatkan tanda tangan dari penulisnya langsung. Aaaaaa!!! kegirangan ini meluap melebihi sungai Nil dengan potongan harga sampai Rp 96.500 de...