Langsung ke konten utama

Kisah 1001 Malam Jilid I

Kalender Radio Taiwan Internasional (RTI) Tahun 2020

Saban tahun Radio Taiwan Internasional mencetak kalender khusus yang dibagikan kepada para pendengar setianya di seluruh dunia, berbagai tema kalender selalu berbeda dari tahun ke tahun, kali ini Radio Taiwan Internasional menyajikan berbagai macam hidangan khas Taiwan di kalender terbaru tahun 2020. Acara Jelajah Kuliner asuhan Maria Sukamto juga mengulas setiap sajian makanan yang terpampang di setiap lembar kalender 2020. 

Berhubung acara Jelajah Kuliner ini hanya seminggu sekali, sehingga membutuhkan setidaknya enam minggu untuk mendapatkan semua penjelasan dari makan-makan yang terpampang di kalender. Ya memang sayang sekali kalender RTI 2020 tidak banyak bubuhan keterangan, di sana hanya terdapat keterangan nama makanan saja, tidak ada keterangan singkat mengenai resep, cerita atau sejarah makanan tersebut atau juga cerita kapan makanan itu muncul di Taiwan. Sayang sekali memang. Tapi untung saja ada acara mingguan, Jelajah Kuliner.


Halaman muka kalender RTI


Peta Pulau Formosa, Taiwan dengan sapaan khas dari berbagai seksi bahasa di RTI

Pada acara Jelajah Kuliner tanggal 16 Januari 2020 dijelaskan bahwa makanan di atas merupakan salah satu makanan khas Taiwan yang mirip atau seperti martabak di Indonesia.


Ayam goreng tepung ini disajikan paling nikmat saat masih panas ditambah dengan saus tomat pedas.
































Postingan populer dari blog ini

Review Sepatu Gunung SNTA

Sepatu SNTA Jika dirunut waktu kira-kira sudah menginjak usia tiga tahun sepatu gunung merek SNTA yang ku beli dari teman satu perusahaan sewaktu masih menjadi kuli di Jakarta Raya. Saya membeli sepatu SNTA bukanlah sebuah pilihan dari hati ataupun penalaran akal, melainkan sebuah pilihan terpaksa dari sebuah ketidaktahuan yang mendalam pada peralatan out door . Bisa dikatakan aku hanya manut saran dari temanku yang sekaligus menjadi penjual dari sepatu yang ku beli.  Berawal dari niat mendaki gunung Semeru pada tahun 2016 lalu, semua tuntutan peralatan out door harus dilunasi oleh sejumlah lembaran merah biru dari dalam dompet. Sepatu gunung, jaket gunung, tongkat, sarung tangan, keril dan sejumlah aksesorir terbayar lunas tanpa berpikir merek, warna, jenis barang. Yang tergambar dalam otakku hanyalah sebuah kepemilikan saja dan berangkat mendaki.  Tidak salah pilihan dari temanku ini membawa manfaat andalan dari merek sepatu SNTA yang saya rasakan dari awal ...

Nama-nama Tai

Sega, beras yang ditanak Apa benar bahasa Jawa itu terlalu 'manut' ke bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris? Tampaknya ada benarnya juga, bahasa Jawa terpengaruh/meminjam banyak kosa kata dari bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Kekurangan kosakata dalam bahasa Jawa memang kebanyakan untuk hal-hal seperti teknologi ataupun hal lainnya. Jangan berkecil hati untuk penutur bahasa Jawa di seluruh dunia! Perlu diingatkan bahasa Jawa mempunyai keunikan tersendiri, misalnya saja untuk belajar bahasa Jawa 'satu paket' atau juga keseluruhan dari bahasa kasar/ngoko, bahasa sedang/madya hingga bahasa halus/kromo, sama saja belajar tiga bahasa!! Bayangkan belajar tiga bahasa, apa gak repot ya?! Itulah keistimewaan bahasa Jawa. Bersyukur! Berbagai keistimewaan bahasa Jawa juga terdapat di istilah-istilah yang sangat detail/spesifik pada suatu beda yang mengalami sebuah perubahan sedikit maupun perubahan besar. Misalnya saja untuk rangkaian nama dari sebuah padi/po...

Istilah-istilah Anak dalam Keluarga Jawa

1. Ontang-anting: anak laki-laki/perempuan tanpa saudara (semata wayang). 2. Uger-uger lawang: dua bersaudara anak laki-laki. 3. Kembang sepasang: dua bersaudara anak perempuan. 4. Kendhana-kendhini: dua anak bersaudara, laki-laki yang tua, perempuan yang muda. 5. Kendhini-kandana: dua anak bersaudara, perempuan yang tua, laki-laki yang muda. 6. Pandhawa: Kelima anak berjenis kelamin laki-laki semua. 7. Ngayoni: Kelima anak berjenis kelamin perempuan semua. 8. Madangka: Lima anak bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. 9. Apil-apil: lima bersaudara, empat orang lelaki dan satu perempuan. Sumber Serat Centhini II - UGM Press.